I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Di kampus



 


Langkah nya terhenti di balik pintu keluar kelas. Tubuhnya tidak merespon perintah otaknya untuk tetap berjalan, matanya lemah memperhatikan seseorang yang tengah berdiri membelakanginya. Dengan pakaian formalnya, dia sigap memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. Keysha tahu, dia adalah Sandy.


 


"Key....." Gilang berlarian kecil menghampirinya.


Wanita itu masih saja diam di tempat tanpa gerakan. Dia tidak menjawab suara itu walau sangat jelas terdengar di telinganya.


"Keysha, kamu mau balik sekarang?" Gilang mengulangi pertanyaannya. Jaraknya lebih dekat sekarang. Hanya berselisih dua langkah kaki.


"Key...." Gilang mengulanginya sembari sedikit mencodongkan wajahnya untuk lebih dekat dengan telinga Key.


"Iya kak Sandy? " Key menjawab dengan lirih. Pandangannya masih saja lurus,satu arah.


"Apa Key?" laki-laki itu tidak jelas mendengarnya. Ia berusaha agar Key mengulang ucapannya.


"E-eh sorry, kenapa Lang?" kali ini dia menyadari jika Gilang telah berdiri disampingnya, memanggil namanya dan mengajaknya berbicara. Keysha, kau tidak selemah ini bukan?


"Kamu lihat apa sih?" Gilang mencoba mengikuti mata Key memandang. Dari sudut ke sudut, hingga berhenti pada sosok lelaki yang Masih membelakangi mereka.


"Oh kamu dijemput?" Suaranya melemah, semangat yang tadi menggebu kini tak lagi terdengar. Wajahnya juga sayu, tertunduk lalu melangkah tanpa permisi. Key tetap saja acuh, bukan sih bukan acuh, hanya dia tidak mau memperpanjang pembicaraan. Dia hanya menatap langkah Gilang dan kembali fokus pada laki-laki yang sudah berdiri di hadapannya.


Kak Sandy, kapan kamu jalan kesini?


Detak jantungnya semakin tidak terkontrol. Ah, tatapan maut itu sungguh mematikan. Membuat Key, lemah dan kembali terbuai. Zzzz, key sadarlah! Dia bukan lagi milikmu.


Tapi kenapa? Kau masih menatapku seperti ini ? Tatapan yang orang lain tak punyai, bahkan tak pernah kau berikan kepada mereka yang menggilaimu?


"Kita perlu bicara." dengan angkuhnya. Sandy menarik lengan Key.


Apa-apaan ini ? Kamu pikir aku ini hewan peliharaan kamu ? Main tarik saja...


Hatinya ingin sekali mencakar lelaki yang seenak jidatnya ini, datang tanpa salam, pergi tanpa permisi.


Kamu pikir, hati aku kontrakan emak mu apa sih...


"Heh! Masih saja" Sandy menyeringai. Tatapannya juga sama seperti saat awal-awal pernikahan keduanya.


Sandy POV


Dasar wanita keras kepala! Kenapa bisa mikir sedatar itu. Benar-benar bocah! Dikasih enak malah nyari susah!


Sandy mengayun langkahnya keluar dari rumah yang dia tempati bersama Keysha. Tidak ada segelintir pakaian key yang tertinggal di dalam nya. Wanita itu, pasti memilih pergi dari rumah.


Deru mobilnya terhenti di parkiran kampus, kedatangan nya sangat di sambut antusias oleh pihak kampus dan para mahasiswi tentunya. Mudah sekali baginya menemukan ruang yang Key tempati, memilih menunggu hampir satu jam di depan kelas. Berdiri tanpa melihat arah pintu keluar. Tapi, telinganya jeli memperhatikan suara yang melintas, merekam, dan mencermati dengan sangat baik.


Tidak ada suara bocah itu, pekiknya kala mengetahui jika kelas telah usai. Suara berisik mulai menyapa pendengarannya. Dicermatinya satu persatu, hingga panggilan seorang lekaki terhadap Key ikut terdengar olehnya. Hatinya geram, tentu saja. Tangannya juga sudah digenggam sangat erat di dalam saku celananya. Ya, walau suara itu tidak digubris oleh Keysha.


Wanitaku, kau pasti sedang memperhatikan ku bukan?


Sandy, dengan cepat melangkah menghampiri Key kala didapati Gilang sudah berlalu.


Sayang, aku rindu tatapan matamu yang seperti ini...


Hingga penolakan saat Sandy meraih tangannya. Itu sangat memancing Sandy untuk ingin meremas pipinya.


Key kau sangat membuatku gemas...


Sifat gengsian mu yang besar ini! Sungguh membuatku rindu...


Bersambung.......