Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 150 - Bangau Pelangi



Dari aura kuat yang dia rasakan, Yao Han mengetahui kekuatan seseorang yang datang mendekat ini setara dengan Ranah Jiwa Agung, tapi tidak sampai membuatnya takut karena masih dibawah aura dan tekanan dari Feng Xian.


Yao Han juga bisa menebak identitas seseorang ini, terutama karena Bing Lizi menyampaikan pesan telepati dengan maksud agar dirinya tidak panik ataupun khawatir, "Yang datang adalah Xiao Ni."


Walaupun sudah seratus tahun tidak bertemu, Bing Lizi masih mengingat aura yang dimiliki Xiao Ni.


Yao Han keluar ruangan, diikuti Xu Yang dan Xu Yin yang kembali memakai topeng besi. Yao Han juga menemukan Zi Dan dan enam murid bersamanya keluar dari ruangan mereka dengan raut wajah cemas. Tetua dari Sekte Bintang Ungu itu khawatir mereka akan mendapat masalah dari kultivator yang kuat.


"Saudara Muda, kita kedatangan tamu tak diundang." Dirinya lebih khawatir dengan kedatangan Xiao Ni yang belum dikenalnya sampai tidak memperhatikan Xu Yang sudah tampak sehat.


"Tidak perlu khawatir, Senior. Aku mengenal 'orang' yang datang ini."


Mereka menatap Yao Han heran dan penasaran, tetapi ucapannya itu membuat Zi Dan menjadi lebih tenang.


'Pantas saja dia terlihat tenang.' Dua kakak beradik alias Xu bersaudara itu memikirkan hal yang sama.


Semua penghuni rumah kayu itu keluar untuk melihat sosok yang datang. Dari kejauhan yang berjarak beberapa ratus meter, terlihat sesuatu berwarna putih terbang mendekat lalu mendarat perlahan.


Dalam wujud manusianya, Xiao Ni berjubah warna dasar putih yang memiliki corak awan pelangi samar. Dia tersenyum pada orang-orang yang menyambutnya, tapi perhatiannya hanya tertuju pada satu orang, yaitu Yao Han.


"Senior..." Yao Han memberi salam dan sedikit menunduk. Bagaimanapun juga Xiao Ni berusia jauh lebih tua dari kedua gurunya, Meirong dan Yutian. Xiao Ni bahkan berusia sama dengan Xu Lao dan She Liu.


Zi Dan serta lainnya ikut memberi hormat, karena selain belum mengetahui jelas identitas Xiao Ni, juga karena pancaran kekuatannya jauh diatas mereka semua.


Xiao Ni tertawa pelan, "Tidak perlu bersikap formal. Aku memang jauh lebih tua darimu, tapi karena identitasmu, kau memiliki status yang lebih tinggi dariku."


Yao Han hanya menanggapi dengan senyum tipis.


"Kau sudah cukup lama tinggal di Pulau Bulan Bintang, tapi ini pertama kalinya kita bertemu. Melihatmu secara langsung ternyata seperti melihat Senior Feng, ya..." Xiao kembali tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Yao Han.


Mereka yang diam mendengarkan dan memperhatikan dibuat semakin penasaran, tapi itu tidak lama karena Xiao Ni memperkenalkan dirinya.


Xiao Ni melihat mereka satu per satu, "Namaku Xiao Ni, pengikut Senior Feng." Hanya satu kalimat perkenalan singkat itu membuat mereka semua selain Yao Han langsung mengerti dan tidak lagi memiliki rasa penasaran.


"Kurasa kedatanganku terlalu berlebihan dan mengejutkan sampai membuat kalian khawatir, maafkan aku."


Xiao Ni memang tidak menutupi kekuatannya yang sudah mencapai Ranah Jiwa Agung dan sebelum tiba dihadapan Yao Han, sengaja dia memancarkan auranya agar Yao Han mengetahui kedatangannya.


Agar tidak membuat orang-orang yang bersama Yao Han semakin ketakutan, Xiao Ni menarik auranya dan membuat dia terlihat seperti kultivator biasa.


"Aku datang kemari karena mendapat tugas kecil mengantarkan dua bocah ini kembali ke sekte. Tapi karena sudah malam, kurasa sebaiknya pergi besok pagi saja."


"Kami memang berencana menginap disini semalam, Senior."


Xiao Ni mengangguk paham beberapa kali sebelum mulai memperhatikan rumah kayu buatan Yao Han. Sementara dua Xu bersaudara kebingungan dengan tuags kecil yang disebutkan Xiao Ni.


Yao Han hanya tersenyum tipis, sementara yang lain kebingungan dengan 'Senior Chen' yang disebut Xiao Ni. Hanya Yao Han dan Xiao Ni disana yang mengetahui nama asli Naga Selatan.


"Malam ini terasa dingin, ayo kita masuk ke dalam." Xiao Ni mengajak mereka masuk dan bersikap seolah dia bukan tamu, melainkan tuan rumah.


Xiao Ni masuk terlebih dulu, diikuti Yao Han dan dua Xu bersaudara. Zi Dan baru menyadari Xu Yang sudah sadarkan diri dan terlihat baik-baik saja. Di dalam rumah kayu itu hanya memiliki penerangan dari sihir bola api, Yao Han yang membuatnya.


Zi Dan mendekati Yao Han dan mengucapkan terima kasih karena pil buatannya sangat membantu mereka. Beberapa jam lalu, enam murid lainnya mengalami kenaikan praktik dalam waktu singkat. Dirinya juga mengalami peningkatan kekuatan beberapa kali lipat.


Zi Dan sedikit gugup saat Xu Yang mendekatinya dan merasa canggung karena Xu Yang mengucapkan terima kasih karena mereka berusaha menolongnya dari kepungan puluhan manusia setengah siluman.


"Kami tidak banyak menolong, justru Saudara Muda ini yang membantu kami mengatasi manusia setengah siluman yang menyerangmu."


Xu Yang dan Xu Yin diberitahu Yao Han bahwa Zi Dan serta lainnya sudah mengetahui identitas asli keduanya. Terlepas dari latar belakang mereka semua, Xu Yang tetap berterimakasih atas niat baik Zi Dan.


Mereka akhirnya kembali pada urusannya masing-masing, Zi Dan bersama enam murid bersamanya kembali ke ruangan yang mereka tempati dan melanjutkan latihan sampai pagi.


Diruangan lain, Yao Han dan lainnya berkumpul. Xiao Ni menjelaskan lagi maksud kedatangannya pada dua bersaudara.


Dua sesepuh Lembah Hati Racun meminta bantuan pada Feng Xian untuk menyembuhkan Xu Yang dan berhubung Yao Han sudah bertemu sekaligus menyembuhkan Xu Yang, Feng Xian memberikan bantuan lain.


Xiao Ni yang akan mengantarkan mereka kembali ke sekte, karena tim pencari yang dikerahkan Lembah Hati Racun pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menemukan keduanya ditempat ini.


Mereka tidak bisa mengandalkan kebetulan-kebetulan lain untuk bertemu dengan anggota sekte mereka dan mengawal keduanya kembali ke sekte, terutama tidak bisa terus mengikuti Yao Han dalam perjalanannya.


"Walaupun semuanya serba kebetulan, tapi tugasku menyembuhkanmu bisa dibilang selesai, Saudara Xu. Kalau begitu aku lebih tenang menyelesaikan urusanku yang lain."


Sebelum Xu Yang menanggapi, Xu Yin menarik lengan jubahnya, "Yang-gege, aku malas kembali ke sekte, aku ingin berpetualang bersama dia saja."


"Hah?"


Bukan hanya Xu Yang, Yao Han juga terkejut. Yao Han langsung menolak keinginan gadis itu.


"Kau ikut denganku akan semakin merepotkanku, yang ada aku menjadi pengasuhmu selama perjalanan. Lebih baik kau kembali ke sekte dan rajin berlatih."


"Dasar pelit!" Xu Yin menggerutu.


Yao Han malas menanggapi. Dia merasa lebih baik tidak bersama dengan Xu Yin lebih lama karena gadis itu bisa membuatnya sakit kepala dengan segala ucapan yang keluar dari mulutnya.


***


Semakin lama, semakin banyak aja pembaca sampah. Hadeh.