Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 101 - Dua Pedang



Meskipun Tian Jian yang sekarang dalam wujud roh, dia masih bisa menyentuh atau disentuh secara fisik, sehingga memutuskan untuk mengajak Yao Han bertukar serangan ilmu pedang untuk menguji sejauh mana kemampuannya.


Bukan hanya dipengaruhi oleh pertarungan hidup dan mati dalam latih tanding bersama Feng Xian, keseriusan Yao Han sejak awal juga dikarenakan dia ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan dalam ilmu pedang dan membuktikan bahwa Meirong mengajarinya dengan baik.


"Han'er, silahkan maju duluan." Tian Jian mempersilahkan Yao Han mengambil langkah pertama.


"Mohon petunjuknya, Senior."


Selepas berkata demikian, Yao Han melesat maju mendekati Tian Jian. Kecepatan geraknya sedikit mengejutkan Tian Jian, tetapi pria itu sudah sangat siap menangkis serangan pedang Yao Han.


Tak! Tak! Tak! Tak! Tak!


Bunyi aduan dua buah ranting yang dijadikan sebagai pedang itu.


Sama seperti Yao Han, Tian juga mengalirkan Qi pada pedang rantingnya agar tidak mudah patah. Namun yang membuat Tian Jian kagum adalah tingkat kemurnian Qi yang dimiliki Yao Han.


Berdasarkan aduan dua pedang ranting itu, Tian Jian mengetahui Yao Han memiliki kemurnian Qi yang tinggi karena bisa merasakan pedang ranting Yao Han lebih kuat dari pedang rantingnya.


Merasa sudah cukup sekedar bertahan, Tian Jian memberikan serangan kejutan yang cepat. Yao Han segera menyesuaikan perubahan itu dan berhasil menangkis serangan Tian Jian atau mengikuti kecepatan permainan pedang Tian Jian.


"Aku tidak mendalami ilmu pedang, tetapi memiliki satu dua hal pemahaman tentangnya. Dari gerakan Yao Han yang seperti orang sedang menari sambil membawa pedang, jelas dia dipengaruhi gaya berpedangmu, Meirong." Bing Lizi berkomentar tanpa menoleh, "Aneh tapi unik."


Meirong yang berada tepat disampingnya hanya membalas dengan tersenyum tipis.


Tian Jian dan Yao Han terus bertukar serangan. Pedang ranting keduanya masih bisa bertahan karena dialiri Qi sampai kemudian terdengar suara keras.


Krakk!!!


Pedang ranting keduanya patah saat memberikan serangan secara bersamaan. Yao Han dengan sigap mengambil lompatan mundur. Jaraknya dengan Tian Jian sekitar sepuluh langkah. Tian Jian membuang pedang ranting yang patah lalu mengangkat tangan ke udara.


Muncul tiga buah pedang pendek agak transparan. Yao Han mengenalinya sebagai pedang Qi. Tian Jian mengayunkan tangannya ke depan, pedang Qi itu melesat ke arah Yao Han.


Saat baru muncul satu pedang Qi buatan Tian Jian, Yao Han sudah menarik seruling giok yang tersemat di pinggangnya, sehingga saat Tian Jian menyerangnya dengan pedang Qi, dia sudah sangat siap. Yao Han tidak mencoba menghindar melainkan berhadapan langsung dengan ketiga pedang Qi itu.


Dengan gerakan lincah dan cepat, Yao Han menghancurkan pedang Qi yang datang ke arahnya. Meskipun merupakan pusaka, Yao Han tetap melapisi seruling gioknya dengan Qi cukup besar.


Setelah ketiga pedang Qi menghilang, Yao Han memperhatikan Tian Jian, bersiap untuk menghadapi serangan selanjutnya, tetapi pria itu diam sambil mengangkat tangan ke arahnya, meminta dirinya berhenti.


Yao Han menarik napas dalam dan menghilangkan sikap kuda-kuda, disaat yang hampir bersamaan, Tian Jian tertawa lantang, membuat Yao Han kebingungan.


"Menarik, sungguh menarik." Tian Jian tersenyum lebar lalu menoleh pada Meirong, "Saudari Hong, hampir dua ratus tahun lalu, kita pernah sekali saling mengadu kekuatan dalam ilmu pedang. Berhadapan dengan muridmu barusan mengingatkanku tentang kenangan itu."


Meirong tertawa kecil, "Ternyata Senior masih mengingatnya. Jadi, bagaimana dengan permintaanku?" tanya Meirong yang sudah berada di samping Yao Han dan mengelus pelan rambut pemuda itu.


Tian Jian menghela napas pelan, "Tidak masalah. Bersama dengan dirimu, aku akan mengajarinya ilmu pedang dan membuat Yao Han menjadi Kultivator Pedang yang hebat."


Sebelum Yao Han atau Meirong menanggapi, suara Yutian terlebih dahulu terdengar, "Han'er-! Kau harus menjadi lebih hebat dalam ilmu racun daripada pedang!"


"Hmph!"


Bing Lizi menggelengkan kepala heran, "Kalian ini seperti anak kecil saja."


Tian Jian bereaksi sama, tetapi dia segera mengacuhkan tingkah kekanakan dua guru Yao Han itu, "Han'er, sama seperti Senior Bing, aku tidak akan menjadi gurumu, tetapi akan mengajarkanmu semua ilmuku. Dan karena usiaku sebenarnya tidak jauh diatas Saudari Hong dan Saudara She, kau bisa memanggilku Paman Guru."


"Terima kasih, Paman Guru Tian." Yao Han membungkuk hormat sekaligus mengubah panggilannya terhadap Tian Jian, "Aku berjanji akan belajar dengan giat dan tidak mengecewakan Paman Guru Tian. Meskipun tidak terikat hubungan guru dan murid, aku akan selalu menghormati Paman Guru seperti aku menghormati ketiga guruku."


Tian Jian tertawa kecil lalu mengibaskan tangannya pelan, "Aku menghargainya, tetapi tidak perlu formalitas seperti itu."


Yao Han hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak melompat kegirangan. Setelah Bing Lizi, dia juga akan diajari oleh Tian Jian. Meirong pernah mengatakan, Tian Jian adalah orang yang tepat untuk mengajari Yao Han dalam ilmu pedang. Dan waktu itu pun akhirnya tiba juga.


"Kalau begitu, ambillah ini."


Tian Jian memunculkan sebuah pedang dengan aura kuat membuat Yao Han menahan napas sejenak. Seingatnya, pusaka terkuat yang pernah dia lihat dan rasakan adalah pedang lentur yang menjadi sabuk pinggang Meirong dan tombak perak milik Yutian.


Pedang ditangan Tian Jian memang memancarkan aura kuat, tetapi masih lebih lebih lemah jika dibandingkan kedua pusaka milik gurunya. Namun Yao Han bisa merasakan aura pedang itu jauh lebih kuat dibandingkan kipas Gunbai miliknya.


'Pusaka Langit atau Pusaka Surgawi?'


"Aku menyebut pedang ini sebagai Pedang Yin Yang, pedang pusaka yang termasuk Pusaka Surgawi tingkat rendah."



"Pedang ini sebenarnya gabungan dari dua pedang berbeda sifat dan warna." Tian Jian mengetuk pelan lambang Yin dan Yang pada bagian gagangnya, Pedang Yin Yang itu bercahaya sejenak sebelum terpisah menjadi dua bagian.


Sekarang ada dua pedang. Di tangan kanan Tian Jian, ada pedang yang keseluruhan bagiannya berwarna putih keperakan, sedangkan di tangan kirinya, ada pedang yang keseluruhannya berwarna hitam seperti langit malam tanpa cahaya bulan dan bintang.


Semuanya yang menyaksikan itu, kecuali Bing Lizi, takjub melihat ada pedang yang seperti itu, terutama Meirong. Sebagai salah satu Kultivator Pedang dan selama lima ratus tahun hidupnya, Meirong baru pertama kali melihat pedang seajaib dan semenakjubkan seperti yang ada di tangan Tian Jian.


"Pedang hitam ini kunamai Pedang Malam Abadi, satu-satunya pedang pusaka milikku yang tersisa setelah berhasil keluar dari Dimensi Saku terkutuk itu." Tian Jian merujuk pada Dimensi Saku yang tidak sengaja dia temukan dan masuki.


"Sedangkan pedang putih keperakan ini kunamai Pedang Langit Perak. Benda berharga yang kuambil dari Dimensi Saku terkutuk itu dan juga yang menyebabkan kehancuran dimensi itu."


Pedang Langit Perak dan Pedang Malam Abadi sama-sama termasuk pedang Pusaka Langit tingkat tinggi, tetapi jika disatukan dan berubah menjadi Pedang Yin Yang, maka akan menjadi pedang Pusaka Surgawi tingkat rendah.


"Seolah-olah kedua pedang ini ditakdirkan untuk saling melengkapi satu sama lain, bukan?" Tian Jian tertawa kecil, "Ambillah ini, sekarang kau menjadi pemilik baru mereka."


Sedikit ragu, tetapi setelah melihat Tian Jian menganggukkan kepala, Yao Han menerimanya dengan tangan sedikit gemetaran.


 


Catatan Author:


Nama keren kedua pedang baru Yao Han adalah Silver Sky Sword dan Eternal Night Sword.