Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 179 - Rencana Tiga Pengawal



Tiba-tiba Yun Mohei diserang sakit kepala yang hebat saat menyadari Yun Lian yang dia kawal bersama dengan dua tetua lainnya menghilang. Selain panik, dia juga kesal dengan dua tetua pengawal bersamanya karena tidak bisa mengawasi Yun Lian dengan benar.


Yun Mohei merasa dirinya tidak berguna. Kultivator sepuh yang memiliki kekuatan di Ranah Jiwa Agung seperti dirinya tidak becus menjaga seorang kultivator Ranah Dasar.


Sedikit menyesal dia menyerahkan pengawasan sepenuhnya pada Xie Hong dan Mo Zha, seharusnya bukan dia yang berada berjalan diposisi depan.


"Aish... aku merasa nyawaku berada diujung tanduk." Yun Mohei mengusap wajahnya frustasi.


Terbayang dalam benaknya kemarahan besar Yun Ming padanya, terlebih dia adalah orang kepercayaan Patriark Sekte Awan Bulan yang berjulukan Gerbang Maut itu. Xie Hong dan Mo Zha ikut merasa bersalah, keduanya saling melirik dan menggaruk kepala mereka yang sebenarnya tidak gatal.


Mereka bertiga akhirnya sepakat berpencar mencari keberadaan Yun Lian yang entah bagaimana bisa lepas dari pengawasan ketiganya. Selepas beberapa waktu, mereka berkumpul kembali dengan raut wajah yang lebih kusut bercampur keseriusan.


"Meskipun belum menemukan jejak Nona Yun, kurasa kita menemukan satu hal yang kurang lebih sama." Yun Mohei memecah keheningan sesaat setelah melirik Xie Hong dan Mo Zha bergantian.


Xie Hong dan Mo Zha saling melirik sebelum menghela napas panjang lalu mengangguk pelan. Ketiga tetua Sekte Awan Bulan ini baru saja mendapat informasi bahwa ada sejumlah rombongan kecil sekte aliran putih bintang sepuluh memasuki Kota Harta Giok.


"Aku melihat langsung dari kejauhan rombongan kecil Sekte Teratai Putih." Xie Hong memberitahu temuannya.


"Ada yang lebih aneh lagi. Kudengar dari orang-orang sekitar bahwa ada juga rombongan kecil sekte aliran netral bintang sepuluh." Yun Mohei menghela napas panjang.


"Apa?" Mo Zha sedikit terkejut, dahinya mengerut dalam. "Apa yang mereka semua lakukan di kota ini? Kenapa tiba-tiba mereka kebetulan berkumpul di kota ini?"


Yun Mohei merasa kedatangan rombongan kecil sekte bintang sepuluh aliran putih dan netral ada hubungannya dengan lelang yang mungkin akan diadakan di Kota Harta Giok, tetapi disisi lain dia juga ragu, karena rombongan kecil mereka sendiri tidak mendengar kabar apapun tentang lelang selama dalam perjalanan kemari.


"Jika itu hanya rombongan dari sekte aliran putih yang datang bersamaan, sepertinya kita bisa menebaknya." Xie Hong bergumam pelan.


"Apa yang kau maksud, Tetua Xie?" tanya Mo Zha. Dia masih belum mendapat gambaran tentang situasinya.


Yun Mohei membantu menjawab. "Apalagi jika bukan tradisi sekte aliran putih bintang sepuluh, Pertemuan Kultivator Muda. Ini bukan sebuah kebetulan."


Mo Zha diam sejenak memikirkan tiga kata itu sebelum berseru pelan. "Ah, iya. Aku ingat. Lalu bagaimana dengan rombongan dari sekte aliran netral?"


"Hm, yang aku tahu, Menara Harta Giok sudah menjadi penyelenggara pertemuan ini selama beberapa kali dalam beberapa puluh tahun terakhir, jadi keikutsertaan mereka bukan hal yang mengejutkan. Namun tiga sekte lainnya..." Xie Hong tidak bisa menyelesaikan kalimatnya. Dia berpikir keras bersama dengan dua tetua lainnya.


"Apa mungkin mereka tiba-tiba membuat sebuah aliansi? Aliansi putih dan netral. Jadi ada kemungkinan bukan sekedar Pertemuan Kultivator Muda seperti biasa." Yun Mohei menyuarakan pikirannya lalu berdecak pelan.


Yun Mohei sekarang mengetahui alasan dibalik timbulnya firasat buruk yang dia rasakan sebelumnya tidak lama setelah memasuki Kota Harta Giok.


Sebagai salah satu kultivator yang sudah mencapai tingkat Ranah Jiwa Agung sekaligus menjadi tangan kanan Gerbang Maut dari salah satu sekte aliran hitam terkuat saat ini, Yun Mohei tidak pernah takut atau gentar jika bertarung atau berhadapan dengan situasi apapun yang berasal dari sekte aliran putih ataupun netral.


"Aish, apapun itu yang jelas kita harus secepatnya menemukan Nona Yun dan pergi dari kota ini. Aku khawatir Nona Yun tidak sengaja bertemu dengan salah satu dari rombongan mereka dan terlibat dalam masalah yang tidak kita inginkan."


Xie Hong dan Mo Zha sependapat dengan Yun Mohei. Sekarang satu-satunya dalam benak mereka adalah segera menemukan Yun Lian dan pergi dari Kota Harta Giok.


Mereka sepakat dalam benak mereka bahwa tidak perlu mengkhawatirkan Yun Lian yang mungkin bertemu dengan rombongan Benteng Es Utara atau Menara Harta Giok, karena kedua sekte ini tidak akan peduli pada apapun jika bukan ada sangkut pautnya dengan mereka.


Mo Zha mengusulkan sebuah rencana gila agar pencarian mereka lebih efektif, sebuah hal yang sempat ditentang Yun Mohei.


"Apa kau kehilangan kewarasanmu, Bocah Mo? Resikonya terlalu besar."


"Tidak ada cara lain, Tetua Mohei. Jika rencanaku berjalan dengan lancar, kita bisa menemukan Nona Yun lebih cepat. Nona Yun bisa mendatangi lokasi kita berada atau setidaknya mengetahui bahwa kita mencarinya karena situasi genting."


"Aku setuju dengannya, Tetua Mohei. Kurasa rencana ini akan bekerja. Resikonya memang berat, tetapi semua demi Nona Yun. Aku juga tidak menemukan cara lain lagi." Dalam situasi seperti ini, Xie Hong satu suara dengan Mo Zha.


Yun Mohei menghela napas panjang. "Baiklah, ayo kita jalankan rencananya."


Ditempat lain, didalam sebuah gedung yang bagian dalamnya sudah ditata sedemikan rupa untuk sebuah pertemuan, ada dua pemuda belasan tahun yang keluar dari sebuah ruangan. Kedua pemuda ini baru saja mendapat nasihat panjang dari salah satu Tetua Menara Harta Giok.


Pemuda yang pertama bernama Bao Wei, anak satu-satunya Bao Fan, Patriark Menara Harta Giok saat ini sekaligus yang dijuluki sebagai Raja Harta. Sedangkan pemuda lainnya yang terlihat lebih muda adalah Fang Jun, anak salah satu tetua yang cukup penting Menara Harta Giok.


Usia keduanya hanya berselisih tiga tahun dan merupakan dua dari tiga anak muda paling berbakat generasi saat ini yang dimiliki Menara Harta Giok. Satu anak muda lainnya adalah Qian Yue.


"Kau tahu, Wei-gege, telingaku terasa panas. Tetua tadi seolah tidak akan berhenti berbicara. Aku ragu dia sedang berceramah tadi." Fang Jun mengeluh sambil mengusap kedua telinganya.


Bao Wei terkekeh pelan, dia merasakan hal yang sama tetapi tidak mengeluh. Dia pun berusaha menenangkan juniornya ini.


"Jun'er, itu wajar. Ini adalah pertemuan setelah sekian lama tidak diadakan dan untuk pertama kalinya semua perwakilan aliran putih dan netral terbesar berkumpul. Kita sudah dipersiapkan sebaik mungkin karena semua akan mempengaruhi reputasi Menara Harta Giok."


Bukannya membaik, raut wajah Fang Jun semakin jelek.


- - -


Ini adalah visual dari Peri Awan Darah Yun Lian, juga mewakili 75 persen dari angan-angan author tentang sosok dan kecantikan Yun Lian.