
"oh ya Key bagaimana kasus gilang selanjutnya?" Sandy teringat tentang kasus yang sempat menggemparkan publik yang menyeret sertakan namanya. Key berhenti sejenak dari aktifitas nya untuk memikirkan ulang tentang masalah itu. Laki-laki itu memang terlalu berbahaya jika hanya diberi permintaan maaf tanpa hukuman. Tapi apa mungkin gadis sebaik Keysha bisa tega melakukan itu?
"urus saja Key. Hitung-hitung ngasih pelajaran buat bocah itu" Saran Reno sambil menyeruput kopi yang baru saja Key letakkan.
"Terserah kalian saja. Aku terlalu lelah untuk mengurusi hal itu." Key menurut.
"baiklah.. Serahkan semua padaku. Aku yang akan menghajar bocah itu" sahut Reno penuh antusias.
"tidak dengan kekerasan Reno. Cukup laporkan saja dia ke polisi. Aku yakin dia akan jera" Key menengahi. Dia memang tidak menyukai perdebatan yang berbau kekerasan. Semua hanya akan memancing dendam dan rasa ingin membalas.
"nanti biar Doni yang mengurus" Sahut Sandy memulai kembali aktifitas nya dengan berkas-berkas diatas meja.
--
Detik beralih menjadi menit berloncat ria menjelma menjadi jam. Hari demi hari berlalu kian cepat. Gilang mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang dia lakukanm Kini dia harus mendekam di bui atas tuduhan pencemaran nama baik. Wisnu hanya bisa berpasrah dengan kasus yang anaknya alami. Tidak ada uang jaminan karena ini bersangkutan dengan Sandy. Orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis.
Ah! Mendengar namanya saja sudah membuatku merinding! Jawaban dari para pengacara yang diutus pihak Gilang. Mereka menolak karena sudah tertebak dia akan kalah di pengadilan. Itu akan menurunkan image dan citra mereka di dunia hukum.
Keysha kini menjadi mahasiswi di salah satu universitas favorit di kota nya. Memilih jurusan yang sesuai dengan minatnya. Begitu pula Rania tanpa janjian ataupun saling bertanya sebelumnya dia juga memilih universitas yang sama dengan Key. Naluri mereka sama-sama menggiring keduanya untuk memilih universitas tersebut.
Tidak ada yang berubah dari kamu Ran. Kamu sungguh masih sama dengan gadis cerewet yang aku kenal sebelumnya..
Semua sama kita saling bertemu, hanya...Jarak diantara kita yang membuat semua berbeda...Rania aku sungguh telah jatuh hati dengan Sandy. Apa mungkin kamu tetap menuduhku menggoda Ibnu, kekasihmu...
Key selalu menyempatkan diri memandangi rania dari kejauhan. Entah saat baru datang ataupun selesai jam kuliah. Tidak ada tegur sapa diantara keduanya. Rania sangat dingin dan benar-benar tidak mengenal Key. Tidak ada secuil senyuman di saat matanya bertemu dengan mata Key. Adu pandang pun Rania selalu membuang muka. Raga yang begitu dekat namun hati mereka telah bertolak belakang.
Nama Rania tetap lekat di bait-bait doa yang selalu Key lantunkan. Dia selalu memohon untuk semua kembali seperti sedia kala. Pertemanan yang hangat, canda dan tawa, suka duka, tidak seorang pun bisa membuat mereka berjarak.
"hai Ran apa kabar?" Keysha memberanikan diri, sekedar basa-basi menanyakan kabar ketika mereka berpapasan di toilet kampus.
Mata yang selalu bersinar hangat kini memandangnya sinis. Rania sama sekali tidak menggubris sapaan Key. Dia memilih bungkam dan pergi begitu saja.
Rania, aku akan tetap bahagia buat kamu. Aku tidak marah, aku tetap sayang sama kamu Kapanpun kamu butuh kamu bisa datqng temui aku Ran...
Drrtt.... Drrrttt...
Kamu lupa sama keluargamu?"
Pesan singkat itu dari kontak dengan nama Mama Lita.
Disaat butuh, kalian baru akan menganggapku keluarga.
Key berdecak kesal. Dia merasa benci dengan pesan dari Lita. Ditelusurinya lorong panjang yang menghubungkan setiap kelas. Kakinya membawa dia untuk keluar dari lingkungan kampus lalu menuju ke Rumah Danu.
--
"Mama butuh uang?" Tanpa basa-basi Key to the point didepan Lita. Wanita yang sudah menunggu nya dengan wajah garang di teras rumah.
"Ayahmu sudah sebulan tidak Bekerja. Harusnya kamu itu bisa mengerti Key" Lita berkacak pinggang. Memperlihatkan ke buasannya di depan sang anak. Wajahnya haus akan kerakusan materi.
"Key akan kasih uang. Jika ayah yang minta" Key menepis, dia kembali mengayun langkah melewati Lita.
"Dasar anak kurang ajar! Durhaka kamu! Aku ini juga mamamu, mama lebih butuh dibanding ayahmu" omel Lita mengikuti langkah Key yang menyibak setiap ruang mencari keberadaan Danu.
Singkat cerita, sebulan yang lalu Danu mengalami kecelakaan tunggal. Kakinya tergencet bagian depan mobil, yang mengakibatkan kelumpuhan total pada bagian kaki. Kini laki-laki paruh baya itu hanya mengandalkan jasa perawat yang Sandy siapkan. Lita ogah-ogahan merawatnya, Sinta terus membangkang jika lelaki itu menyuruhnya mengambil sesuatu.
Itulah alasan kenapa Danu tidak lagi bekerja. Biaya rumah sakit, Sandy dan Key yang menanggung. Begitu pula untuk keseharian mereka, dan sekolah Sinta tentunya.
"ada apa Key? Kalian itu kapan bisa akurnya" Danu yang mendengar teriakan yang istri datang menemui keduanya.
"Ayah ada yang kurang?" Tanya Key yang disambut gelengan kepala oleh Danu.
"Tidak ada alasan untuk mama meminta uang lebih dari Key. Ini untuk sebulan ke depan. Sebelum jatuh tempo, Key tidak akan memberi uang mama sepeserpun!" Key menyerahkan amplop coklat yang berisi uang.
Keysha mendorong kursi roda Danu, membawa nya ke halaman belakang. Dia sangat rahap mengasung sang ayah, menyuapi nya dan mengajaknya bernostalgia dengan masa kecilnya. Danu terkadang meneteskan airmata melihat ketulusan Key kepadanya.
Bersambung............