
Pagi bertemu pagi, jam berputar semakin menggila. Seolah mempercepat dunia mendekat pada akhir. Hari demi hari berlalu begitu saja. Keysha di sibukkan dengan anak kembarnya dan pekerjaan barunya, menjalankan usaha kecil dengan mendirikan sebuah butik muslimah sesuai hobbinya .
Di waktu-waktu ia sibuk dengan butiknya, terkadang ia membawa kedua anaknya ,tetapi tak jarang ia tinggal di rumah bersama Yeni dan kedua baby sitter nya . Bukan lepas tanggung jawab dan membebankan semua pada ibunya ,namun Yeni lah yang memintanya . Ia mengaku senang melakukan itu, karena sedari kecil ia tak begitu mengurus Key hingga anak perempuan nya itu tumbuh dewasa .
"Biarkan Bunda menebus dosa bunda di masa kecilmu Key . Bunda ingin sekali ikut berperan di masa pertumbuhan Allan dan Lena " Yeni selalu mengatakan hal demikian setiap Keysha merasa sungkan dan tak ingin merepotkannya . Mau berkata apa lagi jika sudah begitu ? Mungkin, ini bagian dari kebahagiaan di masa tuanya .
"Terimakasih Bun . Keysha beruntung sekali masih di izinkan bertemu lagi dengan bunda. " Keysha meraih tubuh Yeni, memeluknya hangat dan penuh kasih.
"Sayang, aku harus berangkat pagi karena ada meeting pagi . kamu mau sekalian ?" Sandy yang baru keluar kamar terlihat sangat tergesa-gesa.
"hhmm, engga deh kak . Kasian anak-anak belum pada bangun . Nanti setelah mereka pada mandi aku baru pergi ." Keysha menolak dengan lembut .Ia bangkit dari kursi lalu membenahi dasi Sandy yang di rasa kurang rapi.
Keysha membawakan tas kerja Sandy dan mengantarnya hingga ke teras rumah . Rutinitas nya setiap pagi, mencium tangan suaminya dan mendoakan yang terbaik untuk hari suaminya . Begitu pun Sandy, ia selalu meninggalkan sebuah kecupan di dahi Keysha sebelum masuk ke dalam mobil.
Mereka saling melempar senyum manis sebelum kaca mobil tertutup dan berlalu lebih jauh. Keysha dengan setia melambaikan tangannya hingga punggung mobil menghilang di balik pagar rumah. Ia tak pernah beranjak lebih cepat sebelum Sandy benar-benar menghilang dari pandangan matanya .
Keysha kembali ke dalam rumah. Sayup-sayup ia mendengar suara Allan dan Lena berteriak . Bertengkar dengan cara mereka sendiri . Berebut sesuatu hal yang bahkan tidak penting sedikitpun. Terkadang hanya karena gelas pun mereka bisa saling marah dan saling mendiamkan .Ah, anak kecil ! Lima menit setelah tragedi itu pun mereka akan lupa dan kembali bermain bareng lagi . Baiklah ! Keysha dan seluruh penghuni rumah memaklumi itu .Mereka sepakat untuk membiarkan keduanya menyelesaikan masalahnya sendiri , kecuali jika sudah ada yang bertindak kasar. Baru harus ada yang menengahi. Keysha dan Sandy tidak pernah membatasi kreativitas anak-anaknya , Kesenangan nya , dan perkembangan baik keduanya . Tetapi, perilaku disiplin dan tidak merepotkan orang lain selalu mereka tanamkan di usia dini Allan dan Lena.
"Cerita nya lagi apa sih , kok pada diem ?" Keysha mencoba mencairkan suasana . Ia ikut duduk bersila di atas karpet saat si kembar sedang bermain dan sarapan bersama kedua baby sitter nya . Kedua tangannya juga mengusap kedua bocah itu secara bersamaan .
"Allan ma, dia ambil mainan yang sudah Lena ambil duluan .Padahal di sana kan ada banyak ." gerutu Lena . Ia memasang wajah marah dengan menggemaskan. Jarinya juga menunjuk pada mainan yang sedang Allan mainkan .
Tapi ini kan punya Allan ma , dulu yang minta di beliin ini Allan kan .Lena memilih mainan yang lain ." Sahut Allan membela diri .Sikap turun temurun dari Sandy, benar-benar tidak ada yang meleset sedikit pun . Key tersenyum lalu menarik nafas panjang sebelum kembali berbicara .
"Mainnya sama-sama ya . kan bisa gantian " Key mencoba menasehati, namun ia tak pernah membela salah satu atau menyudutkan yang lain . 'itu akan melukai hati salah satu anakku' pekik Key dalam hati .
"Baiklah ! Karena Allan anak baik , ini untukmu Lena . " Haaaa kenapa ini bocah benar-benar menjiplak bapaknya ! Cara berbicaranya yang kadang begitu angkuh dan menyebalkan . Wajah nya pun, sedikit saja tidak ada yang mirip Key . Hehh, Nasib nasibb ! cuma ke jatah ngantongin sama nerima sakitnya aja pas mereka muncul di dunia .
"Terima kasih Allan yang baik " Lena tersenyum, manis dan cantik sekali . Sikap dia dan caranya menghentikan pembicaraan kali ini sangat mirip dengan Key . Tak usah Ge-eR lah Key, hanya sedikit sikap dan caranya ! tidak dengan wajah . Mereka ini kembar, tentu saling mirip .Jika yang satu mirip Bapaknya, tidak perlu di perdebatkan lagi yang satunya . itu sudah pasti dan jelas ! paham kan ?
"Anak-anak, hari ini mama harus ke butik. kalian setelah sekolah nanti , mainnya sama sus Dini sama sus Rina dulu yaa, ngga apa-apa kan ?" Keysha membiasakan diri pamit dengan jujur dengan mereka . Karena, ia tak ingin jika putra-putri nya kelak membohongi nya karena hal kecil sekalipun.
Allan dan Lena saling menatap . lalu mengangguk dan tersenyum tulus . Mereka memeluk dan mencium Key. Bahkan, Allan sempat menasehati Key untuk berhati-hati di jalan sebelum Key keluar dari rumah .