
Seingat Bing Lizi, tempat dimana dirinya dan Chen Long menemukan Dimensi Saku itu tidak jauh dari kawasan perbatasan Negeri Hutan Hijau dan Negeri Tanah Merah.
Jika saja dirinya tiba-tiba berpindah tempat ke dekat gua yang menjadi kediamannya sekarang, kemungkinan besar Chen Long juga begitu. Bing Lizi berpikir hampir tidak mungkin Chen Long berada di tempat yang sama, yaitu Dimensi Saku yang mereka masuki dulu.
"Tidak ada barang berharga tersisa yang kumiliki atau terbawa olehku karena kejadian itu, tetapi aku dan Saudara Chen menemukan dua rahasia besar tentang praktik kultivasi."
Bing Lizi menjelaskan rahasia tersebut adalah Ranah Dasar yang tidak terbatas pada tingkat lima belas, tepatnya tingkatan Ranah Dasar tertinggi ada di tingkat dua puluh. Rahasia lainnya adalah nama tingkatan pondasi yang lebih tinggi dari Pondasi Langit, yaitu Pondasi Surgawi dan Pondasi Abadi.
Pondasi Surgawi hanya bisa dibentuk jika kultivator bisa mencapai setidaknya Ranah Pondasi tingkat delapan belas, sedangkan Pondasi Abadi hanya bisa dibentuk jika sudah mencapai puncak Ranah Dasar yang sesungguhnya, yaitu tingkat dua puluh.
"D-Dua puluh? Paman Guru Bing, ini..." Yao Han kehabisan kata-kata. Reaksinya sama dengan Meirong dan Yutian.
"Aku mengerti keterkejutanmu. Praktikmu yang saat ini di Ranah Dasar tingkat tujuh belas memang sesuatu yang luar biasa, tetapi setelah dipikir kembali, itu dikarenakan kondisi khususmu. Kau berpeluang besar membentuk Pondasi Surgawi ini...
...Namun aku tidak mengetahui banyak tentang pondasi ini maupun cara membentuknya. Seandainya kau membentuk Pondasi Langit, sebuah pencapaian yang diidam-idamkan banyak kultivator muda, sudah pasti kau menjadi kultivator Pondasi Langit yang lebih kuat dari ketiga gurumu di masa lalu."
"Paman Guru Bing, aku tidak berniat membentuk Pondasi Langit, aku ingin membentuk Pondasi Surgawi. Perjalananku keluar Pulau Bulan Bintang juga salah satunya untuk mencari informasi tentang Pondasi Surgawi."
"Bagus, aku suka semangatmu, Xiao Han. Namun setelah mendengar rahasia ini, kau pasti ingin mencapai Ranah Dasar tingkat dua puluh dan membentuk Pondasi Abadi, bukan?"
"Apa Paman Guru Bing memiliki kemampuan membaca pikiran? Tentu saja aku akan melakukannya. Tidak, aku harus mencapainya. Dengan begitu, aku akan menjadi murid yang paling membanggakan dan mengharumkan nama para guruku." Yao Han tersenyum lebar.
Bing Lizi tertawa lantang cukup lama, sementara Tian Jian tersenyum penuh makna pada Yao Han. Meirong dan Yutian mengelus kepala Yao Han bersamaan dengan lembut.
'Anak ini sudah menjadi kultivator muda paling jenius yang pernah aku ketahui, tetapi pencapaiannya yang sekarang ternyata belum membuatnya puas. Menarik...' pikir Tian Jian.
"Xiao Han, setelah kupikir lagi, lebih tepat kalau kau menjadi murid Saudara Chen daripada Saudara Feng," celetuk Bing Lizi setelah tawanya selesai, "Ketertarikanmu terhadap praktik mirip dengan Naga Selatan. Dia memiliki ambisi untuk mengulik lebih jauh dan dalam tentang praktik kultivasi Benua Bulan Biru yang sudah dimulai sejak ratusan ribu tahun yang lalu ini."
Bing Lizi menambahkan kalau bukan karena bertemu dengan kawanan Rubah Api Giok Berekor Sembilan, bisa jadi keduanya menemukan rahasia praktik yang lain, yaitu tingkatan yang lebih tinggi dari Ranah Jiwa. Sampai saat ini, Ranah Jiwa Agung adalah tingkat praktik kultivasi tertinggi yang diketahui.
"Senior, apa kau mengetahui penyebab kultivator Ranah Dasar di Benua Bulan Biru tidak bisa menembus ke tingkat lebih tinggi dari tingkat lima belas? Dan bagaimana bisa rahasia praktik ditemukan di Dimensi Saku?" tanya Meirong.
"Aku dan Saudara Chen sempat berdiskusi tentang ini juga. Selain faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian kultivasi, mungkin juga dikarenakan evolusi. Wajar saja karena dunia kultivator Benua Bulan Biru sudah berusia begitu tua...
...Hal penting seperti ini menjadi rahasia bahkan tidak bisa ditemukan di daratan benua ini disebabkan banyak hal, diantaranya adalah perubahan alam dan perang sesama kultivator." Bing Lizi menghela napas panjang.
"Senior, Han'er hanya menunggu waktu saja untuk mencapai Ranah Dasar tingkat delapan belas. Menurutmu, apa ada cara untuknya menembus ke tingkat Ranah Dasar yang lebih tinggi?" tanya Yutian.
Bing Lizi menjelaskan pada saat mereka menemukan dua rahasia praktik ini, tercatat ada beberapa kultivator di masa lampau yang bisa menembus ke tingkat yang lebih tinggi dari Ranah Dasar tingkat lima belas secara alami seperti halnya Yao Han.
Mengesampingkan kondisi khusus Yao Han, jika dia berniat mencapai puncak Ranah Dasar yang sesungguhnya atau kultivator muda lain masa kini yang ingin menembus batas Ranah Dasar tingkat lima belas, maka diperlukan sumber daya khusus.
"Saudara Chen berpendapat, salah satu sumber daya khusus ini berupa pil. Namun kemungkinan besar, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya langka dan berusia tua, setidaknya yang paling muda berusia seribu tahun..."
Seandainya pil ini bisa dibuat, itupun untuk menembus batas Ranah Dasar tingkat lima belas, sementara Yao Han perlu sumber daya yang bisa membantunya menembus batas Ranah Dasar tingkat delapan belas.
"Beberapa waktu setelah tiba ditempat ini, aku berpikir, apapun cara untuk menembus batas ini, maka akan berefek pada perubahan bentuk akar roh. Secara fisik, akar roh lama akan terganti dengan akar roh baru. Dan yang pasti, proses ini akan sangat menyakitkan melebihi cobaan saat menjalani proses kenaikan ranah praktik selanjutnya."
"Sederhananya, mengingat usia bahan yang dibutuhkan, pil khusus ini mengandung Qi yang besar, bukan begitu Senior?" tanya Yutian memastikan.
"Benar. Sedangkan cara lain adalah mengonsumsi buah tanaman sihir yang berusia sangat tua."
"Paman Guru Bing, bagaimana dengan Buah Naga Langit? Buah itu mengandung Qi yang begitu besar, bukan?" celetuk Yao Han.
"Ah, iya, benar. Namun..." Bing Lizi sempat antusias, tetapi dengan cepat menggelengkan kepala.
Masalahnya, untuk menemukan Pohon Naga Langit tanpa ada yang memilikinya begitu susah, karena biasanya hanya dimiliki oleh sekte besar, setidaknya bintang delapan. Di Pulau Bulan Bintang sekalipun tidak terdapat tanaman sihir langka ini.
Semisal Yao Han memiliki bibit tanamannya, maka harus menunggu lima ribu tahun agar bisa memanen Buah Naga Langit untuk pertama kalinya. Dan seandainya dibawa ke Pulau Bulan Bintang, dengan kondisi kepadatan Qi yang tinggi di pulau itu sekalipun, Yao Han masih perlu menunggu setidaknya lima puluh tahun.
"Lima puluh tahun... lama sekali?" Yao Han menghela napas pelan.
"Menjalani praktik memang tidak mudah. Hanya sedikit kultivator yang hampir atau bisa mengimbangi pencapaianmu, tetapi kau melebihi pencapaian para jenius yang pernah diketahui selama ini. Kau berniat mencapai Ranah Dasar tingkat dua puluh dan membentuk Pondasi Abadi, bisa dibilang ini adalah ujian kecil yang harus kau hadapi."
Bing Lizi tertawa, membuat Yao Han tersenyum canggung.
"Kecuali kau sudah merasa cukup dan segera memasuki Ranah Pondasi dengan membentuk Pondasi Langit, maka itu sudah sangat bagus. Dan setelah berhasil, jika ingin membandingkan, kau akan jauh lebih kuat dari kami para JagoanEmpat Penjuru."
"Paman Guru Bing, aku tidak terlalu peduli dengan kekuatan. Yang kupikirkan hanya menjalani praktik kultivasi sebaik mungkin dan mendalami banyak ilmu yang menurutku bermanfaat."
Bing Lizi tertawa lagi dan lebih keras, "Seperti yang kukatakan sebelumnya, kau seharusnya menjadi murid Saudara Chen daripada Saudara Feng. Kau berbeda sekali dengan gurumu itu."
---