
"Kalian kenapa sih pulang dari Bandung girang banget" Meera curiga melihat kedua buah hatinya tersenyum senang semenjak datang dari Bandung kemarin. Mereka memang sengaja menyembunyikan kedatangan Keysha, bukan tak ingin memberi tahu, hanya saja Sandy ingin memberi kejutan untuk Meera, wanita yang juga mengelukan dan sangat merasa kehilangan saat Keysha memutuskan pergi. Bahkan, dia memaki habis dan mengutuk sang anak atas kepergian Key.
Kamu itu sudah tua Sandy, sudah bukan waktunya lagi buat main-main! Masih jelas terngiang di telinga Sandy omelan Meera waktu itu. Tamparan keras di pipinya juga masih terasa jika dia mengingatnya.
Mama tidak pernah semarah ini terhadapku. Bahkan, masalah dengan Audry sekalipun
" Mam, nanti makan malam di luar ya, tidak perlu masak banyak " Sandy mengecup pipi Meera mesra.
" Ini anak kesambet apa sih di Bandung? " meera masih saja bertanya-tanya. Dia tak mengerti penyebab anaknya sebahagia ini.
" Iya ni Sandy, ngga jelas banget. Menang tender? Biasanya ngga gini banget " pungkas Chandra yang ikut pusing mikirin kelakuan Anak sulungnya.
" Lebih dari itu pa..ya sudah ya Sandy berangkat dulu. Kita langsung ketemuan di restoran biasa aja ya ma, pa. Bye" Sandy ngacir setelah tangannya berhasil menarik roti dari piring Audry.
"Iih, kak Sandyyyyyyy!" Teriak Audry kesal. Gimana adiknya bisa nempel sama dia, kelakuannya saja selalu membuat Audry naik tensi, membuat gadis kecil itu berteriak tak terkontrol.
--
Keysha memulai aktifitas nya kembali setelah sekian lama terbengkalai. Ia kembali ke kampus untuk menyelesaikan kuliahnya setelah cuti satu tahun. Dia harus beradaptasi lagi dengan suasana dan teman-teman yang berbeda. Bagaiman tidak? Teman-teman yang seharusnya satu angkatan sama dia, mereka malah sudah menjadi senior Keysha sekarang.
"Keysha ? Ini beneran kamu? Kamu kemana saja sih setahun terakhir?" tanya Laki-laki yang dari tadi hanya memperhatikan Keysha dari kejauhan itu, ia mengamati dengan jeli dan memberanikan diri mendekat. Betapa kagetnya dia saat mendapati jika wanita ini adalah Keysha.
" hai Lang " Key membalasnya dengan senyum.
Senyuman ini masih saja sama seperti dulu, membuatku menggila dan selalu ingin memilikinya ~ Gilang
Ditengah cengkrama mereka, Ibnu dan Rania menghampiri. Berjalan dengan saling menggenggam jemari, Rania seolah sengaja memamerkan kemesraannya di depan Key.
"Hai Ran, apa kabar?" Sapa Keysha saat melihat Rania di depan matanya. Sahabat karibnya di masa SMA.
Ran, sepertinya hubungan kamu dengan Ibnu semakin membaik. Apa kamu masih tetap tidak bisa damai denganku ? ~Keysha.
"Kamu bisa lihat sendiri kan? Aku sangat baik." rupanya masih saja, dia tetaplah teman yang bersikap dingin pada Keysha, bicaranya juga asal-asalan. Bahkan, dia menatap Keysha dengan sangat sinis.
"Key, kamu kemana kemarin-kemarin?" Ibnu menengahi, ia sudah sangat bosan melihat Rania yang makin seenaknya sendiri.
"O-oh iya, kemarin ada sedikit masalah. Tapi semua sudah selesai kok" Jawab Key tenang.
"Sedikit masalah apa susah move on dari mantan suami" Sinis Rania. Pasti berita perceraian Keysha dan Rania menjadi trending topic pada saat itu.
"Jadi berita itu bener Key?" tanya Gilang penasaran.
"Emb, iya benar! Aku memang waktu itu pisah sama kak Sandy , tapi sekarang semua sudah baik-baik saja kok" Keysha menjelaskan. Mengatakan dengan jujur apa yang terjadi kala itu. Mendengarkan setiap tuduhan bahkan ledekan yang sangat merendahkan.
Aku sudah pernah merasakan hal yang lebih buruk dari ini. Jadi, alasan apa yang membuatku untuk menyerah. ~Keysha
"Selamat ya Ran atas membaiknya hubungan kalian," Ia masih saja berusaha melupakan masa lalu nya. Mengarang kalimat yang bisa memperbaiki hubungannya dengan Rania. Gadis yang sekarang sangat membenci Key.
Bersambung.......