Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 149 - Imbalan Jasa



"Oh, Xiao Ni akan datang kesini? Tidak mudah Saudara Feng menyuruhnya melakukan sesuatu, karena dia lebih menurut pada Saudara Chen. Mungkin saja dia disogok dengan arak buatanmu, Han'er."


Bing Lizi berkomentar lalu tertawa mendengar penyampaian Yao Han setelah pemuda itu menghubungi Feng Xian.


"Apa Senior Xiao Ni penggila arak seperti Guru Feng?"


"Hm, tidak juga. Namun jika dibandingkan denganku, dia yang lebih menyukai arak, terutama karena rasa arak buatanmu yang enak."


Yao Han menyudahi pembicaraannya dengan Bing Lizi, lalu mendekati dua Xu bersaudara itu.


"Kau sudah selesai dengan urusanmu?" tanya Xu Yin.


Yao Han mengangguk pelan, "Saudara Xu, mari kita lanjutkan pengobatan racun dalam tubuhmu."


"Eh, baiklah."


Xu Yin menjauh memberikan ruang. Yao Han meminta Xu Yang duduk membelakangi dirinya. Xu Yang sedikit heran, karena pengobatan dari Yao Han bukan dengan cara memberinya pil, melainkan dengan cara yang umumnya Kultivator Racun lakukan.


"Saudara Yao, kau ini Alkemis atau Kultivator Racun?" Xu Yang sedikit menolehkan kepalanya dan bertanya penasaran.


Yao Han tidak menjawab Xu Yang melainkan bertanya pada Xu Yin, "Kau tidak memberitahu kakakmu?" Yang dijawab gadis cantik itu dengan gelengan pelan. Lalu Yao Han menjawab pertanyaan Xu Yang, "Aku mendalami Dao Alkemi sekaligus Dao Racun, menurutmu aku ini pantasnya disebut apa?"


"Eh?" Xu Yang malah bingung sendiri, "Baru kali ini aku mengetahui ada kultivator yang mendalami dua jenis Dao berlawanan sepertimu."


"Kau keliru, Saudara Xu. Alkemi dan racun bukan berlawanan, melainkan saling melengkapi satu sama lain. Seseorang mengatakan padaku bahwa dengan mempelajari ilmu racun bisa meningkatkan pemahaman alkemi dan aku sudah membuktikannya sendiri."


"Hm, begitu. Masuk akal juga."


Xu Yang sempat mengira Yao Han diberitahu hal tersebut dari gurunya, Feng Xian. Namun berbeda dengan Xu Yin yang bisa memahami bahwa Yutian yang menyampaikan hal itu pada Yao Han sekaligus yang mengajarkannya ilmu racun.


Xu Yang tidak bertanya lagi karena Yao Han sudah siap memulai proses pengobatan.


"Jangan gugup, bernapaslah dengan tenang. Aku hanya pesan satu hal, apapun yang membuatmu terkejut selama proses pengobatan, jangan lakukan apapun selain tetap bersikap tenang. Karena jika tidak, kita berdua yang akan celaka." Yao Han tidak berusaha menakuti karena dia serius dengan ucapannya.


"Baik, aku mengerti." Xu Yang menjawab sama seriusnya.


Yao Han meletakkan kedua telapak tangannya pada punggung Xu Yang, kemudian mulai menggunakan Teknik Dewa Racun. Qi dalam jumlah besar masuk ke dalam tubuh Xu Yang, cukup mengejutkan pemuda itu.


'Qi yang amat kuat... dan juga murni.' Xu Yang sedikit mengerutkan dahi terpana, sebelum kemudian terkejut dengan apa yang selanjutnya dilakukan Yao Han pada racun dalam tubuhnya, "Ini... apa Saudara Yao sudah gila?!' Namun mau tidak mau Xu Yang harus bersikap tenang.


Racun dalam tubuh Xu Yang tersisa separuh dari aslinya dan bukan termasuk racun ganas yang bisa langsung membunuhnya saat salah digunakan.


Namun tetap saja jumlah separuh itu termasuk banyak dan Yao Han tidak bisa langsung membersihkan racun itu selain memindahkan racun dengan Qi ke dalam tubuhnya sendiri.


Setengah jam kemudian, Yao Han menarik kembali kedua tangannya lalu menjauh untuk mengubah racun menjadi nutrisi yang bisa memperkuat tubuhnya.


"Aku penasaran dengan teknik yang digunakan Saudara Yao... apakah dia melakukan hal gila seperti tadi sebelum aku sadarkan diri? Menyerap racun ke dalam tubuhnya sendiri?"


Xu Yin tidak bisa menjelaskan semua kebenarannya karena pada pengobatan pertama melibatkan campur tangan Yutian, jadi dia memberikan jawaban berupa garis besarnya saja.


"Benar, Yang-gege. Dia mengatakan itu adalah satu-satunya cara agar kau bisa melewati masa kritismu."


Xu Yang meringis ngilu tidak bisa membayangkan betapa berbahayanya metode pengobatan Yao Han padanya, "Aku berhutang besar pada Saudara Yao."


Xu Yin hanya tersenyum tipis, tidak menanggapi lebih jauh. Dia tidak membantah jika mereka memang berhutang pada Yao Han. Keduanya diam sambil memperhatikan Yao Han yang sibuk dengan urusannya sendiri.


Andaikan Xu Yin sudah menguasai Teknik Dewa Racun, maka dia akan menjadi orang kedua terbaik setelah Yutian yang bisa menyembuhkan kakaknya. Faktor utamanya adalah gadis itu memiliki Tubuh Seribu Racun yang sebenarnya lebih rendah jika dibandingkan akar roh murni unsur racun seperti yang dimiliki Yutian.


Setengah jam kemudian, Yao Han selesai mengubah racun yang diserapnya menjadi nutrisi yang memperkuat tubuh khususnya, membuat kekuatannya meningkat cukup signifikan. Saat membuka mata, dia disambut dengan dua pasang mata yang menatap ke arahnya.


Yao Han kembali mengulangi metode pengobatan pada Xu Yang sampai tiga kali. Setelah pengobatan yang terakhir, hari sudah berganti malam dan racun dalam tubuh Xu Yang tersisa kurang dari sepuluh persen dari awalnya.


"Saudara Xu, racun yang tersisa tidak berani aku atasi karena sudah menyatu dengan jantungmu. Jika aku keluarkan, justru bisa membunuhmu..."


Racun yang menyatu dengan jantung Xu Yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Racun ini akan menjadi nutrisi yang membuat Xu Yang menjadi kebal pada beberapa jenis racun seiring dengan kenaikan praktiknya.


"Kau adalah putra Patriark, walaupun bakatmu tidak setinggi adikmu, sumber daya yang kau dapatkan termasuk yang paling baik di seluruh Lembah Hati Racun, tapi akan lebih baik lagi kau mengonsumsi pil buatanku ini."


Yao Han mengeluarkan beberapa botol giok berisi pil berkualitas sempurna. Melihat pil yang memancarkan sinar membuat Xu Yang terbatuk pelan.


"Pil kualitas sempurna... sekarang aku sangat yakin kau adalah murid Senior Angin Timur, Saudara Yao." Xu Yang tertawa canggung, "Aku merasa tidak enak menerima pemberianmu ini, kau sudah membantuku terlalu banyak."


"Kalau kau tidak mau menerimanya, maka aku akan mengembalikan racun ganas ke dalam tubuhmu." Yao Han mengancam dengan caranya sendiri.


"Yang-gege, dia tidak menerima penolakan, lebih baik kita menerimanya." Xu Yin buru-buru menanggapi dan mewakili Xu Yang mengambil botol-botol giok itu, lalu menyimpannya ke dalam cincin ruang.


"Saudara Yao, terima kasih banyak atas bantuanmu. Ini hal yang menarik bagiku, tidak sempat mendapatkan pertolongan Senior Angin Timur, aku malah ditolong oleh muridnya. Apakah ada sesuatu yang bisa kuberikan padamu?"


"Oh, kau membicarakan tentang imbalan, ya... sebenarnya cukup dua saja."


Yao Han menjelaskan Xu Yang cukup melakukan dua hal sebagai bayaran untuknya. Pertama, tidak lagi mempelajari Kitab Racun Langit atau ilmu racun yang lebih tinggi sebelum mencapai Ranah Pondasi. Kedua, tetap rajin berlatih sehingga pil yang dia berikan tidak sia-sia.


"Pil..."


Yao Han ingin menyampaikan beberapa hal lagi, tetapi dia lebih dulu merasakan seseorang dengan aura kuat datang mendekat.


"Kita kedatangan tamu," katanya sambil menoleh ke satu arah.


---