I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Lebih buruk



Bruuggg


Key meringis, tubuhnya terpental hingga jatuh tersungkur ke lantai . Ia menoleh, melirik seseorang yang dengan sengaja mendorongnya . Ia bisa menebak jika itu adalah seorang wanita .Sepatu tinggi yang membalut kaki jenjang nan mulus .Mata Key membulat, seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat . Dengan cepat, ia segera berdiri dan membersihkan pakaian nya .


"Sorry , aku sangat sengaja melakukan ini ." Ucapnya dengan angkuh . Ia menyeringai dan tersenyum sinis . Wanita, yang sudah bertahun-tahun tidak Key temui, bahkan kabar nya pun tidak pernah ia cari. Benar sekali ! dia adalah Rania . Seseorang yang sempat menjadi pelabuhan segala rasa untuk Keysha .Segala gundah dan kesah dalam jiwanya. Aura buruknya masih jernih terpancar dari sorot matanya . Dandanan super sexy yang tidak pernah Key lihat sebelumnya . Tuhan , secepat ini waktu merubah gaya hidup wanita ini .


"Setelah lama gak ketemu , aku pikir kamu bisa jadi manusia lagi .Nyatanya, kamu makin jauh dari kata itu " Key menggeleng kepala . Lebih ke perasaan heran dan tak bisa percaya .


"Keysha ? kamu sudah ngaca bicara seperti itu ?" Rania memasang wajah garangnya . Dengan mata melotot dan tangan yang menggenggam erat, ia berbisik di depan wajah Keysh . Entahlah ! setan mana lagi yang telah membuatnya benar-benar lebih buruk dari apa yang Keysha bayangkan .Seharusnya ia bisa lebih tenang, karena Ibnu telah menikahinya . Keysh tersenyum miris, ia membuang pandangan dan menolak beradu mata dengan Rania .


"Aku rasa, sejengkal pun kita tidak pernah bermasalah Rania ? apa kamu masih se cemburu itu dengan ku ? apa Ibnu masih belum tulus mencintai kamu? atau bahkan, ia selalu mengigau dan memanggil nama ku ?" Keysha kembali memutar bola matanya . Nada santainya sungguh meyakinkan setiap kata yang keluar dari mulutnya . Mungkin, kalimat itu menusuk tajam di hati Rania .Menggugah emosi dan kekesalan yang semakin menghantui . Keysha ? ia pun tak tega mengucapkan kata itu, namun dia tetaplah manusia yang punya rasa lelah dengan drama yang Rania buat . Ia selalu di anggap bersalah, meskipun rasa yang di miliki Ibnu bukanlah karena Keyshaaaaaa yang menggoda .Cinta yang sempat tumbuh di hati kecil Ibnu merupakan ketidak sengajaan yang memanjangkan kisah, memperumit tragedi dan membuang waktu hanya untuk saling membenci.


"Kau ...!" Keysha kembali mengayun lembut kakinya .Memfokuskan diri pada tujuan awal ia pergi . Meninggalkan Rania dengan segala amarahnya . Ia pun tak lagi menggubris wanita yang memakinya dengan kasar di belakang langkahnya .


Kini, Justru Rania yang harus makan niat buruknya. Ia berusaha membuat Keysha kesal dan resah, namun rasa itu justru kembali kepada dirinya sendiri . Ia melangkah dengan kasar, ngomel tak karuan di sepanjang perjalanan.


-------


"Sayang .. kenapa ? " Key menggeleng . Sandy dan si kembar telah menunggu di mobil semenjak Key izin untuk ke toilet sebentar .


"Kau tidak pernah membohongi ku bukan ?" Tegas Sandy yang semakin khawatir dengan sikap istrinya .


"Aku bertemu Rania kak, dan dia lebih buruk dari sebelumnya ." Key menunduk .Ia sangat menyayangi wanita itu , hatinya menangis pilu membayangkan setiap moment yang mereka lewati bersama.


"Sayang, kau tidak hanya sekali terluka karena nya. Buang harapan mu yang tanpa kepastian itu ." ~Sandy


Di dunia ini memang tidak ada yang abadi . Bahkan rasa yang sempat menghampiri memang tak bisa di pastikan akan selalu sama . Yang datang, bisa saja pergi semaunya . Yang ada , bisa menghilang tanpa perkara . Yang setia pun bisa saja merasa bosan dan berlalu . Key menyadari, jika waktu yang Tuhan izinkan untuknya bersama Rania memang telah terlewat .Namun, besar harapannya untuk sebuah kedamaian agar kembali menyelimuti. Menggandeng mesra setiap alunan waktu . Saling bercurah kasih atas setiap cerita yang menghiasi .


"Tuhan , kembalikan ...." Key menghela nafas panjang meskipun ada rasa yang tak biasa di balik dadanya . Seperti jarum yang berulang menusuknya ringan . Ia membenarkan posisi duduknya , dan memperhatikan si kembar yang telah terlelap di alam mimpi . Mereka adalah obat yang paling tepat untuk segala suasana .