Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 159 - Menggali Informasi



Xiao Ni mengangkat sebelah alisnya tinggi-tinggi dan menatap Feng Xian dengan pandangan aneh dalam diam cukup lama.


"Senior Feng, perasaanku saja atau kau memang sudah berubah cukup banyak sejak mengambil Yao Han sebagai murid?"


Feng Xian mendengkus geli, "Omong kosong apa yang kau katakan, Xiao Ni? Aku tetaplah Feng Xian seperti dulu."


Xiao Ni tahu Feng Xian mencoba mengelak. Jelas dia memahami Feng Xian memiliki harga diri yang tinggi untuk mengakui dia tidak lagi sekaku dan semenakutkan dulu.


Feng Xian yang Xiao Ni kenal selama hampir delapan ratus tahun hidupnya adalah sosok pria tegas yang selalu memegang kuat prinsip dan ucapannya, serta tidak mudah digoyahkan.


Xiao Ni mengetahui jelas ratusan tahun lalu Feng Xian pernah mengemukakan ide gila melenyapkan semua kultivator yang dianggapnya sampah untuk mencapai kedamaian sejati diseluruh Benua Bulan Biru. Satu-satunya orang yang mendukung ide gila ini adalah Xi Lei di Petir Barat, tapi ide gila itu masih belum terlaksana sampai sekarang.


"Maaf kalau kau tidak menyukai ucapanku ini, Senior Feng. Namun aku senang dengan perubahan sikapmu semenjak memiliki murid. Ah, kurasa bukan hanya sekedar murid, melainkan murid seperti Xiao Han, bukan? Ternyata keberadaan Xiao Han bisa menimbulkan efek cukup besar juga, ya..."


Feng Xian hanya diam tanpa menanggapi ucapan Xiao Ni.


"Apa kau tidak menghubungi muridmu terkait kabar perang?"


"Itu tidak dibutuhkan. Cepat atau lambat dia akan mengetahuinya. Keamanan Xiao Han sudah bisa dipastikan dengan keberadaan penghuni Dimensi Pagoda yang selalu bersamanya."


Xiao Ni mengangguk pelan, dia dan Feng Xian memiliki pikiran yang sama.


"Ah, iya aku dengar dari Senior Bing kalau dia memberitahumu tentang kemungkinan keberadaan Senior Xi di Lembah Petir Abadi. Kenapa kau tidak mencarinya kesana?"


"Apa kau tidak bisa melihat aku selalu sibuk?"


Ingin rasanya Xiao Ni melempari Feng Xian dengan batu, "Sepertinya kepedulianmu hanya pada muridmu saja, tidak dengan temanmu, Senior Feng," sindir Xiao Ni.


Feng Xian tertawa keras, lalu mengeluarkan sebuah benda sekepalan tangan berwarna giok yang memancarkan cahaya ungu dibagian tengahnya. Xiao Ni mengenalinya sebagai Giok Jiwa, salah satu pusaka unik yang bisa menunjukkan tanda-tanda kehidupan seorang kultivator.


"Giok Jiwa milik Saudara Xi tetap menyala. Artinya dia masih hidup setelah lebih dari seratus lima puluh tahun aku tidak melihatnya. Yang kuherankan adalah kenapa dia tidak pernah kembali kesini sampai sekarang?"


Xiao Ni mengelus dagunya, "Mungkin dia sedang berkelana seperti muridmu?"


"Aku rasa tidak. Ada kemungkinan dia terjebak dia Lembah Petir Abadi. Tempat itu memang sangat berbahaya, tapi kondisi khusus Saudara Xi bisa membuatnya bertahan jauh lebih lama jika benar dia terjebak disana."


"Hm, seingatku sebelum pergi, Senior Xi pernah mengatakan dia ingin menjalani latihan tertutup di sebuah tempat dan mencoba menembus tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari Ranah Jiwa. Menurutmu dia bisa melakukannya?"


"Tentu saja bisa, kemungkinan dia menemukan petunjuk untuk menembus ke tingkat yang lebih tinggi. Namun melihat dia belum kembali, sepertinya dia masih belum berhasil."


Xiao Ni merasa kebetulan saat mereka membahas tentang praktik kultivasi. Dia kemudian menceritakan tentang dua rahasia praktik kultivasi dari Bing Lizi yang menjadi rumor selama ribuan tahun.


"Jadi begitu, puncak Ranah Dasar sebenarnya adalah tingkat dua puluh. Lalu ada Pondasi Surgawi dan Pondasi Abadi..." Feng Xian tampak antusias mendengarnya, "Apa ada rahasia tentang tingkat yang lebih tinggi dari Ranah Jiwa?"


"Saat Senior Bing dan Senior Chen ingin menggali informasi lebih dalam, mereka terhalang serangan Rubah Api Giok Berekor Sembilan. Dan kau tahu sendiri akhir ceritanya."


"Baiklah, aku mengerti. Namun aku yakin ada tingkat yang lebih tinggi lagi dari Ranah Jiwa."


"Senior, kita bisa kesampingkan itu. Untuk saat ini, sesuatu yang menarik adalah satu-satunya kultivator yang paling dekat dengan puncak Ranah Dasar sebenarnya dan berpeluang membentuk pondasi yang lebih kuat dari Pondasi Langit adalah muridmu. Tidak bisa kita bayangkan betapa kuat dan hebatnya dia dimasa depan setelah mencapai Ranah Jiwa."


Ketika Xiao Ni bertemu dengan Yao Han, dia mengetahui tiga dari lima akar roh murni pemuda itu sudah mencapai Ranah Dasar tingkat delapan belas.


Feng Xian setuju dengan Xiao Ni. Feng Xian mengetahui watak muridnya. Dengan informasi yang didapatkan dari Bing Lizi, Yao Han sudah pasti akan berusaha keras mencapai puncak Ranah Dasar sejati dan membentuk pondasi terkuat, yaitu Pondasi Abadi.


Namun Feng Xian tidak berharap banyak. Dia sudah sangat senang muridnya membentuk Pondasi Surgawi atau setidaknya Pondasi Langit. Feng Xian sudah bisa memprediksi muridnya akan jauh lebih hebat darinya sekalipun karena mempelajari beragam ilmu dari banyak guru.


"Setahuku, setelah urusan dengan kenalannya di Sekte Bintang Ungu selesai, Xiao Han akan fokus pada pencarian tanaman Pohon Naga Langit dan Bunga Anggrek Pelangi Jiwa."


Feng Xian hanya mengangguk pelan, tapi tidak menanggapi karena mengetahui tujuan Yao Han mencari kedua jenis tanaman sihir itu, terutama Bunga Anggrek Pelangi Jiwa yang akan digunakan untuk memperkuat roh sekaligus membentuk tubuh fisik Tian Jian.


Feng Xian merasa antusias karena ada kemungkinan besar dirinya bisa menembus tingkat praktik yang lebih tinggi lagi. Usianya sudah hampir seribu tahun, sementara praktiknya masih bertahan di Ranah Jiwa Agung selama lebih dari lima ratus tahun.


Dua ratus tahun lalu, saat Jagoan Empat Penjuru masih berkumpul bersama di Pulau Bulan Bintang, mereka sama-sama berdiskusi tentang cara menembus tingkat yang lebih tinggi dari Ranah Jiwa Agung.


Namun karena tidak ada informasi sekecil apapun yang mereka dapatkan, akhirnya mereka fokus pada pemurnian jiwa dan tubuh, serta peningkatan kekuatan. Inilah yang menyebabkan Jagoan Empat Penjuru lebih kuat dibandingkan jagoan kultivator lainnya.


Feng Xian membentuk segel rumit. Gerakan tangannya cepat tapi masih terlihat jelas dimata Xiao Ni. Seiring dengan semakin panjangnya mantra tangan Feng Xian, tubuhnya memancarkan cahaya biru terang. Setelah selesai, muncul sesosok manusia yang sama persis dengan Feng Xian.


Xiao Ni menaikkan sebelah alisnya, "Klon? Untuk apa kau membuatnya?"


Hanya kultivator Ranah Jiwa Agung yang bisa membuat klon dan mewarisi sepertiga kekuatan dari tubuh utama. Kelemahan dari teknik sulit satu ini adalah jika terluka secara fisik, klon akan hancur dan efeknya bisa kembali pada tubuh utama.


Klon yang dibuat Feng Xian sedikit berbeda karena bisa mewarisi sampai separuh dari kekuatan asli miliknya. Itu saja setara dengan dua puluh kultivator setingkat Meirong, Bing Houyi, atau Tian Jian pada masa puncak kekuatan mereka.


"Untuk apa aku membuatnya? Tentu saja untuk mencari informasi dari Toko Harta Giok."


"Oh? Kau ingin mendatangi Toko Harta Giok di Kota Cahaya Bulan?"


Feng Xian mengangguk pelan dan menepuk pundak klon-nya. Klon itu kemudian melesat cepat terbang menuju Kota Cahaya Bulan.


---