
Jarak antara Benteng Es Utara dan Sekte Ombak Bunga terbilang dekat antara satu sama lain, sekitar tiga hari perjalanan. Kedua sekte juga mempelajari teknik dan sihir yang serupa, berunsur es dan air.
Jika Benteng Es Utara lebih mendalami teknik dan sihir unsur es, sementara itu Sekte Ombak Bunga lebih mendalami teknik dan unsur air.
Kedekatan hubungan dekat antara Xueyu dan Shui Hua juga dipengaruhi hal ini. Mereka pernah beberapa kali bertemu diluar sekte saat menjalankan misi. Selain itu, mereka memiliki kondisi fisik yang sedikit mirip, yaitu memancarkan hawa dingin dari tubuh mereka.
Bedanya, hawa dingin dari Xueyu karena 'efek samping' mempelajari Kitab Es Abadi, sedangkan hawa dingin dari Shui Hua karena tubuhnya adalah salah satu Tubuh Surgawi yang paling terkenal bernama Tubuh Yin, membuatnya sangat cocok mendalami teknik berunsur air maupun es.
Sama seperti Xueyu, Shui Hua ditunjuk sebagai salah satu Matriark Muda Sekte Ombak Bunga. Calon lainnya adalah seorang gadis yang datang bersamanya. Namanya Shui Mu, satu generasi dibawah Shui Hua, Xueyu, dan Xinhai. Shui Mu termasuk jenius muda yang bakatnya hanya dibawah Shui Hua diseluruh Sekte Ombak Bunga.
Jawaban atas pertanyaan Shui Hua pada Xueyu tentang raut wajah kesal gadis itu dijawab oleh Xinhai, membuat Shui Hua terkejut begitupun dua anggota Sekte Ombak Bunga yang datang bersamanya.
"Saudari Bing, dirimu calon istri murid Angin Timur?!"
Kabar mengenai kemunculan kembali Angin Timur yang disusul tentang kabar tentang muridnya sudah terdengar oleh Sekte Ombak Bunga. Sementara rombongan kecil Sekte Ombak Bunga mendengar kabar murid Angin Timur sedang berkelana saat dalam perjalanan sebelum bertemu rombongan kecil Benteng Es Utara.
Dibalik cadar biru muda tipisnya, Xueyu tersenyum kecut, "Saudari Shui, bisakah kita tidak membahasnya? Jangan seperti saudara sepupuku yang menyebalkan ini."
Xueyu melirik Xinhai, diikuti oleh Shui Hua. Pemuda itu hanya menyengir lebar seolah merasa tidak bersalah sama sekali.
Tetua Sekte Ombak Bunga melirik Tetua Benteng Es Utara, "Benteng Es Utara ternyata memiliki hubungan sedekat ini dengan Angin Timur. Sungguh sebuah kejutan."
Tetua Benteng Es Utara menghela napas panjang, "Ada beberapa detail cerita yang tidak bisa kukatakan. Semuanya adalah rencana Patriark kami, tetapi aku merasa ini sekedar wacana saja."
"Hm, meskipun begitu, artinya murid Angin Timur ini memiliki bakat dan kemampuan tinggi sehingga Patriark Bing membuat rencana perjodohan itu."
"Menurut Patriark kami, latar belakang pemuda ini lebih tinggi dari sekedar menjadi murid Angin Timur, tidak ada penjelasan terkait hal ini. Namun kuharap hanya kalian bertiga orang luar yang mengetahui kabar ini."
Tetua Benteng Es Utara sedikit menyayangkan sikap 'ember bocor' Xinhai.
"Baiklah, aku mengerti." Tetua Sekte Ombak Bunga menanggapi dengan menyimpan rasa penasaran yang cukup tinggi tentang murid Angin Timur.
***
Pertemuan rombongan kecil Sekte Awan Bulan, Yun Lian dan tiga pengawalnya dengan Yao Han memberi kesan cukup mendalam bagi mereka. Keempat orang ini tetap melanjutkan perjalanan ke Kota Harta Giok karena permintaan Yun Lian yang 'tidak bisa dibantah'.
"Anak muda sebelumnya itu... apakah dia memang benar-benar semuda yang terlihat? Praktik dan kekuatannya aneh sekali. Jelas dia kultivator Ranah Dasar, tetapi pancaran Qi-nya bisa menyamai Ranah Jiwa." Mo Zha berpendapat.
"Aku tidak yakin dia memiliki dan menggunakan pusaka yang bisa meningkatkan kekuatannya setinggi dan secepat itu..." Xie Hong menambahkan.
Sementara kedua pengawal Yun Lian itu 'berdiskusi', Yun Mohei diam merenung.
"Tetua Mohei, kenapa kau diam saja? Apa pendapatmu tentang pemuda yang kita temui sebelumnya?" tanya Mo Zha.
"Jangan bahas dia lagi. Lebih bagus kita tidak bertemu lagi atau berurusan dengannya?"
"Aku tidak percaya ini. Kau takut dengan kultivator bebas yang masih di Ranah Dasar? Kalau kau tidak bertindak tadi, aku bisa membunuhnya dengan mudah." Mo Zha membalas dengan senyuman pongah penuh ejekan.
"Sudah berapa lama kau hidup?! Ratusan tahun, bukan? Apa kau tidak bisa berpikir lebih jernih?! Meskipun kita tidak mengetahui latar belakangnya dengan jelas dan ditambah dia tidak ingin menyebutkannya, tetapi aku sangat yakin dia adalah murid orang itu."
"Orang itu siapa yang kau maksud?" Mo Zha meringis mengelus bagian kepala yang baru saja dipukul.
Yun Mohei berdecak keras, "Kau ini bodoh atau apa? Aku berpikir dia adalah pemuda yang dikabarkan berjulukan Tabib Teratai Biru, murid Angin Timur."
Xie Hong dan Mo Zha tersedak napas bersamaan, "Bagaimana mungkin?!"
"Kalian benar-benar bodoh. Terlepas trik apa yang digunakan sebelumnya, aura yang dilepaskannya mirip dengan orang itu... Ini juga menjadi alasan dia tidak takut dengan nama Sekte Awan Bulan."
Xie Hong dan Mo Zha menelan ludah gugup, hampir saja mencari masalah yang bisa membuat mereka mati mengenaskan. Dan yang lebih buruk, Sekte Awan Bulan bisa lenyap dari dunia kultivator.
"Jika tebakanku benar, aku sempat memiliki kekhawatiran dia akan mengadu pada gurunya. Namun melihat cara dia bersikap pada Nona Yun, aku ragu dia akan melakukan hal 'kekanakan' seperti itu."
"Ini berita sangat penting, kita harus memberitahu pada petinggi sekte."
Yun Mohei setuju dengan pendapat Xie Hong, "Kita bisa menyampaikannya nanti setelah pulang dari Kota Harta Giok. Kabar ini lebih baik disampaikan melalui pertemuan langsung."
***
Setelah beberapa kali mencari, Yao Han menemukan sebuah tempat sepi. Bing Lizi, Meirong, dan Yutian keluar dari Dimensi Pagoda dan segera membuat formasi pelindung berlapis yang membuat Yao Han aman dari pandangan maupun serangan orang lain.
Yao Han melanjutkan latihan kultivasinya. Puluhan pil-pil kualitas sempurna buatan sendiri dia konsumsi dan meledak di perutnya. Yao Han segera menyerap Qi dari pil maupun dari lingkungan sekitar.
Sementara ini, Yao Han memiliki praktik Ranah Dasar tingkat delapan belas untuk akar roh murni unsur api. Dalam latihannya ini, Yao Han ingin menaikkan praktik untuk akar roh murni unsur kayu.
Setengah jam berlalu, dari tubuh Yao Han memancarkan cahaya biru keemasan yang kemudian membentuk pilar cahaya menjulang ke langit, hanya saja pilar itu dibatasi oleh formasi pelindung.
Berhasil membuat akar roh unsur kayu naik tingkat, Yao Han menggunakan waktu lainnya untuk memperkokoh praktik. Setelah dirinya selesai, Bing Lizi dan dua gurunya kembali ke Dimensi Pagoda, tidak lupa Yao Han berterimakasih pada mereka.
Yao Han melanjutkan langkahnya menuju Sekte Bintang Ungu. Saat melewati jalan setapak, dirinya diam sejenak karena berpapasan dengan seorang gadis bertopeng besi.
Tatapan keduanya saling bertemu beberapa saat, sebelum gadis itu membuka suara dengan nada ketus.
"Apa kau lihat-lihat?!"
Catatan Author:
Yao Han ketemu cewek lagi, uhuy. Cantik gak ya? Hm...
Jangan lupa like, gaes.