
Di Benua Bulan Biru, terdapat sepuluh tempat yang disebut sebagai tempat paling berbahaya sekaligus terlarang dikarenakan resiko kematian yang tinggi di tempat tersebut. Tidak hanya tingginya resiko kematian, juga disebut terlarang karena alasan tertentu.
Dalam catatan sejarah yang diketahui, yang bisa bertahan hidup dan keluar dari sepuluh tempat terlarang itu hanya satu dari sepuluh orang atau terkadang satu dari seratus orang. Namun jarang ada orang yang berhasil tetap hidup tanpa terluka.
Tempat paling berbahaya dan terlarang itu antara lain Pulau Bulan Bintang, Hutan Kabut Racun, dan Gurun Kematian.
Diantara sepuluh tempat itu, Pulau Bulan Bintang menempati urutan pertama. Resiko kematiannya memang paling kecil, tapi tidak menutup kenyataan pulau itu dihuni begitu banyak siluman. Pada zona bahaya saja, terdapat ratusan atau mungkin ribuan siluman yang sudah menjelma menjadi Raja atau Ratu Siluman.
Hanya saja, sejak seribu tahun terakhir, Pulau Bulan Bintang lebih menakutkan karena menjadi kediaman Angin Timur Feng Xian yang tinggal di puncak gunung di tengah pulau. Feng Xian dianggap lebih berbahaya daripada beberapa Raja atau Ratu Siluman sekalipun.
Tempat berbahaya lainnya adalah Lembah Petir Abadi. Dinamakan demikian karena tempat itu selalu ditutupi awan mendung pekat dan turun petir yang saling bersahutan seolah tanpa henti.
Suara petir yang turun selalu menggelegar dan diikuti petir lainnya. Tidak jarang belasan bahkan puluhan petir yang turun, membuat orang yang mendengarnya dari jarak jauh menjadi ketakutan karena suaranya jauh lebih keras dan menggelegar, bahkan tanah ikut bergetar.
Diyakini tidak ada kehidupan di Lembah Petir Abadi, kecuali tanaman sihir. Dan ada yang menduga tempat itu terdapat beberapa batuan dan mineral langka yang berharga.
Sekalipun ada kehidupan, setidaknya baru ada dan terlihat sekitar seratus kilometer dari bagian terluar Lembah Petir Abadi.
Saat ini, Feng Xian dan Xiao Ni sedang melayang sekitar satu kilometer dari bagian luar Lembah Petir Abadi. Tatapan keduanya datar mengarah ke depan.
Beberapa kali Feng Xian pernah melewati Lembah Petir Abadi dan melihat dari kejauhan, tapi mendatangi tempat yang dia sebut sebagai tempat terkutuk itu adalah yang pertama kali.
"Tempat itu terlihat lebih menakutkan daripada yang kubayangkan." Xiao Ni buka suara lalu menghela napas panjang, setelah keduanya menyaksikan belasan petir turun dan menimbulkan suara keras memekakkan telinga.
"Kau takut? Kusarankan kau kembali ke Pulau Bulan Bintang." Feng Xian menanggapi dengan maksud mengejek.
"Takut? Tidak." Xiao Ni berkilah. "Jauh-jauh datang kemari lalu segera kembali hanya membuang banyak tenaga."
Menurut Xiao Ni, jika harus memilih, maka dia lebih baik bertarung dengan beberapa Raja atau Ratu Siluman yang berada di zona bahaya Pulau Bulan Bintang daripada harus memasuki Lembah Petir Abadi. Kalau bukan karena ada kemungkinan Xi Lei berada di tempat itu, Xiao Ni tidak akan mengikuti Feng Xian.
Bukan tanpa alasan Bing Lizi meminta Feng Xian memeriksa keberadaan Xi Lei disana. Bing Lizi sekalipun dalam puncak kekuatannya tidak mampu bertahan lama menjelajahi Lembah Petir Abadi, begitupun dengan Chen Long. Menurutnya, hanya Feng Xian orang yang cocok untuk pergi kesana.
Sebelum memutuskan masuk ke Lembah Petir Abadi, Feng Xian membentuk mantra tangan lalu terbentuklah perisai pelindung berbentuk bola besar yang terbuat dari sihir unsur angin. Perisai bola angin ini akan melindungi mereka dari serangan petir dan pendengaran mereka.
Beberapa meter setelah keduanya memasuki Lembah Petir Abadi, belasan petir turun menyambar ke arah mereka.
Blarrr! Blarrr! Blarrr!
Belasan petir itu menghantam perisai bola angin yang melindungi Feng Xian dan Xiao Ni, menimbulkan suara keras, tapi terdengar pelan oleh Feng Xian dan Xiao Ni.
"Tempat ini seolah mengerti mendapatkan pengunjung, lalu mengirim belasan petir sebagai sambutan." Xiao Ni teratas kecil melihat kegagalan belasan petir itu yang seperti ingin menyerang mereka berdua.
Tidak lama kemudian, turun lagi belasan petir, kali ini serangannya lebih kuat daripada sebelumnya, tapi tetap tidak bisa menghancurkan perisai bola angin.
Kemudian untuk ketiga kalinya, turun petir lagi. Jumlahnya puluhan dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
"Dasar petir-petir menyebalkan." Xiao Ni mengumpat dan menatap jengkel ke atas langit hitam. Sementara Feng Xian hanya menatap datar.
Tanpa memiliki petunjuk, Feng Xian bingung memulai pencarian ke arah mana. Dia menggunakan Indera Surgawi sebagai pelacak lalu berdecak kesal mendapati jangkauan Indera Surgawi miliknya terbatas karena kondisi ekstrim Lembah Petir Abadi.
Petir-petir yang turun menyambar di hampir seluruh bagian Lembah Petir Abadi membuat jangkauan Indera Surgawi siapapun menjadi terbatas. Padahal tempat itu tidak memiliki formasi penghalang Indera Surgawi seperti halnya Kota Harta Giok.
Feng Xian kemudian kemudian terbang lurus sambil melihat ke sekeliling menggunakan Indera Surgawi dalam cakupan terbatas.
Tidak ada yang tahu pasti luas Lembah Petir Abadi karena tidak pernah ada yang mau mencoba menelitinya, sehingga Feng Xian hanya bisa terus masuk ke bagian lebih dalam untuk mendapatkan petunjuk.
Semakin ke dalam, suasananya semakin mencekam. Petir-petir yang turun juga semakin banyak dan kuat. Namun lagi-lagi, perisai bola angin buatan Feng Xian tidak mampu ditembus.
Mereka sudah menghabiskan waktu sekitar dua jam, tapi belum menemukan hasil. Feng Xian hampir saja mengumpat karena frustasi, pada saat yang sama dia melihat daratan di Lembah Petir Abadi bergetar.
"Hm? Apa yang terjadi?"
Mulanya, getaran itu pelan yang perlahan semakin kencang. Sebelum Feng Xian menemukan jawaban atas keanehan itu, muncul sebuah pilar cahaya keemasan dikejauhan yang menjulang menembus langit dari arah barat posisinya saat ini.
"Senior, bukankah itu..."
"Ya, kau benar. Ada yang memasuki Ranah Jiwa."
Fenomena kemunculan pilar cahaya itu adalah tanda kultivator manusia, hewan roh, atau siluman berhasil memasuki Ranah Jiwa. Warna keemasan pilar cahaya itu menunjukkan sebelumnya berhasil memasuki Ranah Inti dengan membentuk Inti Emas, jenis inti terkuat.
Feng Xian dan Xiao Ni mematung cukup lama, tidak menduga akan melihat fenomena tersebut di Lembah Petir Abadi, sampai daratan berhenti bergetar dan pilar cahaya keemasan menghilang.
Beberapa tarikan napas berikutnya, terdengar suara auman menggelegar yang lebih keras dibandingkan suara petir-petir menyambar di Lembah Petir Abadi, yang berasal dari arah yang sama dengan kemunculan pilar cahaya sebelumnya.
Aauuuuuuu!!!
Suara auman itu sempat membuat Feng Xian dan Xiao Ni menahan napas sejenak karena perisai bola angin yang melindungi mereka sampai bergetar.
"Hewan roh? Atau siluman?"
Feng Xian sama penasarannya dengan Xiao Ni, tidak menyangka ada kehidupan hewan buas di Lembah Petir Abadi. Setidaknya dari suara auman itu diketahui hewan buas yang baru saja memasuki Ranah Jiwa adalah seekor serigala.
Bersambung...