
Yao Han melangkah meninggalkan desa kecil dalam diam. Disamping kirinya ada Xu Yin yang berjalan dengan langkah santai. Gadis itu sudah memakai topeng besinya kembali.
Melirik sedikit ke belakang, desa kecil hampir tidak terlihat, lalu Yao Han berhenti dan menoleh pada Xu Yin.
"Kemana dirimu setelah ini, Nona Xu?"
"Hm, entahlah... untuk saat ini aku... ikut denganmu?" Xu Yin terdengar ragu dengan jawaban yang dia berikan.
Yao Han menaikkan alis lalu menghembuskan napas panjang.
"Jika aku menyuruhmu kembali ke sekte, kau pasti tidak mau. Ditambah kau tidak punya petunjuk untuk mencari kakakmu di Negeri Hutan Hijau. Ikut denganku malah akan merepotkan diriku sendiri, lebih baik kau urus urusanmu sendiri, Nona Xu."
"Hei-! Kenapa kau pikir aku akan merepotkanmu? Aku tidak akan menjadi bebanmu, kau tahu?"
Sebelah alis Yao Han terangkat tinggi. Terlihat jelas raut wajahnya menunjukkan keraguan pada Xu Yin.
"Kalau kau ikut denganku, maka secara tidak langsung aku akan menjadi pengawal sekaligus pengasuhmu. Aku tidak ingin mengatakan ini, tetapi itu akan merepotkanku."
"Kenapa kau berpikir demikian? Aku bisa mengurus diriku sendiri. Jangan remehkan aku karena aku seorang perempuan, ya. Aku punya kemampuan lebih dari cukup untuk melindungi diriku sendiri, bahkan termasuk dirimu."
Kepercayaan diri Xu Yin didukung oleh pembacaan praktik terhadap Yao Han yang berada di Ranah Dasar tingkat sembilan, sementara dirinya di Ranah Dasar tingkat sepuluh. Dengan kemampuan dalam seni racun, Xu Yin merasa dia lebih kuat.
Seolah dia melupakan bahwa sebelumnya Yao Han melenyapkan satu kelompok penjahat yang meresahkan dan menganggap Yao Han lebih lemah darinya.
"Aku tidak meremehkanmu, bakatmu jelas tinggi dan aku percaya kau bisa melindungi dirimu sendiri. Namun aku punya tanggung jawab moral setelah mengetahui identitasmu, Nona Xu..."
Yao Han masih mengingat Feng Xian menyampaikan bahwa Xu Yin termasuk kultivator muda yang berbakat. Memiliki akar roh dua unsur, yaitu air dan kayu, serta tubuh khusus bernama Tubuh Seribu Racun.
Bisa diperkirakan bahwa masa depan Xu Yin sebagai Kultivator Racun sangat cerah. Selama tidak ada hal buruk yang menimpanya, Xu Yin akan menjadi sosok melegenda seperti Yutian, Gerbang Racun generasi sebelumnya dan menjadi tumpuan utama Lembah Hati Racun.
"... kecuali kau segera kembali ke sekte dan kuharap kau kembali dengan selamat, maka pikiranku tidak lagi dipusingkan tentangmu."
"Hm, aku mencium ada maksud tertentu dari kalimatmu barusan. Jangan-jangan... kau mulai menaruh perasaan padaku, itulah sebabnya kau mengkhawatirkan aku, bukan? Ayo mengaku!" Xu Yin berkacak pinggang penuh percaya diri.
Yao Han tersenyum kecut, selain dikarenakan ucapan Xu Yin, juga karena semua penghuni Dimensi Pagoda tertawa, terutama Yutian yang tertawa begitu lepas.
"Sejak awal kita bertemu, aku terkesan dengan kepercayaan dirimu yang tinggi, Nona Xu."
Sikap Xu Yin yang satu ini membuatnya terlihat seperti Yutian versi perempuan. Bahkan Yao Han akan sangat percaya jika Xu Yin mengatakan bahwa Yutian adalah ayahnya. Yao Han sampai berangan-angan, dimasa depan Yutian yang akhirnya menikah lalu memiliki anak perempuan, maka perangainya kurang lebih seperti Xu Yin.
Yao Han tidak memikirkan lebih jauh, mungkin pada akhirnya dia 'harus' melanjutkan perjalanan bersama dengan Xu Yin, jadi dia membiarkan gadis itu sesukanya selama tidak bertindak melewati batas kesabarannya.
Yao Han mengeluarkan sebuah gulungan kertas agak besar lalu membukanya. Itu adalah peta Negeri Hutan Hijau. Xu Yin ikut memperhatikan bersama Yao Han. Sesekali Yao Han mengangguk kepala saat melihat peta.
"Ke Sekte Bintang Ungu, ada seorang kenalan yang ingin kutemui disana."
"Sekte Bintang Ungu... namanya terdengar asing."
"Mereka termasuk salah satu sekte menengah aliran putih bintang empat. Dirimu berasal dari salah satu sekte terbesar bintang sepuluh, Nona Xu, jadi menurutku wajar kau asing dengan nama mereka."
"Apa urusanmu dengan kenalanmu itu?" Nada bicara Xu Yin sedikit tidak senang mengetahui sekte yang ingin didatangi Yao Han termasuk sekte aliran putih. Bagaimanapun dia berasal dari aliran hitam, musuh alami aliran putih.
"Hm? Ada yang ingin kusampaikan dan berikan padanya." Yao Han menjawab seperti itu tanpa menjelaskan lebih jauh. Dia sedikit heran pada Xu Yin yang penasaran dengan urusan orang lain, 'Rasa penasaran gadis ini terlalu besar...'
"Kudengar Senior Angin Timur tidak begitu suka dengan sekte aliran putih, kenapa kau yang muridnya mau berurusan dengan salah satu dari mereka?"
"Itu benar, tetapi secara pribadi aku tidak memikirkan latar belakang aliran kultivator. Lagipula aku sudah lama tidak bertemu dengan kenalanku ini dan aku menerima sebuah permintaan berkaitan dengannya."
'Dia ini... aneh,' pikir Xu Yin.
Yao Han menyimpan gulungan peta lalu kembali melangkahkan kaki, "Memanggilmu Nona Xu cukup aneh juga. Karena kita akan menjadi teman seperjalanan, sebaiknya aku mengubah panggilan terhadapmu. Bagaimana dengan Yinyin?"
"Kau-!" Wajah dibalik topeng besi itu merona, panggilan itu terdengar begitu intim dan manis ditelinganya, "Hmph, karena kau murid Senior Angin Timur, aku akan membiarkanmu." Kedua tangannya bersilang didepan dada.
"Hoho, Han'er ternyata sudah mulai bisa mendekati gadis dengan caranya sendiri." Yutian begitu senang dengan perkembangan Yao Han dan dibalas dengkusan geli Meirong.
Dalam perjalanan selanjutnya kedua remaja ini tidak menemui hambatan, sampai kemudian mereka tiba di sebuah kota berukuran cukup besar.
Penjaga di depan pintu masuk merasa curiga dengan Xu Yin karena topeng besinya. Namun karena melihat Yao Han dengan aura dan pembawaannya, para penjaga menekan kecurigaan mereka. Baru setelah membayar pajak masuk, keduanya dipersilahkan masuk ke dalam kota.
Xu Yin sempat menjadi pusat perhatian beberapa orang, tetapi itu hanya sebentar karena keberadaan Yao Han disampingnya.
Yao Han baru ingin mengatakan sesuatu pada Xu Yin, tetapi pandangannya sempat teralihkan pada kertas besar yang tertempel pada papan di pinggir jalan. Kertas itu berisi pengumuman bahwa seorang saudara kaya sedang mencari tabib untuk mengobati anggota keluarganya yang sedang sakit parah.
"Kota ini cukup besar dan 'seharusnya' ada beberapa tabib. Jika sampai mengumumkan seperti ini, maka penyakit yang diderita sangat parah dan belum ada tabib yang bisa menyembuhkannya," gumam Yao Han sambil menopang dagu.
Xu Yin ikut membaca kertas pengumuman dan mendengar gumaman Yao Han, lalu bertanya, "Biar kutebak, kau ingin menolong mereka, bukan?"
"Oh, bagaimana kau tahu? Kau bisa membaca pikiranku?" Yao Han tersenyum tipis.
"Hmph, sudah kubilang kau itu orangnya terlalu baik. Sebagai kultivator bebas, kau sikapmu lebih lurus dibandingkan kultivator aliran putih pada umumnya."
Yao Han tertawa kecil, "Aku anggap itu sebagai pujian." Lalu Yao Han mulai mencari petunjuk kediaman saudagar kaya ini.