I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Harmonis



"Sudah! Buang air mata mu . Anak-anak pasti akan ikut sedih melihatmu seperti ini ."  Sandy mengusap lembut kedua pipi Keysha . Di tatap nya dalam beberapa detik , lalu Sandy meraba hidung dan mencubitnya gemas . Ya, tentu Keysha menjerit dan memukul manja lengan suaminya . Bahkan ocehan khasnya terlontar begitu merdu . Hidungnya yang memerah ia usap berkali-kali .


"Kau sungguh senang membuatku kesal." Keluhnya seraya keluar dari mobil. Tawa sandy masih nyaring terdengar hingga mereka masuk ke dalam rumah . Berulang ia mencoba merunduk agar bisa berhenti melakukan hal konyol itu, namun mustahil ! Wajah kesal Keysha selalu memancing ia untuk kembali tertawa  . Hemm, hal yang tak pernah hilang dari masa cinta belum tumbuh di antara keduanya .


"Papa, mama ....."


Si kembar selalu kompak dengan tingkahnya . Kedua bocah itu berlari riang memeluk kedua orang tuanya . Seolah berlomba siapa paling cepat meraih tubuh Keysha dan Sandy .


"Papa Kangen sama jagoan dan princess nya papa " Sandy menggapai keduanya . Di ciumi secara bergantian dan dalam jumlah yang sama. Mereka adalah anak-anak penurut, tapi tetap memiliki rasa iri jika tidak di sama ratakan . Keysha pun melakukan hal yang sama .


Keluarga harmonis yang selalu Keysha mimpikan semenjak kecil . Semenjak Yeni menghilang dari hidupnya .Semenjak Danu, almarhum ayah Keysha memutuskan menikahi Lita, wanita yang sangat menggilai dunia . Dunia nya seolah berjalan mundur, jauh dari kata harmonis . Hidupnya ibarat tahanan . Tertekan dalam dunianya sendiri .Berjalan cepat dalam kegelapan, meraba tanpa arah tujuan .


Keysha, selalu malu mengingat dirinya dulu. Dari waktu ke waktu, memutar kenangan kisah lucu di balik perjodohan nya , kisah tegang di balik ke salah pahaman nya. Bahkan drama kehidupan yang tertulis tak pernah sedetikpun hilang dari memorinya . Masa dimana semua menghujatnya sebagai p e l a c u r, perayu lelaki tajir yang lihai di balik jilbab . hahaha ! Sungguh, Tuhan memang selalu punya cara membuatnya menjadi wanita yang harus dewasa di usia dini .Dan itu, adalah hal besar yang selalu ia syukuri di setiap doa-doa nya .


"Akan ku pastikan hidup kalian tidak kurang dari kasih sayang nak." Keysha tersenyum dalam bahagia memperhatikan kedua buah hatinya tertawa riang bersama Sandy . Bermain tanpa rasa takut yang menyelimuti hati mereka . Bercanda saling melempar ledekan cinta . ah, sungguh anugerah luar biasa yang selalu bisa di dendangkan penuh mesra .


"Mama , ayo main ! " Allena menarik pergelangan tangan Key. Membuat wanita itu terperanjak dan sadar dari lamunannya.


"Iya sayang ." Keysha tersenyum . Di letakkan nya tas yang sedari tadi masih setia dengan jemarinya .


Mereka larut dalam canda .Bergurau mengganti masa yang hilang sebelumnya . Seolah lupa waktu, hingga larut tak terasa. Jerit tawa Allena dan Allandra menjadi kode harapan Key . Kunci masa depan yang selalu ia semogakan. Kecewa dan derita yang sempat mewarnai masa kecilnya menjadi alarm tajam pengingat untuk membuat dia selalu membahagiakan buah hatinya .


"Ma, pa , jangan pernah lelah untuk sayang sama Allan dan Lena ya ." Celetuk Allan ringan .Ia bernada dengan cara nya sendiri . Membelai lembut kedua pipi orang tuanya. Membuat Key dan Sandy saling menatap heran . Ya , begitulah pria kecil ini . Selalu punya ide untuk membuat mama dan papanya bangga . Membuat Key tersentuh hati lembutnya , Membuatnya menangis tak percaya . Sungguh, anugerah terindah dalam jalan kehidupannya .


"Kau tak sedang belajar merayu kan nak ?" Sandy meledeknya .


"Oh . papa ini setia . nyatanya, papa cuma cinta sama mamamu ini ." Sandy membela diri . di usapnya kelapa Key sebagai wujud bukti dengan apa yang dia katakan .


"Jadi papa hanya cinta mama ? tidak dengan Allan dan Lena ?"


lagi dan lagi , jawabannya sendiri yang melilit mulutnya .Keysha hanya tersenyum tak ikut buka suara . Allan, kenapa kau se menyebalkan ini ? Ketus sekali ! Sandy menggaruk-garuk kepala nya tak sebenarnya tidak gatal . Berkutik merangkai kata agar tak kalah dengan buah hatinya .


"Kau sungguh membuat papa gemas Allan . Berhentilah bertanya tentang hal yang sebenarnya kau tahu jawabannya ." Sandy menyudahi . Ia memeluk Allan dan Lena, tak tertinggal Key pun bersatu dalam dekapan ketiganya .


"Siapa yang mengajarimu sepintar ini nak ?" Key berbisik ringan .


"Om Reno .Dia panutan yang baik bukan ?" ~allandra


"Kata om Reno .setelah dewasa nanti, Lena pasti banyak yang suka." ~Allena


"Dan itu adalah hal yang buruk Lena . Kau, jangan bangga !" ~Allandra .


"Iiih, tapi Lena suka ..."


"Sudah ..sudah ...kok pada ribut sendiri sih anak-anak mama ." ~Keysha


"Anak papa juga !"


Key meminta si kembar membereskan mainan yang berserakan . Mengajari kedua bocah itu untuk mandiri dan tidak merepotkan orang lain . Di ajaknya sikat gigi dan bersiap untuk tidur karena hari memang sudah terlalu larut .