I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Kabar tentang Yeni



Gadis kecil yang selalu dia nomer duakan. Gadis kecil yang keinginannya tidak pernah dia indahkan. Gadis kecil yang dia bunuh masa depannya demi egonya. Gadis kecil ini, gadis kecil yang haus akan kasih sayang. Tapi tumbuh menjadi gadis yang anggun, lemah lembut dan berjiwa tulus.


"maafkan ayah Key" Danu meneteskan airmata. Memandangi setiap garis wajah putrinya yang kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa. Yang telah dipersunting lelaki kaya. Lelaki yang penuh ambisi namun memiliki cinta tulus untuk sang istri. Pernikahan yang masih diragukan sekian banyak kalangan karena hanya berstatus sirih.


"Untuk apa ayah minta maaf?" Key menatap mata Danu. Kristal di setiap ujung matanya mengartikan penyesalan dalam hidup nya.


"untuk kebodohan Ayah selama ini. Nak, dengarkan ayah. Bundamu...."


"Key! Suamimu telepon menyuruhmu segera kembali" Lita datang dengan tergesa. Memotong kata terakhir yang akan Danu ucapkan.


"Kenapa tidak menghubungiku sendiri. Aku punya ponsel?" Tanya keysha merasa kesal. Lita datang tidak tepat pada waktunya, tinggal satu jengkal lagi, dia mendapat keterangan tentang nasib Yeni, bundanya.


Benar-benar ada yang disembunyikan sama wanita licik ini. Aku yakin hilangnya bunda ada hubungannya dengan dia.


Keysha berpamit pada Danu. Dia mencium tangan ayahnya dan memeluknya untuk berpisah. Langkahnya diiringi hingga ujung pintu oleh Danu dan perawatnya.


"mbak, aku nitip ayah ya. Kalau ada masalah, sesegera mungkin hubungi aku" bisik Key pada perawat sebelum dia masuk kedalam mobil.


--


"Key kamu sudah pulang? Gimana kabar ayah?" Sandy meletakkan jas yang dia kenakan tadi di sandaran kursi. Bibirnya mengecup mesra kening sang istri . Sekilas dia melihat kristal kecil di pelopak mata Key.


"Ayah baik..." singkat Key menyeka air mata yang menetes.


"Mama membuatmu menangis?" Tanya Sandy dengan tatapan khawatir.


Key menggeleng lirih kepalanya, ditutup dengan secuil senyum yang cukup membuatnya terlihat manis.


"Aku hanya sedih melihat keadaan ayah sekarang. Dia benar-benar di bawah kendali mama Lita." Key mengurai setiap kata yang ingin dia sampaikan. Kepalanya kini sudah tenang bersandar di bahu Sandy.


"Ayah sempat minta maaf, terus dia nangis... Waktu Key tanya kenapa, wajah ayah sedih" Airmata Key turut bercerita. Mencurahkan betapa sayang nya dia kepada Danu. Sungguh dia paham jika Danu merasa tertekan hidup bersama Lita. Dia hanya berpura-pura sanggup saja di depan Keysha agar anak gadisnya itu tidak semakin membenci Lita.


"percayalah, Ayahmu juga sangat menyayangimu. Dia ngga ingin Lita merusak kebahagiaan mu. Dengan dia bertahan di sana, setidaknya tidak memberi celah untuk Lita melukaimu" Sandy menegakkan kepala sang istri. Menangkap kedua pipi ranum Keysha. Pipi yang memerah, saat pemiliknya menangis ataupun merasa malu.


"Aku punya kabar gembira untukmu" Sandy menyeka air mata Keysha.


"Apa? Kamu menang tender lagi?" Key mengernyit.


"hahaha! Itu terlalu biasa sayang.... Ini lebih membahagiakan untukmu" untuk pertama kali Sandy memanggil Key dengan sebutan sayang. Membuat keduanya saling bertatap tak percaya. Key sempat merasa canggung begitu pula Sandy


yang sempat tak sadar saat mengucap kata itu.


"kamu tak menyukainya?" Sandy mengernyit, melihat wajah Key yang memerah saat dai menyadari panggilan tadi.


"Aku suka." terang Key tersipu.


"Baiklah! Seperti janjiku dulu. Aku akan mencari titik terang tentang keberadaan bundamu. Dan perlu kamu ketahui, aku menemukan satu orang yang aku curigai dia adalah bunda Yeni" Sandy berbicara dengan serius. Matanya ikut berbicara dan bersorak mengiyakan apa yang empunya katakan.


"Kamu serius?" Key antusias. Ekspresi wajah, yang tak tertebak. Senang, kaget, bahkan ada rasa tak percaya dengan apa yang Sandy ucapkan. Gadis itu meloncat girang, menari seorang diri dan berucap syukur atas kabar yang masih belum jelas kebenarannya. Tapi, anak buah Sandy tidak bisa diragukan lagi. Mereka selalu tepat sasaran dan tidak pernah salah orang.


Terima kasih kak Sandy, terima kasih sayang....


Aku berjanji, hidupku akan ku habiskan untuk mengabdi padamu jika orang yang kau temukan benar-benar bunda....


Bersambung........