Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 142 - Nyaris Pingsan



Rumah kayu buatan Yao Han terdapat empat ruangan kosong, dimana dua diantaranya telah terisi. Satu ruangan ditempati Xu Yang dan Xu Yin, satu ruangan lagi ditempati tujuh anggota Sekte Bintang Ungu.


Sedikit aneh memang, anggota sekte menengah seperti mereka mau saja diminta menunggu oleh seseorang tak dikenal, meskipun sebelumnya seseorang ini datang membantu mengatasi puluhan manusia setengah siluman yang mengepung mereka.


Namun pria dewasa diantara mereka memiliki pemikiran sedikit lebih jernih, karena Yao Han yang kemunculannya tiba-tiba menunjukkan kemampuan yang tinggi baginya. Pria ini bernama Zi Dan, salah satu tetua yang dimiliki Sekte Bintang Ungu dan berkekuatan Pondasi Bumi tahap puncak.


Bagi sekte menengah seperti Sekte Bintang Ungu, kultivator seperti Zi Dan menjadi salah satu tumpuan penting dan menjabat posisi yang cukup tinggi, serta memiliki pengaruh yang cukup besar di sekte.


Awalnya dia mengira Yao Han salah satu anggota Benteng Es Utara yang sedang berkelana karena menunjukkan salah satu sihir unsur es yang menurutnya tingkat tinggi, tetapi setelah melihat Yao Han membuat rumah kayu dari sihir unsur kayu yang langka, membuatnya berpikir ulang.


Dalam ruangan itu, Zi Dan diam sambil menebak-nebak identitas dan latar belakang Yao Han. Sementara enam murid yang bersamanya duduk gelisah sambil saling berdiskusi tentang Yao Han.


'Bisa menguasai sihir unsur es sekaligus sihir unsur kayu secara bersamaan... belum pernah aku mendengar ada kultivator seperti anak muda itu? Atau mungkin... dia kultivator senior yang menyamar? Tapi darimana dia berasal?' Zi Dan merasa kepalanya sakit memikirkan itu.


Hal lain yang membuat Zi Dan sedikit penasaran adalah praktik Yao Han. Dia membaca praktiknya berada di Ranah Dasar tingkat sembilan, tetapi setelah melihat dua sihir yang ditunjukkan Yao Han, Zi Dan meragukan praktik Yao Han yang dia baca, membuatnya sedikit lebih yakin Yao Han adalah kultivator senior yang menyamar.


Belum munculnya Yao Han setelah sekian lama menunggu, membuat Zi Dan dan enam murid yang bersamanya menjadi gelisah. Sementara Zi Dan masih berusaha bersabar menunggu, salah satu murid itu menyarankan agar mereka pergi diam-diam.


Zi Dan menegur murid itu karena sarannya bisa membuat Yao Han yang bisa jadi berasal dari latar belakang yang lebih tinggi dari mereka menjadi tersinggung. Lagipula mereka harusnya mengucapkan terima kasih setelah ditolong Yao Han dan belum ada keperluan mendesak untuk kembali ke sekte.


Tidak lama setelah itu, Yao Han muncul sambil tersenyum canggung. Zi Dan baru memperhatikan lebih teliti, ternyata aura disekitar Yao Han membuatnya cukup terintimidasi, padahal Yao Han tidak melakukan apapun.


"Maaf membuat kalian menunggu lama. Kondisi kakak teman seperjalananku jauh lebih buruk dari yang kudengar. Untunglah dia bisa melewati masa kritisnya."


Ucapan Yao Han membuat Zi Dan memikirkan beberapa hal, tetapi sedikit ragu dia tanyakan, kemudian bertanya hal lain.


"Saudara muda, sebenarnya apa yang terjadi pada anak muda itu? Benarkah dia kakak temanmu?" Zi Dan sedikit ragu ini sebuah kebetulan belaka.


"Benar. Temanku mengatakan dia sedang mencari kakaknya yang kabur dari sekte, padahal kondisinya sedang buruk. Namun syukurlah langit masih berbelas kasih mempertemukan kami. Jika lewat sehari saja, maka nyawanya pasti melayang."


Zi Dan memang sedikit banyak mengetahui kondisi Xu Yang, pemuda itu terluka sekaligus keracunan. Zi Dan juga menyampaikan mereka 'bertemu' dengan Xu Yang dalam perjalanan pulang ke sekte. Kondisi Xu Yang saat itu sudah terluka parah karena berhadapan dengan puluhan manusia setengah siluman.


'Nasib Saudara Xu sial dan beruntung dalam waktu hampir bersamaan...' Yao Han membatin lalu menghela napas panjang.


Perkiraan Yao Han, kondisi Xu Yang memburuk karena dia harus berhadapan dengan puluhan manusia setengah siluman dan menggunakan racun tingkat tinggi yang seharusnya tidak boleh digunakan. Kemungkinan lain adalah kondisi Xu Yang yang sudah memburuk sebelum berhadapan dengan manusia setengah siluman itu.


Tidak hanya petinggi Lembah Hati Racun, Yao Han sekalipun tidak habis pikir dengan isi kepala Xu Yang. Nekat mempelajari Kitab Racun Langit adalah satu hal, tetapi nekat pergi dari sekte seorang diri adalah hal lain, bahkan terkesan bunuh diri. Yao Han mungkin terlihat pergi sendirian, tetapi ada penghuni Dimensi Pagoda yang bersama dan menjaganya.


"Saudara muda, kau bilang temanmu berasal dari sekte? Sekte mana yang kau maksud?" Zi Dan memiliki firasat buruk setelah mengetahui Xu Yang, pemuda yang berusaha mereka tolong dari kepungan puluhan manusia setengah siluman berasal dari sekte.


"Oh, mereka berasal dari Lembah Hati Racun."


Yao Han menjawab santai tanpa beban, sementara tujuh orang didepannya menarik napas kaget.


"Lembah Hati Racun?!"


Raut wajah Zi Dan menjadi pucat, sementara enam lainnya sudah hampir pingsan hanya mendengar nama sekte itu. Sekarang Zi Dan memahami kegelisahan enam murid yang bersamanya dan seharusnya setuju untuk pergi diam-diam. Mereka baru saja berurusan dengan salah satu sekte terbesar aliran hitam.


"Kau... kau..." Zi Dan menunjuk Yao Han takut-takut, "Kau berasal dari Lembah Hati Racun juga?"


Yao Han sedikit terkejut dengan reaksi mereka, tetapi dia segera memakluminya. Nama Lembah Hati Racun memang menakutkan untuk anggota sekte menengah seperti mereka.


Selain bersebrangan aliran, perbedaan kekuatan antara dua sekte membuat mereka begitu ketakutan. Sedikit saja salah ucap bisa membuat Sekte Bintang Ungu rata menjadi tanah dan tinggal sejarah.


"Tenang, Senior Zi, aku bukan berasal dari Lembah Hati Racun. Aku kultivator bebas, tidak berasal atau terikat sekte manapun. Kalau senior khawatir diantara kami akan berbuat buruk pada kalian, itu tidak akan terjadi, aku bisa jamin itu."


Zi Dan menelan ludah gugup, ketakutan membuat otaknya tidak bisa diajak berpikir jernih. Entah Yao Han berkata sebenarnya atau tidak.


"Aku bertemu temanku secara tidak sengaja, begitupun dengan kakak temanku ini. Dan senior akan lebih terkejut jika aku mengatakan mereka berdua anak Patriark Lembah Hati Racun." Yao Han tertawa kecil.


Sepertinya Yao Han harus berlatih kapan dia harus bercanda atau tidak karena ucapannya barusan membuat Zi Dan dan lainnya nyaris pingsan. Bertemu dengan anggota biasa Lembah Hati Racun saja sudah menjadi masalah, apalagi anak seorang Patriark.


"Senior dan para saudara sekalian tidak perlu takut pada Lembah Hati Racun. Bukankah kalian berusaha menolong salah satu anggota mereka? Kalau mereka mencari masalah dengan kalian, aku yang akan maju berhadapan dengan mereka."


Zi Dan hampir mengumpat dengan ucapan Yao Han yang begitu enteng. Disisi lain dia jadi lupa untuk menggali informasi tentang identitas Yao Han.


---