Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 156 - Asumsi dan Prediksi



Jika Sekte Gunung Langit memiliki beberapa tetua khusus yang disebut Tetua Gunung, maka Lembah Hati Racun memiliki Tetua Lembah. Meskipun namanya berbeda, kedudukan mereka dalam struktur kepengurusan sekte adalah sama.


Kedudukan Tetua Gunung atau Tetua Lembah hanya berada satu tingkat dibawah Tetua Agung dan sama-sama memimpin sebuah faksi dalam sekte masing-masing. Dalam kondisi tertentu, gabungan dari mereka bisa menggantikan posisi Patriark atau Tetua Agung dalam mengambilkan sebuah keputusan penting.


Di Lembah Hati Racun, ada sebuah faksi khusus yang semua anggotanya dibekali pengetahuan, teknik, atau ilmu yang berguna dalam pengumpulan informasi terkait dunia kultivator. Faksi yang sama sebenarnya juga terdapat di sekte-sekte besar, terutama sekte besar bintang sepuluh.


Faksi ini sering disebut sebagai Faksi Pelacak. Dari faksi ini pula, Xu Lao meminta sebagian besar anggotanya keluar sekte demi mencari informasi tentang dua anak Xu Gang yang entah bagaimana caranya lepas dari pengawasan lalu kabur dari sekte dan diminta untuk membawa keduanya pulang. Disaat yang sama, mereka juga diminta untuk mencari keberadaan Yao Han.


Setelah Xu Yang dan Xu Yin kembali, serta mendengar semua cerita yang berakhir pada kelegaan hati petinggi Lembah Hati Racun itu, Xu Lao berniat meminta Tetua Lembah dari Faksi Pelacak menarik kembali anggota sekte yang sudah tersebar.


Xu Lao berencana ingin menemui Tetua Lembah Faksi Pelacak yang bernama Hui Jin itu setelah Xiao Ni meninggalkan Lembah Hati Racun, tetapi terlebih dahulu Hui Jin masuk ke dalam ruangan dengan raut wajah serius dan memberikan kabar mengejutkan.


"Perang kultivator? Hui Jin, apa aku tidak salah dengar?" Xu Lao bertanya memastikan, mewakili orang-orang dalam ruangan itu.


"Senior Xu, anda tidak salah dengar. Aku mendapat informasi akurat dari salah satu bawahanku bahwa tidak lama lagi akan terjadi perang besar dunia kultivator setelah lebih dari dua puluh tahun. Penyebabnya adalah konflik yang terjadi di Kota Harta Giok."


Kecuali Xu Yang dan Xu Yin, semua orang disana mengerutkan dahi saat mendengar nama Kota Harta Giok.


"Bukan hal baru terjadi konflik di Kota Harta Giok, tetapi dengan adanya Menara Harta Giok sebagai penjaga sekaligus pengelola kota kultivator terbesar di Negeri Hutan Hijau itu, seharusnya konflik tidak akan membesar sampai memicu terjadinya perang kultivator, bukan?"


Hui Jin membenarkan tanggapan She Liu, tetapi dia memberikan pendapat lain. Konflik yang satu ini berbeda karena melibatkan seluruh sekte bintang sepuluh aliran putih dan netral dengan salah satu sekte bintang sepuluh aliran hitam.


"Sekte aliran hitam apa itu?"


"Sekte Awan Bulan."


Jawaban Hui Jin membuat petinggi Lembah Hati Racun di dalam ruangan itu saling berpandangan dalam diam. Sungguh sebuah kejutan Sekte Awan Bulan yang saat ini dianggap sekte aliran hitam terkuat menggantikan Lembah Hati Racun bisa berurusan dengan banyak sekte sekaligus.


Bukan hal yang mengejutkan jika berurusan dengan satu atau dua sekte bintang sepuluh dari aliran putih, seperti halnya Lembah Hati Racun dua puluhan tahun lalu. Namun kali ini jauh lebih banyak, bahkan sekte bintang sepuluh aliran netral juga ikut terlibat.


"Tunggu sebentar, kenapa ada anggota semua sekte bintang sepuluh aliran putih dan netral berkumpul di Kota Harta Giok? Apa yang mereka lakukan disana?"


"Generasi muda yang dikawal kultivator Ranah Jiwa... mungkinkah itu berkaitan dengan Pertemuan Kultivator Muda yang menjadi tradisi sekte terbesar aliran putih?"


"Ada kemungkinan itu benar, Senior Xu. Beberapa bawahanku menyampaikan, mereka melihat diantara generasi muda yang berkumpul adalah anak Patriark Istana Bintang Api, sepasang pemuda dari Sekte Teratai Putih, dan putri sulung Raja Es."


Xu Lao mengerutkan dahi, "Mereka semua adalah Murid Pewaris Sekte, calon Patriark dan Matriark masa depan. Selain itu, Pertemuan Kultivator Muda adalah tradisi dari aliran putih, lalu kenapa ada juga perwakilan dari Benteng Es Utara yang merupakan sekte aliran netral disana?"


Xu Lao keheranan karena terbilang wajar jika ada perwakilan Istana Bintang Api dalam Pertemuan Kultivator Muda karena sekte itu menjadi bagian dari sekte aliran putih setelah berakhirnya perang besar dua puluh tahun lalu.


"Senior, kita bisa kesampingkan apakah kabar konflik yang terjadi berkaitan dengan tradisi pertemuan itu atau tidak. Yang lebih penting, jika semua sekte bintang sepuluh aliran putih dan netral terlibat, ini akan menjadi masalah besar bagi aliran hitam. Bukan hal yang mustahil semua sekte itu membentuk aliansi untuk memusnahkan Sekte Awan Bulan yang berujung hilangnya keseimbangan dunia kultivator."


Memang, perang besar dunia kultivator yang terjadi selama ini melibatkan dua atau tiga sekte besar. Dalam kasus tertentu, ada perang yang melibatkan semua sekte aliran putih dan hitam seperti perang dua puluh tahun lalu.


"Entah apa yang menjadi pemicu konflik disana, tetapi Sekte Awan Bulan tidak akan semudah itu terintimidasi oleh aliansi putih-netral yang mungkin terbentuk seperti yang kau katakan..."


Xu Lao mengatakan itu karena keyakinannya pada Sekte Awan Bulan yang memiliki koneksi luas. Mereka bisa saja membentuk aliansi tandingan dengan mengajak sekte bawahannya atau bekerja sama dengan sekte besar lain.


Xu Lao menambahkan tentang peringatan Yutian yang beberapa kali pernah disampaikan pada petinggi Lembah Hati Racun, yaitu tentang Sekte Awan Bulan sebenarnya jauh lebih kuat daripada yang semua orang pikirkan, bahkan pada saat Lembah Hati Racun menjadi sekte nomor satu di aliran hitam dengan memiliki Yutian sebagai Gerbang Racun.


"Fakta sebenarnya yang tidak bisa dibantah adalah setelah perang besar terakhir, tidak ada sekte bintang sepuluh yang benar-benar bisa mengimbangi kekuatan penuh Sekte Awan Bulan. Terkecuali, dua sekte bintang sepuluh aliran putih saling bekerja sama atau Sekte Gunung Langit yang masih memiliki Dewi Pedang Api."


Suasana menjadi hening cukup lama, sampai kemudian terpecahkan karena sebuah tawa dari Xiao Ni. Semua pandangan mengarah padanya, mereka cukup terganggu dengan suara tawa Xiao Ni yang terdengar sangat mengejek. Mereka bahkan hampir melupakan keberadaannya yang ternyata masih ada disana karena terfokus pada informasi yang dibawa Hui Jin.


"Perang besar dunia kultivator, ya?" Xiao Ni mengelus dagunya sambil mengarahkan pandangan sedikit ke atas, "Menarik..." Xiao Ni tertawa lagi seolah ada yang lucu dengan ucapannya.


"Saat perang kultivator terjadi, Negeri Hutan Hijau hampir selalu menjadi wilayah pertempuran orang-orang bodoh yang lebih dulu mengandalkan otot daripada otak mereka. Jika memang tidak lama lagi terjadi perang dan itu di wilayah Negeri Hutan Hijau, aku penasaran... apakah Senior Feng akan melakukan hal yang sama seperti pada saat perang dua puluh tahun lalu?"


Xiao Ni menyeringai lebar, tidak lama setelah dia menyelesaikan ucapannya, suhu ruangan itu mendadak terasa dingin menakutkan.


---