
"Kamu sedang tidak bermimpi kan Key ? Apa kamu sadar dengan apa yang barusan kamu katakan ?" Reno melangkah ringan . Ia telah berdiri tegak di balik badan Keysha . Tiada jawaban yang memuaskan dari bibir mungil wanita itu .
"Key, ini bukanlah diri kamu yang nyata ! Kamu tidak sebodoh itu bukan ? " Reno beralih dengan sigap . Tubuh kekarnya telah berdiri menghadang Keysha yang hendak meninggalkan halaman rumah sakit . "Kami sedang merasa tertekan? " Perjaka tua itu sedikit negatif thinking tentang sikap istri sahabatnya . Ia membungkuk, menanyakan dengan suara lembut, seolah sedang berbisik ringan .
"Bukan kah kau mencintai nya ? apa salahnya aku membuat suamiku tidak membenci calon dari sahabatnya sendiri?" Keysha memutar bola matanya . Alisnya terangkat sebelah, seolah mempertajam pertanyaannya .
Sial ! Kali ini Reno yang terpojok . Mulutnya terbata dan mendadak kaku tak bisa ia gerakkan .Bodohnya lagi, kepala yang hendak ia gelengkan kini berakhir dengan anggukan tanpa ragu .Keysha tersenyum puas, mungkin hatinya mengucap syukur karena pria ini sudah membisu tak menggertaknya lagi . Tiada pertanyaan maut yang menyiksa logikanya .Tiada kata yang menakuti lagi untuk ia lontarkan.
"Kejarlah Reno . Kau tahu ? batu tidak selamanya datar jika setiap hari di tetesi dengan air . Kau tahu apa yang harus kau lakukan ? iya betul . Pertama, kau hanya perlu bersabar dalam hal apapun termasuk amarahnya dan bahkan rasa cemburu mu sendiri . kedua, jangan putus asa dan tetaplah berusaha . " Keysha mengayun kakinya, ia percaya jika memang Reno telah jatuh hati pada wanita yang selalu merepotkan hidupnya itu . Ragam rencana yang membuat segala rasa beradu dalam harinya . Kecemasan dan aneka macam emosi membelai setiap dentuman waktu .
"Hentikan itu Key ! Jangan gila ! Aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita menjijikkan itu ." Reno tersadar . Ia berteriak keras karena menyadari jika Keysha telah jauh melangkah . Reno memukul kepalanya yang ia rasa telah tidak jujur .ssssstttt, padahal langit pun mengetahui, jika mulutnya lah yang sedang berkilah . Membujuk hati untuk menolak, walau sejatinya rindu selalu menghampiri tanpa keraguan .
Keysha, tersipu di kejauhan .Ia masih jelas mendengar teriakan Reno .Namun berpura-pura bodo amat dan tak lagi menghiruakannya . ' Mungkin pria memang begitu. ' Selalu tak mempercayai bisikan hati . yaah, walau sejatinya itu adalah kejujuran yang hakiki .Tak sedikit yang menyesal setelah mengabaikan bisikan itu . heeuugh, sudahlah ! lupakan tentang rasa Reno yang tersembunyi .
Keysha mendekap mesra tubuh suaminya yang berdiam dengan penantian .Ia tahu, pria itu tak akan meninggalkannya begitu saja . Sebesar apapun amarah yang menghampiri, Rasa kasihnya selalu memberikan perhatian yang besar. Dengan kondisi yang sama , mulutnya tak sedikitpun mengucap kata . Di biarkan begitu saja wanita itu bermanja dengan caranya . Merayu hati sesuai keahliannya . 'Zzzzz, sungguh sulit untukku berlama-lama marah kepadamu ' keluh hati kecilnya .