
Tiba di Pulau Bulan Biru, klon Feng Xian membagikan informasi tentang konflik yang melibatkan banyak sekte bintang sepuluh di Kota Harta Giok melalui dua slip giok yang dibaca Feng Xian yang asli dan Xiao Ni.
Feng Xian merapal mantra tangan dan kemudian klon dirinya menghilang menjadi butiran cahaya berwarna biru terang.
Setelah membaca semua informasi melalui slip giok, Feng Xian bergumam tak jelas sambil mengelus janggut hitam pendeknya.
"Seperti yang pernah disampaikan Raja Es saat dia datang kemari beberapa bulan lalu, setelah terakhir kali muncul generasi emas lima ratus tahun lalu, saat ini muncul lagi generasi emas terbaru. Bahkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan generasi emas lima ratus tahun lalu."
Generasi emas diartikan sebagai generasi kemunculan beberapa kultivator muda yang belum mencapai usia dua puluh tahun yang memiliki bakat sangat tinggi. Umumnya, mereka berpeluang mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas dan membentuk Pondasi Langit yang dianggap sebagai pondasi terkuat.
Jagoan Empat Penjuru, Tian Jian, Meirong, dan Yutian adalah beberapa orang yang pernah menjadi generasi emas dunia kultivator dimasa muda mereka.
Xiao Ni tertawa kecil, "Senior, muridmu termasuk generasi emas saat ini, tapi dia adalah kultivator muda terbaik diantara semuanya."
Feng Xian tersenyum tipis, "Kau benar. Tidak salah aku menyebutnya sebagai monster kecil."
Xiao Ni tertawa keras cukup lama, "Kau adalah monster tua, sementara muridmu adalah monster kecil. Kalian benar-benar pasangan guru dan murid yang mengerikan."
Xiao Ni tersentak kaget saat dirinya teringat sesuatu, "Ah! Aku hampir melupakannya." Xiao Ni kemudian menyerahkan dua cincin ruang pada Feng Xian, "Itu adalah hadiah yang diberikan Lembah Hati Racun padamu dan Xiao Han."
Feng Xian memeriksa isinya dan menemukan salah satu cincin berisi penuh batu roh, sementara cincin lainnya berisi campuran batu roh dan banyak tanaman sihir berharga.
"Sebenarnya aku tidak berperan banyak dalam kesembuhan keponakan Xiao Tian itu, jadi hadiah ini lebih tepat diberikan pada Xiao Han."
Feng Xian kemudian menyimpan dua cincin ruang itu lalu menatap ke langit, "Perang yang akan datang bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan dunia kultivator. Apapun itu, aku tidak akan tinggal diam jika perang terjadi lagi atau meluas sampai ke wilayah Negeri Hutan Hijau."
Xiao Ni menatap Feng Xian bingung, "Apa kau akan turun tangan kedua kalinya, Senior?"
"Hanya jika muridku terseret dalam perang dan terjadi sesuatu yang buruk padanya."
***
"Hatchi-! Hatchi-! Hatchi-!"
Zi Dan begitupun enam murid yang bersamanya menatap Yao Han sedikit prihatin. Beberapa jam mereka berjalan menuju Sekte Bintang Ungu, tidak terhitung berapa kali Yao Han bersin.
"Kau baik-baik saja, Saudara Muda?"
"Aku baik-baik saja, Senior. Mungkin ada orang yang sedang membicarakanku. Hatchi-!"
Zi Dan tersenyum canggung. Dia merasa Yao Han adalah kultivator muda yang hebat, tapi ternyata percaya dengan takhayul semacam itu, terlebih Yao Han terlihat seperti sarjana muda yang berpengetahuan luas.
Selama perjalanan menuju Sekte Bintang Ungu, mereka sempat mendapat beberapa halangan ringan, seperti siluman ataupun kultivator yang mencoba merampok. Namun semua bisa diatasi dengan mudah.
Yao Han bisa merasakan kepadatan Qi disana separuh kepadatan Qi di Kota Cahaya Bulan. Hal yang wajar mengingat Sekte Bintang Ungu adalah sekte bintang empat yang hampir naik tingkat menjadi bintang lima. Sementara umumnya, sekte bintang sepuluh berdiri diwilayah kepadatan Qi tinggi yang menyamai kepadatan Qi di Pulau Bulan Bintang.
Yao Han sempat menjadi pusat perhatian selama beberapa saat karena penampilannya yang berbeda dari yang lain. Sebelum ini, saat rombongan kecil mereka masuk ke sekte, penjaga Sekte Bintang Ungu terlihat penasaran dengan Yao Han.
Yao Han diminta menunggu diruang tunggu yang biasanya disediakan untuk para tamu sekte dan ditemani oleh enam murid yang sebelumnya bersama dengan Zi Dan. Sementara Zi Dan menghadap Patriark dan melaporkan keberadaan Yao Han.
Tidak sampai setengah jam, muncul beberapa orang di ruang tamu. Enam murid yang menemani Yao Han terkejut, lalu berdiri dan memberi salam.
"Salam pada Patriark. Salam pada Tetua Agung. Salam pada para Tetua."
Yao Han ikut berdiri dan memberi salam hormat seadanya. Beberapa orang yang datang adalah Patriark Sekte Bintang Ungu Zi Xing, Tetua Agung Zi Ming, dan empat tetua sekte yang salah satunya adalah Zi Dan.
Perhatian mereka hanya tertuju sebentar pada enam murid itu sebelum memperhatikan Yao Han lebih teliti, yang membuat mereka sempat menahan napas selama beberapa saat.
Terlepas dari wajah Yao Han yang tersenyum ramah dan pembawaannya yang tenang, tapi Aura Sang Penakluk warisan Feng Xian yang mengelilingi tubuhnya membuat petinggi Sekte Bintang Ungu itu merasa terintimidasi.
"Kami sudah mendengar kabar tentang kemunculan kembali Senior Angin Timur dan keberadaan muridnya yang berjulukan Tabib Teratai Biru. Lalu beberapa saat lalu, kami mendengar murid beliau sedang berkunjung kemari. Namaku Zi Xing, Patriark Sekte Bintang Ungu, sebuah kehormatan bagi kami kau bersedia datang kemari, Saudara Yao."
Yao Han tersenyum agak canggung dengan sikap hormat Zi Xing, "Anda terlalu sungkan, Patriark Zi. Mohon bersikap biasa saja, aku kemari hanya untuk menemui salah satu kenalanku dan menyampaikan pesan penting padanya."
"Baiklah, aku mengerti. Silahkan tinggal disini sampai urusanmu selesai, Saudara Yao. Katakan pada kami jika ada sesuatu yang kau butuhkan."
"Terima kasih banyak, Patriark. Namun aku berencana tidak lama menemui kenalanku ini, mungkin tidak sampai dua jam."
Zi Xing sedikit kecewa, karena dia ingin menahan Yao Han sedikit lebih lama di sektenya.
"Ah, begitukah? Tapi hari sudah menjelang malam, lebih baik kau menginap disini meski semalam. Dan... maafkan kelancanganku karena terus terang kami ingin membeli pil darimu, Saudara Yao."
Cukup khawatir Zi Xing dengan ucapannya yang bisa menyinggung Yao Han. Sementara itu, Yao Han diam untuk berpikir sejenak. Meirong memberi pesan telepati agar Yao Han menerima tawaran Zi Xing. Tidak ada salahnya menunda perjalanan sejenak karena bisa mendapatkan penghasilan dari menjual pil buatannya.
"Baiklah, Patriark. Aku menerima tawaranmu. Sebenarnya aku hanya membawa sedikit pil dan belum sempat membuatnya lagi. Kuharap kalian sabar menunggu dan aku akan memberikan harga diskon jika kalian menyediakan bahan baku dari pil yang kalian butuhkan."
"Oh, tentu saja kami bisa menunggu. Terima kasih banyak, Saudara Yao." Zi Xing sangat senang, sebelumnya Zi Dan menunjukkan pil kualitas sempurna buatan Yao Han dan membuatnya sangat tertarik, "Baiklah, kami akan menyediakan ruangan untukmu. Tetua Zi, aku serahkan semuanya padamu."
"Baik, Patriark."
Petinggi sekte itu, kecuali Zi Dan meninggalkan ruang tamu dengan perasaan senang. Sementara Yao Han dibawa oleh Zi Dan menuju sebuah ruangan kosong yang menjadi tempat tinggal sementarannya di Sekte Bintang Ungu.
---