
"woooooiiii!"
Reno tertawa terbahak merasa puas bisa membuat Sandy tersentak kaget. Wajah Sandy seperti seseorang yang linglung dan salah tingkah. Dia benar-benar tidak menyadari jika teman nya itu sudah berada diruang kerjanya.
"Reno, kamu kok tidak ketuk pintu dulu? Ngga sopan banget masuk ruangan orang tanpa permisi! " Sahut Sandy menyudahi tawa renyah sahabatnya.
"bangun bro ! Kamu mikir apa sih? Aku sampai pegal ketuk pintu di luar dan aku masuk pun kamu tidak sadar? Kamu senyum-senyum mikir siapa sih?" Goda Reno.
"Kamu apa sih! Siapa juga yang senyum-senyum. Engga!" Sandy mengelak. Dia berpura-pura membuka beberapa berkas di atas mejanya.
"hahahaha! Sandy-Sandy.... Berapa lama sih aku kenal kamu? Gini ni, yang perlu di rubah!" jawab Reno kesal.
"jadi, pemberitaan itu benar?" Reno duduk di sofa dan mulai berbicara serius.
"pemberitaan apa?" Sandy masih sibuk dengan kerjaannya.
"Kamu memperistri gadis SMA?" Reno mengernyit.
Kini Sandy menghentikan aktifitas nya. Ia menatap Reno yang mulai menghisap rokok yang baru saja dia ambil dari saku. Reno tampak serius, dia membuang muka namun menginginkan jawaban cepat dari Sandy.
Sandy berdiri dengan melempar pandangan sejauh yang matanya sanggup. Bibirnya mengukir senyum puas.
"Benar!" jawabnya singkat. Sesaat setelah dia menengok untuk melirik sahabatnya.
"heh! Aku tidak nyangka, selera kamu memprihatinkan! Gadis itu memang cantik, dia juga terlihat cerdas. Dari berita yang ada ketangguhannya tidak bisa diragukan. Tapi kamu tidak mikir umur dia? Kamu tidak mikir masa depan dia?" Reno memukul pelan bahu Sandy.
"justru itu. Aku melakukan ini demi masa depan dia" Sandy menunduk.
"Aku kenal dia dari kecil. Tapi ingatannya sebagian hilang akibat dari trauma yang menimpa dia di masa kecilnya. Ibunya adalah sahabat mama gue, bapaknya selingkuh dan kini menikahi selingkuhannya. Dia punya saudara beda ibu, yang liciknya menyerupai Lita, ibu tiri nya. Dan yang masih gue selidiki adalah keberadaan tante Yeni, ibu Keysha. Kabarnya dia meninggal, tapi tidak pernah ada yang mengetahui mayatnya juga makamnya " Sandy mencoba menjelaskan.
--
" selamat sore nona, hari ini pak Sandy tidak bisa jemput. Beliau meminta saya untuk mengantar nona pulang ke rumah." Laki-laki itu sangat sopan menyapa Keysha.
Key menatapnya ragu karena memang sebelumnya dia tidak pernah melihat pria itu. Dari yang terlihat mungkin usianya baru menginjak dua puluh tahunan.
" oh, nona jangan khawatir. Saya sopir kantor pak Sandy. Ini nametag saya. Perkenalkan nama saya Doni" pria itu tersenyum memperkenalkan diri. Dia menunjukkan nametag yang tergantung di lehernya.
"Key, itu Doni yang jemput kamu. Dia baik! Tidak perlu khawatir. Sorry aku ada meeting dadakan jadi tidak bisa jemput kamu sendiri."
Seperti ada batin yang terikat di antara mereka. Sandy mengirim pesan sesuai apa yang sedang Key pikirkan. Dia tahu jika key ragu dengan pria muda yang menjemputnya.
Keysha membalas senyuman Doni setelah mengetahui jika dia adalah suruhan Sandy.
"temen aku ikut, boleh kan?" Key bertanya dengan sopan.
"wah, kalau itu lebih baik nona tanya langsung dengan tuan Sandy" jawab doni sopan.
"'ok. Tapi lebih baik, kamu jangan panggil aku nona. Panggil saja aku Keysha itu lebih nyaman buat telingaku"
Key merogoh ponsel yang sudah dia masukkan dalam tas. Dia mengirim pesan singkat untuk Sandy karena dia akan membawa tamu ke dalam kediaman mereka.
"Kak Rania mau main ke rumah. Boleh kan?"
Drrt drttt
"silahkan......"
"Key aku tidak jadi saja deh. Aku takut kalau Suami kamu tidak kasih izin" Rania merasa minder.
"Ran, please deh ! kalau di luar jangan sebut dia suami aku! Geli tahu ngga dengarnya...." Keysha menarik lengan Rania dan mendorongnya masuk ke dalam mobil.
"ngga usah ditekuk gitu mukanya..kak Sandy ngga bakalan marah juga. Aku sudah bilang sama dia!" Key melirik sohibnya yang khawatir.
"Kamu yakin?" jelasnya.
Tidak ada jawaban kecuali kedipan sebelah mata dari Key. Setidaknya kode itu memberi Rania kelegaan.
"mm Don, Itu yang barusan lewat bukannya mobil Sandy? Dia bilang lagi meeting?" key memperhatikan mobil yang menyalipnya.
"wah, saya kurang tahu non,... ee mbak keysha" jawab Doni kaku.
Bersambung......