I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Jangan Harap



"Terus kapan rencana kamu melamar Keysha lagi?" Reno melirik Sandy. Laki-laki yang mulai kembali semangatnya berkat Reno. Kok dia? Lo iya, kan dia yang ngerayu Keysha buat nemuin Sandy kembali 😁 dia juga yang berhasil menangin hati Keysha buat dengerin penjelasan. Eaaaa, tah si Reno besar kepala.


" Nanti malam!" Jawabnya singkat, sesingkat waktu yang dia butuhkan untuk jatuh cinta sama Keysha. Uluhhh


"What? Nanti malam dan kamu tidak bilang sama aku?" Reno membulatkan matanya.


"Memangnya kamu siapa? Bapak aku? Mama aku? O-oh atau tukang parkir yang mau nyiapin tempat parkir buat aku sama keluarga ku nanti malam?" Sandy nyengir. Ia merasa menang bisa meledek Reno dan membuatnya geram.


Gini ni yang ngga aku suka, susah aja aku mulu yang di cari. Sampai-sampai mau santai di WC saja tidak ada waktu, Sudah kaya emak-emak yang punya anak balita. Eh giliran sudah nemu senangnya aku dikacangin. Malah, suruh lama-lama di WC ~Reno


" setidaknya, hargai kek usaha ku buat nyatuin kamu sama Keysha" Reno membuang wajah. Puluhan tahun bersama Sandy, sungguh membuatnya tidak bisa marah, walaupun sering sekali dia dibuat kesal karena ledekan Sandy yang menyebalkan.


"Mau berapa sih?" Sandy menutup buku di tangannya.


Tau gini mah, gue panas-panasin da tu si Key. Gila gila dah! ~Reno


"Jadi beneran nih kamu tidak undang aku ?" kali ini Reno mencoba serius.


"Hahaha! Masih butuh gitu undangan? Reno... Reno kamu kenapa sih jadi baperan gini? Jangan lama ngejomblo makanya." tetap saja, buntut dari ucapan yang melegakan hati itu bully an. Iya, kalimat awalnya seolah mengatan kamu itu sudah aku anggap kaya saudara ku sendiri, buat apa masih berharap dikasih undangan, eh endingnya nyesek juga.


" Terserah kamu !" Reno menimpukkan buku yang masih terbuka di tangannya tepat diwajah Sandy. Alih-alih kesal, justru Sandy tertawa puas karena merasa menang bisa meledek Reno.


Anggap saja ini pancingan agar hati kamu bisa jatuh cinta dengan benar ya Ren, tidak lagi bermain-main dan menggilir wanita-wanita cantik sesuka hatimu ~Sandy


Tok tok tok


Di tengah tawa Sandy yang masih belum usai, pintu ruangannya pun di ketuk. Terdengar halus sekali, dan tidak seperti biasa.


"Sudah sih Ren jangan bercanda" Sandy menyauti dengan teriakan. Pikirnya, itu adalah Reno yang sengaja iseng didepan sana.


Kreekk


"Sorry San, ini aku !" Wanita berambut pirang, itu memasukkan kepala ke sela pintu yang sedikit terbuka.


"Aku jenuh saja di rumah, aku ganggu ya?" Cherry dengan berani melangkahkan kaki ke dalam ruangan.


"O-oh jelas!" Jawab Sandy singkat dan menekankan kata. Sebuah jawaban yang tidak diinginkan oleh Cherry, hatinya seperti tertusuk mendengar itu, matanya tak sanggup lagi berbohong.


"Kamu kenapa sih San, sekarang benci banget sama aku?" Airmatanya mulai membanjiri kedua pipi putihnya.


"Dan kamu masih bertanya kenapa aku membenci mu?" Sandy mendekatkan wajahnya di depan wajah Cherry, matanya menatap tajam penuh kebencian.


Jika aku memiliki mesin penghenti waktu, aku akan hentikan waktu di detik ini selama yang aku mau. Bahkan, mungkin selama sisa umur ku yang Tuhan berikan. Bukan tentang benci yang dia rasakan, tapi kedekatan seperti ini, jarak yang selalu aku rindukan ~Cherry.


"Hah ? kamu tau kan Cher, dimana pintu keluar?". Sandy menyadari posisinya. Dia beranjak dan membuang muka jauh keluar jendela.


"San, aku sudah berapa kali minta maaf sama kamu tentang hal itu? Ok, aku minta maaf Sandy, aku masih sayang sama kamu. Apa kamu sudah segitu bencinya kepadaku ?" Cherry tersedu . Ia menatap tengkuk leher Sandy karena laki-laki itu berdiri membelakangi nya.


Tidak ada jawaban yang terlontar, ia juga tidak merubah arah berdirinya. Pandangannya masih bebas melesat jauh ke bawah, di antara bangunan-bangunan kecil yang terlihat begitu indah dari atas gedung.


"Sandy, aku tidak bisa jauh-jauh dari mu. Lima tahun aku tanpa kamu dulu, benar-benar pukulan terberat dalam sejarah hidupku" Cherry berjalan semakin mendekati Sandy.


"Sandy, aku masih sayang sama kamu!" dan dia meraih tubuh yang selalu ia rindukan. Didekap nya sangat erat dari belakang. Matanya terpejam, seolah menikmati kerinduan yang tersalur bebas.


"Kamu apa-apaan sih Cher? Berapa kali juga aku harus bilang sama kamu, hatiku hanya akan mencintai Keysha dan kamu tahu itu!" Sandy menepis. Ia melepas pelukan Cherry dengan kasar.


"Kamu juga tahu kan San, Keysha itu sudah pergi dan entah dimana!" Cherry meninggikan suaranya.


"Kamu lihat pintu itu, dan kamu keluar sekarang juga ! Keluar!!!" amarah Sandy benar-benar terpancing. Ia sangat murka dan kesal dengan Cherry. Ia mendorongnya keluar ruangan lalu menutupnya rapat-rapat.


Jangan pernah berharap hati ku bisa kembali melunak, Cherry. Ada dan tiada Keysha bukan alasan buat aku kembali jatuh cinta sama wanita seburuk kamu. ~Sandy


Bersambung..........