
Salah satu jenis Dao dalam dunia kultivasi Benua Bulan Biru adalah Dao Boneka, yang membuat kultivator yang mendalaminya mampu membuat dan mengendalikan boneka yang terbuat dari berbagai jenis bahan sebagai bagian dari kekuatannya.
Ini sedikit mirip dengan Dao Hantu, Dao Mayat, atau bahkan Dao Hewan Buas. Perbedaannya adalah Dao Boneka tidak menggunakan bantuan luar dari hewan roh, siluman, atau jiwa yang sudah mati.
Tidak banyak kultivator pengendali boneka, karena selain sedikit yang mendalaminya, cukup sulit juga untuk mempelajari teknik satu ini, membuatnya menjadi salah satu teknik yang langka.
Dao Boneka masih tetap terjaga kelestariannya karena hampir seluruh anggota klan Bao dari Menara Harta Giok adalah kultivator pengendali boneka. Bao Wei sebagai salah satu anggota klan Bao generasi muda jenius juga termasuk yang mendalami Dao ini.
Setelah berlatih cukup lama dan perjuangan yang tidak sedikit, Bao Wei berhasil membuat dua buah boneka berwujud manusia yang menjadi pusaka andalannya. Dia memberi nama boneka itu Xiao Dong dan Xiao Xi, yang terbuat dari logam khusus.
Masing-masing dua boneka logam ini memiliki kekuatan setara yang setara dengan Pondasi Bumi tahap awal. Jika keduanya digunakan bersamaan bisa menyamai kekuatan Pondasi Bumi tahap menengah bahkan akhir.
Dua boneka Bao Wei dilengkapi sebuah pedang pendek dan perisai, sehingga membuat mereka bisa digunakan untuk menyerang atau bertahan sama baiknya.
Biasanya, Bao Wei hanya menggunakan salah satu dari dua boneka pusakanya. Namun melihat situasi dan kondisi yang ada, dia berpikir harus menggunakan dua bonekanya bersamaan.
Mengatasi salah satu siluman Wang Bei saja belum tentu bisa, apalagi dua. Oleh karena itu, dia meminta bantuan Fang Jun yang ahli dalam mengendalikan senjata-senjata kecil.
Bao Wei segera bergerak setelah kemunculan dua boneka pusakanya, tetapi dia kalah cepat dengan Yun Lian yang berhasil mendapatkan momen yang tepat untuk memberikan serangan. Tangannya kini tidak hanya dilapisi Qi merah darah, melainkan berwarna hitam pekat.
Satu pukulan keras Yun Lian berikan tepat pada perut siluman kera. Mungkin terlihat seperti pukulan biasa, tetapi mampu membuat siluman kera itu muntah darah sebelum terbang melayang jauh dan menghantam salah satu bangunan besar.
Bao Wei dan Fang Jun sama-sama melotot kaget karena bangunan besar yang terkena hantaman siluman kera itu adalah gedung Pertemuan Kultivator Muda. Terlebih hantaman itu merusak pintu masuknya dan sebagian kecil dinding.
"Nona-! Kau membuat masalahnya menjadi makin rumit!"
Bao Wei mengeluh pada Yun Lian yang identitasnya belum dia ketahui.
Yun Lian bersikap lebih tenang setelah berhasil menyingkirkan satu dari dua siluman yang menyerangnya. Dia menatap datar Bao Wei.
"Asal kalian tahu saja, aku berada dalam posisi sebagai korban."
Belum sempat Bao Wei menanggapi, suara teriakan Wang Bei terdengar membahana luas.
"Argh-! Xiao Hei-! Kau harus menerima balasannya, Gadis Iblis!"
Sebelum Wang Bei bisa bertindak lebih jauh, Bao Wei dan Fang Jun menghalanginya. Mereka berdiri diantara Wang Bei dengan siluman singanya dan Yun Lian yang masih bersikap tentang, tetapi belum menghilangkan Qi merah darah yang menyelimuti tubuhnya.
Bao Wei menghadap ke arah Wang Bei, dua boneka pusakanya sudah terhubung dengan sepuluh jarinya melalui benang-benang Qi berwarna biru. Sedangkan Fang Jun menghadap ke arah Yun Lian dengan sepuluh pisau kecil melayang disekitar tubuhnya.
"Menyingkir! Aku harus membuat perhitungan pada gadis itu!"
Wang Bei melotot garang pada Bao Wei. Siluman singanya yang bernama Xiao Bai ikut menggeram marah. Sebaliknya, Bao Wei yang berdiri dibalik dua boneka pusakanya, membalas dengan tatapan dingin.
"Saudara Wang, bukan hanya membuat kekacauan, kau juga tidak memberiku muka. Jangan harap aku bersikap murah hati dan tidak meminta pertanggungjawaban."
Wang Bei tertawa sinis. "Saudara Bao, dengan statusmu kau ingin menuntutku? Omong kosong."
"Hmph, apa kau pikir aku takut dengan statusmu yang merupakan putra Raja Buas Patriark Wang Hao? Kau salah besar."
"Sepertinya kau melupakan tujuanmu datang ke kota ini, huh? Sampai-sampai kau lebih suka membuat kekacauan."
Wang Bei mengerutkan dahi. Ucapan Bao Wei membuatnya menekan amarah dan bisa berpikir sedikit lebih jernih. Dia kemudian berdecak pelan dan hampir mengumpat setelah mengingat tujuannya.
"Bei'er!"
Sebuah suara menggema memanggil nama Wang Bei, tidak lama kemudian seorang pria yang terlihat berusia empat puluhan tahun dan memakai pakaian sejenis dengan Wang Bei turun dari langit.
"Paman..."
Pria yang dipanggil paman oleh Wang Bei adalah Wang Hu, adik kandung Wang Hao si Raja Buas. Dia menjadi tetua yang menemani dan mengawal Wang Bei sebagai perwakilan Sekte Taring Buas dalam Pertemuan Kultivator Muda.
"Bei'er, dengarkan ucapan saudara muda ini. Jangan membuat malu nama ayahmu lebih jauh."
"Tapi Paman..."
"Diam."
Wang Bei terdiam karena tatapan dingin pamannya dan nyali Xiao Bai menjadi ciut.
"Senior, namaku Bao Wei dan ini juniorku Fang Jun. Ijinkan kami menyelesaikan permasalahan Saudara Wang dengan nona disana. Mohon beri kami muka."
Wang Hu kurang menyukai ucapan Bao Wei, tetapi mengingat status pemuda itu sebagai putra Raja Harta sekaligus perwakilan Menara Harta Giok dalam Pertemuan Kultivator Muda, maka mau tidak mau dia memang harus memberi muka.
"Baiklah, sebaiknya kita selesaikan semua di gedung pertemuan. Tolong antarkan kami kesana."
"Terima kasih pengertiannya, Senior." Bao Wei memberikan salam hormat diikuti Fang Jun.
Bao Wei dan Fang Jun menyimpan kembali pusaka mereka, lalu Bao Wei menghadap pada Yun Lian yang masih bersikap siaga.
"Nona, kau sudah mendengar semuanya. Aku mohon kerjasamanya."
Yun Lian tidak langsung menjawab. Dia mengamati sejenak Bao Wei dan lainnya sebelum menarik kembali Qi merah darahnya. Sebenarnya Wang Hu penasaran dengan latar belakang gadis bercadar merah darah itu.
"Baiklah, aku akan ikut dengan kalian."
Bao Wei bisa bernapas sedikit lega. Setidaknya dia bisa menghentikan pertarungan keduanya. Yang masih tidak terima adalah Wang Bei yang menatap tajam Yun Lian penuh permusuhan.
Bao Wei bersama Fang Jun membawa mereka semua ke gedung pertemuan. Saat berjalan, Yun Lian dan Wang Bei berada disisi yang berlawanan dan berjauhan. Fang Jun yang berada disamping gadis itu, hampir kehilangan kendali karena aroma wangi memabukkan yang tubuh gadis itu pancarkan.
Saat hampir mendekati gedung pertemuan, Bao Wei menghela napas saat melihat beberapa generasi muda yang menjadi tamunya keluar dan berdiri memperhatikan siluman kera Wang Bei yang tergeletak tak berdaya di depan pintu masuk. Bahkan beberapa tetua pengawal juga terlihat disana.
Bao Wei tidak menyangka tugasnya lebih sulit daripada yang dia pikirkan.
- - -