Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 164 - Bantuan Kecil



"Kedamaian, ya? Menurutmu itu bisa terjadi? Apa mungkin semua kultivator berbagai aliran bisa bersatu tanpa mempedulikan latar belakang dan kepentingan?"


"Kenapa tidak?" Yao Han menyahut enteng, "Kedamaian bukan hal sulit dicapai, Feng-gege. Kita bisa merasakannya cukup lama selama tinggal di Kota Bukit Bunga. Guruku pernah mengatakan, dunia kultivator dipenuhi orang-orang bodoh yang selalu menciptakan suasana ricuh dan kedamaian semu."


"Apa yang sebenarnya kau harapkan, Adik Han? Kedamaian sejati? Selama ada kepentingan salah satu pihak, dunia tidak pernah mencapai kedamaian sejati."


"Hm? Mudah saja, tinggal musnahkan mereka-mereka yang tidak mau diajak bekerja sama untuk menciptakan perdamaian."


Hua Feng mendelik sambil menahan napas, "Kau sudah kehilangan akal sehatmu? Aku tidak habis pikir kau memiliki pola pikir berbahaya seperti itu."


Yao Han tertawa kecil seolah ucapannya bukan masalah besar, "Aku hanya mengulang kalimat yang pernah disampaikan guruku. Aku sendiri tidak terlalu setuju dengan beliau, tetapi jika kondisi memaksa, aku akan setuju juga."


Hua Feng menggeleng pelan, "Jika itu dari gurumu... mungkin itu cukup masuk akal. Ah, iya, apa gurumu tahu kau ada disini?"


"Tentu saja tahu. Aku menceritakan semua tentangku dan kegiatan yang ingin aku lakukan saat akan meninggalkan Pulau Bulan Bintang."


"Hm, kupikir kau akan mendapat masalah jika datang kemari. Sekte Bintang Ungu adalah salah satu sekte aliran putih dibawah naungan Istana Bintang Api yang sekarang berubah haluan aliran dari netral menjadi putih. Kudengar Senior Angin Timur tidak menyukai kultivator aliran putih."


Yao Han tertawa kecil, "Tidak ada masalah sama sekali. Sebenarnya yang lebih tepat adalah guruku tidak terlalu menyukai kultivator aliran putih, bukan benar-benar tidak menyukai."


Arah pembicaraan mulai beralih dari topik yang cukup berat ke yang lebih ringan.


"Ngomong-ngomong, Adik Han, apa tingkat praktikmu saat ini? Karena aku kesulitan membacanya, praktikmu pasti lebih tinggi dariku. Kau kultivator Ranah Pondasi? Atau mungkin Ranah Inti?"


"Praktikku belum setinggi itu. Sama sepertimu, aku masih kultivator Ranah Dasar." Yao Han kemudian menunjukkan praktiknya berada di Ranah Dasar tingkat sepuluh.


Hua Feng mengerutkan dahi bingung, karena merasa praktik Yao Han harusnya lebih tinggi dari yang dia kira, setidaknya sudah mencapai Ranah Pondasi dengan membentuk Pondasi Bumi. Selain itu dia penasaran praktik Yao Han yang menurutnya aneh, tetapi dia menahan diri untuk tidak bertanya.


"Apa kau kemari hanya untuk bertemu denganku?"


"Iya dan juga ingin menjalankan permintaan kecil ayahmu?"


"Permintaan ayah? Aish, kau pasti kerepotan. Aku jadi merasa tidak enak hati, Adik Han. Bukankah kau memiliki urusan sendiri? Ayahku itu benar-benar..."


"Sama sekali tidak merepotkan, lagipula aku tidak memiliki tujuan perjalanan yang jelas. Dan dalam perjalanan kemari aku bisa melakukan sesuatu yang berguna."


"Aku tahu, tapi bagiku akan menjadi masalah saat bertemu dengan anggota Sekte Awan Bulan dan Lembah Hati Racun. Untunglah kau baik-baik saja." Hua Feng menggeleng pelan, "Lalu ayahku memintamu untuk apa?"


Yao Han menjawabnya dengan mengeluarkan beberapa botol giok. Hua Feng mencium aroma obat samar dan buru-buru membukanya.


"I-Ini..." Tubuh Hua Feng bergetar dan sempat menahan napas sejenak. Dia menemukan botol giok yang dia buka berisi penuh pil kultivasi yang memancarkan sinar, "P-Pil kualitas sempurna. Apa ini buatan gurumu?"


"Bukan, itu buatanku sendiri."


Hua Feng menghentikan ucapannya yang hampir mengatakan adalah sebuah kemustahilan bagi Yao Han membuat pil kualitas sempurna. Hua Feng langsung merasa bodoh karena dengan cepatnya dia hampir melupakan Yao Han adalah murid Alkemis nomor satu dunia kultivator Benua Bulan Biru.


"Kau benar-benar ajaib, Adik Han. Kau bahkan bisa membuat pil kualitas sempurna semuda ini. Selama ini aku hanya pernah mendengarnya dan ini pertama kalinya aku melihat pil kualitas sempurna. Sekarang, apakah aku harus rendah diri atau iri padamu?"


Yao Han hanya menanggapi dengan tawa ringan. Sebelum percakapan mereka melantur kemana-mana, Yao Han segera menjelaskan pil dalam botol-botol giok itu adalah untuk Hua Feng.


"Untukku? Apa kau bercanda? Tunggu, jangan bilang ayahku memintamu untuk memberikan pil ini padaku?"


"Tidak, ayahmu hanya memintaku untuk membantumu agar bisa mencapai Ranah Dasar tingkat dua belas, agar setidaknya kau bisa membentuk Pondasi Bumi."


Hua Feng mendengkus pelan, "Kalimatnya memang berbeda, tapi ujung-ujungnya tetap saja sama. Maaf, Adik Han, tapi aku tidak bisa menerima ini. Jika pil ini pemberian orang lain, aku akan menerimanya. Kau memberikanku secara cuma-cuma, bukankah aku menjadi orang yang tidak tahu malu?"


Yao Han berdecak pelan, "Jangan bicara hal bodoh. Meskipun lama tidak bertemu, kita tetaplah teman dimasa kecil. Ini hanya bantuan kecil dariku dan anggap saja hadiah pertemuan. Lagipula tidak ada yang tahu apakah kita bisa bertemu lagi dimasa depan, bukan?"


"Apa maksudmu? Kau berkata seperti kita tidak pernah akan bertemu lagi."


"Bukan begitu, aku sedang dalam pengelanaan untuk mencari sesuatu yang tidak bisa kujelaskan. Yang pasti waktunya tidak sebentar. Dan setelah selesai berkelana, aku akan menghabiskan lebih banyak waktu di kediaman guruku."


"Ah, begitu." Hua Feng melirik botol-botol giok diatas meja, "Baiklah, kuterima hadiahmu. Selama ini aku mengonsumsi pil yang kualitasnya biasa saja dan dengan pil buatanmu ini, Ranah Dasar tingkat dua belas bukan hal mustahil kucapai."


"Aku sudah memastikan pil yang kuberikan ini bisa membantumu mencapai setidaknya Ranah Dasar tingkat dua belas. Harapanku juga sama seperti ayahmu agar kau bisa membentuk Pondasi Bumi, sehingga akan terbuka peluang mencapai Ranah Inti dimasa depan."


"Adik Han, kau benar-benar penolongku. Terima kasih langit sudah mempertemukan kita malam ini."


"Ini sudah menjadi suratan takdir. Namun bantuanku tidak sampai disini saja. Aku ingin memastikan sesuatu, tolong pinjamkan tanganmu."


Hua Feng segera mengulurkan tangan kanannya dan Yao Han menggenggam pergelangan tangannya. Hua Feng hanya diam saja dan merasa terpana saat Qi milik Yao Han yang kuat masuk ke dalam tubuhnya, membuatnya berdecak kagum.


Awal mulanya Yao Han memeriksa kualitas akar roh Hua Feng. Terdiri dari tiga unsur, yaitu tanah, logam, dan api. Dia juga menemukan praktik Hua Feng tergolong rapuh dan kemurnian Qi yang dimiliki juga rendah.


Pemeriksaan selanjutnya, selain tubuh Hua Feng mengandung racun pil, juga terdapat racun lain yang mengganggu kelancaran praktik.


"Diantara yang aku temukan, sesuatu yang mengganggumu pastilah Racun Ular Tiga Mata. Tidak membahayakan nyawa, tapi sangat merepotkan untuk dihilangkan."


Hua Feng tersenyum kaku, "Beberapa bulan lalu aku terkena gigitan Ular Tiga Mata. Sejak saat itu praktikku terhambat di Ranah Dasar tingkat delapan. Jika dalam waktu satu tahun lagi aku tidak bisa mencapai Ranah Dasar tingkat sembilan, aku akan berakhir menjadi Murid Luar selamanya atau yang lebih buruk akan dikeluarkan dari sekte."


Tanpa perlu menanggapi, Yao Han langsung menggunakan Teknik Dewa Racun untuk menghilangkan semua racun dalam tubuh Hua Feng.


---