
Feng Xian tertawa pelan menyadari 'kecurigaan' She Liu. Tidak langsung menjawab, dia mengulurkan sebuah slip giok. She Liu menerima sedikit ragu dan melihat isinya bergantian dengan Xu Lao.
Xu Lao dan She Liu sama-sama mengerutkan dahi melihat isi slip giok itu. Bukan tulisan, melainkan 'gambar' sosok pemuda belasan tahun berwajah ramah dan tersenyum hangat. Matanya berwarna abu-abu senada dengan jubah yang dia kenakan.
"Kau benar, orang yang kumaksud adalah muridku. Namanya Yao Han. Kalian tidak perlu khawatir apakah dia mau membantu atau tidak, karena dia pasti mau melakukannya."
"Senior, aku tidak mengerti. Jika muridmu bisa membantu kami dengan kemampuannya, bukankah seharusnya dirimu juga bisa? Mengingat dirimu adalah gurunya."
"Logika sederhananya begitu, tetapi cara pengobatanku selain lama, juga mungkin akan menimbulkan efek samping jangka panjang. Sementara muridku, dia memiliki cara yang jauh lebih efektif tanpa efek samping sama sekali."
Feng Xian juga menambahkan, beberapa bulan lalu, Patriark Benteng Es Utara, Raja Es Bing Houyi menemui dirinya tidak lama setelah dia menghilangkan formasi yang membuat Pulau Bulan Bintang tidak terlihat oleh orang lain. Bing Houyi juga orang pertama yang mengetahui dirinya membuka diri kembali pada dunia luar.
Bing Houyi datang bersama anak bungsunya, Bing Yunzi yang sakit. Bukan dirinya yang menyembuhkan bocah kecil malang itu, melainkan muridnya, Yao Han. Selain menyembuhkan penyakit Yunzi ,Yao Han juga membantu membersihkan jalur meridiannya sehingga bisa menjalani praktik keabadian.
Xu Lao dan She Liu masih mengingat kondisi Yunzi saat itu kurang lebih sama buruknya dengan kondisi Xu Yang sekarang, dan mereka sekalipun tidak bisa menyembuhkan Yunzi dengan sempurna tanpa efek samping.
Mendengar penjelasan Feng Xian, keduanya mendapat kejutan pada sebuah kebenaran yang hampir tidak bisa dipercaya. Meskipun sedikit ragu, mereka berusaha tidak menunjukkannya pada Feng Xian.
Meskipun dibuat kebingungan, mereka juga tidak berani menganggap Feng Xian membual tentang kemampuan muridnya yang tampak lebih muda dari Xu Yang, karena Feng Xian terkenal menjunjung tinggi harga dirinya.
"Berdasarkan ceritamu Senior, tidak mengherankan muridmu mendapatkan julukan di dunia kultivator dalam waktu singkat."
"Itu bukan hal penting yang perlu dibahas saat ini. Aku menyuruh kalian menemui muridku karena selain kemampuan pengobatannya lebih baik dariku, darinya kalian akan mendapat sebuah kejutan yang akan mempengaruhi Lembah Hati Racun secara keseluruhan."
"Apa maksudmu, Senior Feng?"
Kejutan yang mempengaruhi Lembah Hati Racun? Tentu saja itu hal besar dan sangat penting untuk mereka.
"Aku tidak bisa mengatakannya, lebih tepatnya, aku tidak berhak mengatakannya. Kalian akan tahu jika sudah bertemu dengan muridku."
Xiao Ni yang sejak awal ada disana dan ikut mendengarkan percakapan mereka ingin mengutuk Feng Xian. Menurutnya, lebih baik Feng Xian langsung saja berkata terus terang dan segera menghubungi Yao Han agar kembali ke Pulau Bulan Bintang.
Namun satu hal yang membingungkan Xiao Ni adalah Xu Lao dan She Liu tidak membawa Xu Yang ikut ke Pulau Bulan Bintang agar bisa langsung diobati, terlepas apakah Feng Xian bersedia mau membantu atau tidak.
Hal yang sama kemudian ditanyakan Feng Xian dan setelah mengetahui jawabannya, membuat Angin Timur itu mendengkus geli.
"Ada yang salah dengan isi kepala bocah Xu Yang ini. Apa dia berniat mati di luar sekte? Tidak hanya keras kepala, dia juga bodoh. Tidakkah dia sadar menambah beban kalian dan ayahnya? Heh." Feng Xian tidak bisa tidak menertawakan tingkah laku Xu Yang.
Feng Xian mengingatkan agar mereka segera mencari muridnya yang sedang berkelana di wilayah Negeri Hutan Hijau. Dari Yutian, Feng Xian mengetahui Lembah Hati Racun memiliki kelompok kultivator pelacak khusus, jadi seharusnya akan lebih mudah mencari Yao Han.
"Baiklah, Senior Feng. Kami pamit undur diri."
Selepas kepergian dan tidak terlihat bayangan Xu Lao dan She Liu, Xiao Ni bertanya pada Feng Xian.
"Senior, kenapa kau tidak memberitahu posisi muridmu? Setidaknya mereka beban mereka sedikit lebih ringan."
"Memangnya apa peduliku? Kecuali mereka mau membayar mahal untuk informasi yang aku berikan, mungkin aku akan melakukannya. Biarkan saja mereka berusaha lebih keras."
Xiao Ni menatap jengkel Feng Xian. Andai saja dirinya lebih kuat daripada Angin Timur itu, sudah sejak lama dia mendaratkan satu atau dua pukulan di kepala Feng Xian karena sikap buruknya.
"Muridmu Yao Han akan protes jika mengetahui sikapmu, Senior Feng. Tanpa kau sadari, kau bersikap kejam karena seolah membiarkan bocah Xu Yang itu bisa mati keracunan kapan saja."
"Bukan salahku bersikap kejam, bocah itu saja yang bodoh. Karena bocah itu sedang berada di luar sekte, ada kemungkinan dia akan bertemu Xiao Han."
"Bagaimana bisa kau berpikir itu mungkin? Posisi keduanya saja berada di dua negeri berbeda.
Feng Xian menyeringai tipis, "Takdir langit siapa yang tahu."
***
Kembalinya Yao Han dengan selamat tanpa luka sama sekali membuat Hua Ren bisa bernapas lega. Yao Han tidak tahu Hua Ren selalu khawatir sejak dia pergi memburu siluman di sekitar Kota Bukit Bunga.
"Walikota, malam ini datanglah ke rumahku. Aku akan mengobati tanganmu."
"Apa maksudmu dengan mengobati? Tanganku ini buntung, apa kau bisa menumbuhkannya kembali?" Hua Ren merasa Yao Han sedang bercanda dan memberikan harapan palsu padanya.
"Ya, itulah maksudku."
"Eh? Kau bisa melakukannya?!"
Melihat sorot mata keyakinan Yao Han, Hua Ren mencoba percaya. Sebenarnya Yao Han tidak bisa melakukannya dengan kemampuannya sendiri, dia masih butuh bantuan luar.
Meirong ingat muridnya itu pernah berjanji mencari cara untuk membuat kondisi Hua Ren lebih baik, sehingga dirinya memutuskan ikut membantu dengan cara memberikan satu bulu Feniks-nya yang berharga untuk menumbuhkan kembali tangan Hua Ren yang buntung.
Malam harinya, Hua Ren datang dengan penuh semangat sekaligus penasaran. Yao Han memberi pesan agar Hua Ren tidak memberitahu siapapun secara rinci cara pengobatan yang dia lakukan. Setelah Hua Ren berjanji dengan bersungguh-sungguh, barulah Yao Han memulai prosesnya.
Ditangan kiri Yao Han, ada satu bulu unik berwarna merah keemasan. Hua Ren penasaran dan berusaha tidak bertanya tentang bulu itu karena memancarkan aura aneh yang hangat.
"Walikota, ini akan sedikit tidak nyaman, tolong bertahanlah."
Hua Ren merasa was-was, tetapi meyakini Yao Han tidak berniat buruk padanya. Hua Ren menarik napas dalam dan mengangguk pelan.
Prosesnya terbilang mudah, Yao Han cukup menempelkan bulu Feniks pada bagian tangan yang buntung. Bulu itu kemudian terbakar dengan sendirinya dan berkumpul pada satu titik. Sakit dan panas, itulah rasa tidak nyaman yang dirasakan Hua Ren.
Selain bulu Feniks, Yao Han juga mengalirkan Qi murni unsur kayu dan air dalam jumlah cukup besar untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses regenerasi bagian tubuh yang hilang.
Keajaiban pun terjadi. Hua Ren melebarkan matanya saat melihat lengan bawah tangan kirinya secara perlahan tumbuh kembali.
Tidak sama dengan sebelumnya, tangan kiri Hua Ren yang baru jauh lebih kuat.