I'M Sorry! I Love You!

I'M Sorry! I Love You!
Rindu yang bersembunyi



Beberapa tahun kemudian.......


.


.


.


.


.


"Ren, kabar Cherry gimana? "


baby twins sudah memasuki usia ke 5 tahun . Sudah tahun ke enam pula berita tentang Cherry tidak lagi mereka dengar .


Televisi tidak lagi menayangkan tentang gadis yang memilih menyudahi hidupnya di malam pernikahan sang mantan . Namun, Tuhan pun berkata lain . Rencana buruknya seketika merubah cerita . Semua gagal dan dia menjadi mayat hidup bertahun-tahun lamanya .Hemm, bunuh diri memang bukan akhir dari segalanya wahai anak manusia !


Percayalah, di balik luka yang terukir di hatimu selalu tersimpan hikmah dan hal baik jika kamu mau membuka mata hatimu sedikit.


"Dia sudah membaik, hanya kakinya masih susah digerakkan .Kata dokter, karena lama koma " Jelas Reno . Dia adalah orang yang mengikuti perkembangan dari Cherry .


Hah, masih saja mengelak dan mengatakan tidak mencintai .Nyatanya, sedalam itu dia paham kisah gadis malang itu . Ya, mulut dan hati memang terkadang sulit bersatu .hahaha


Nanti, jika waktu sudah lelah menutup hatinya, pasti akan ada masa yang menampakkan .Menunjukkan isi hati yang mendasar, membungkam mulut yang penuh penolakan .Dan akan tiba saatnya Reno mengatakan, "Ya,aku tulus mencintai nya. Dan akan berusaha merubahnya lebih baik lagi " . Heummm, itu lebih baik mungkin .Kalimat yang selalu Keysha dambakan dari sahabat karib suaminya .


"Sayang, anak-anak sudah tidur ?" Sandy yang baru saja keluar dari kamar mandi, ia mengusap rambut dengan handuk putih di tangannya .


"Sudah kak. Mungkin mereka capek . Sehari ini banyak main" Timpal Keysha . Ia sempat menengok ke arah suaminya . Namun, kembali fokus dengan Reno .


"Ngomongin apa sih ? serius banget. Awas kamu kalau macam-macam Ren ! Jasad mu sudah ngambang di kali besok !"


Ancam Sandy dengan sengitnya . Ia memang selalu posesif dengan wanitanya . Walau, terhadap Reno sekalipun . Ia tidak suka jika wanita itu lebih tertarik bercengkrama dengan pria lain di banding kan dengan dirinya . Ketahuilah! pria itu selalu tak punya cara menarik untuk menyampaikan dongengnya !


Tiada lagi suara yang terdengar sangar di sana . Memancing rasa penasaran Reno, untuk melihat wajah bringas yang mungkin sudah terlukis di belakangnya .


Dan benar saja . " Damn !!!!!!" Sebuah bantal sofa sudah melayang tepat di wajah tampan Reno . Sabar yaa Ren, kamu sih kebanyakan gaya .


"kak Sandyyy " Keysha menegur suaminya. Namun, dengan suara tertahan karena sejatinya dia menahan tawa . Wajah Reno yang menarik untuk dia tertawakan saat bantal itu tepat mengenai wajahnya. Ah, ingin sekali rasanya buat di bikin slow agar lebih puas tertawa karena dia .


"Kamu benar-benar gila ya San. " Reno melempar balik bantal ditangannya. Kedua pria yang, mmm... sudah tidak lagi muda itu terlihat berlarian, saling membalas timpukan, dan mengalahkan masa kecil Allena dan Allandra .


Keysha terkekeh, ia sangat terhibur melihat kucing dan tikus berkepala hitam itu . Persahabatan yang selalu membuatnya iri . Dan berulang, lagi dan lagi kembali terbawa suasana hingga terbayang wajah cantik Rania . Sahabat nya , yang tidak pernah dia pikirkan akan hilang seiring bergulirnya waktu, termakan isu dan terbakar hebat dengan kecemburuan .Sebuah kesalahan yang tidak pernah dia perbuat kini menghilangkan satu titik bahagia di hidupnya .


"Semua yang kumiliki sempat pergi, menjauh hingga hilang tanpa berita . . .


Semua berlalu seolah tak mau lagi berjalan beriring bersamaku . . .


Kesunyian sempat menyelimuti waktuku , sepi . . .


tanpa semua yang menyemangati .


di titik aku rela dan mengikhlaskan, semua kembali ..


lebih dan lebih indah dari semula . . .


kecuali, satu cinta yang tak sanggup lagi ku gapai . . .


satu rindu yang bersembunyi , semakin tajam menyakiti . . .


andai, kamu tetap mempercayai . . .


hariku, akan lebih sempurna lagi ... Rania ." ~Keysha