
Kota Rubah Salju memang sempat heboh setelah kabar tentang Tabib Yao yang mereka kenal ternyata murid dari orang paling berpengaruh di seluruh Negeri Hutan Hijau bahkan Benua Bulan Biru. Namun, kehebohan itu tidak terlalu lama sebelum menjadi perasaan antusias yang membuat semakin banyak orang datang ke rumah pengobatan Yao Han.
Yao Han sendiri tidak tahu harus senang atau tidak mendapatkan banyak pengunjung untuk berobat. Hanya dengan melihat jumlah pengunjung yang banyak, sudah membuat Yao Han kewalahan.
Sebagian dari pengunjung ini adalah calon pasien baru, sedangkan sebagian lagi adalah orang-orang yang sudah pernah diobati Yao Han. Dia tidak mengetahui tujuan mereka yang datang kembali ini bukan untuk berobat lagi, melainkan memberikan salam dan hadiah yang pantas setelah mengetahui identitas aslinya.
Yao Han berusaha menghilangkan rasa canggung sambil mempertahankan senyuman ramahnya sebaik mungkin. Sementara penghuni Dimensi Pagoda yang melihat itu hanya tertawa saja.
Dalam waktu singkat, jumlah pengunjung rumah pengobatan Yao Han lebih banyak dari yang pernah didapatkan Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju dan Restoran Nagarasa.
Zhao Yi yang mengetahui hal ini menjadi terdiam sambil merenung setelah mendengar laporan dari Zhao Er.
"Manajer Zhao, aku senang dengan kedatangan murid Senior Angin Timur, tetapi toko kita mengalami penurunan penjualan harian karena sebagian besar pelanggan datang ke rumah pengobatannya."
"Hm..." Zhao Yi mengelus dagunya, "Kita mungkin rugi, tapi itu tidak banyak dan hanya sebentar saja. Kabar tentang keberadaannya tidak lama lagi terdengar sampai kota-kota tetangga. Saat itu tiba, kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari sebelumnya."
Zhao Er segera memahami maksud ucapan atasannya ini.
"Menurutmu berapa lama dia bertahan di kota ini?"
"Entahlah, aku berharap dia bisa tinggal lebih lama, tetapi dia memiliki agenda perjalanan penting. Dia mungkin akan langsung pergi ke Kota Musim Semi untuk mendapatkan sebuah tanaman sihir langka yang dijual disana. Selain itu, kabar tentang perang juga membuatnya tidak akan berlama-lama dikota ini."
"Manajer, menurutku sebaiknya kita mengirim orang untuk mengawasi Saudara Yao, memberikannya perlindungan agar tetap aman selama di kota ini."
"Kau ada benarnya, tetapi dia mungkin tidak akan senang. Jadi kita lakukan diam-diam. Kirimkan empat orang anggota kita dan hubungi walikota untuk melakukan hal yang sama."
"Baik, Manajer."
Total ada delapan orang yang mengawasi dan melindungi Yao Han dari kejauhan. Namun, Yao Han bisa mengetahuinya karena laporan Bing Lizi yang mengawasi daerah sekitar menggunakan Indera Surgawi. Yao Han hanya bersikap tidak menyadarinya.
Kerumunan diluar rumah pengobatan Yao Han sangat banyak, tetapi rapi membentuk antrian tanpa diminta. Setelah memperhatikan selama beberapa saat, Yao Han menghentikan proses pengobatan dan keluar dari rumahnya. Kerumunan yang tadinya berbisik-bisik menjadi terdiam melihat Yao Han.
"Tabib Yao, apakah ada sesuatu yang mengganggumu?" Salah satu pengunjung bertanya sedikit khawatir.
"Ada, aku melihat banyak dari kalian kepanasan. Aku ingin melakukan sesuatu untuk memastikan kalian tetap nyaman selama menunggu dalam antrian."
Semua pengunjung itu merasa tersentuh dengan perhatian kecil Yao Han. Mereka merasa kepanasan bukan hal yang besar selama bisa mendapatkan pengobatan Yao Han.
Yao Han meminta para calon pasiennya ini menyingkir belasan meter dan langsung dituruti. Dengan satu hentakan kaki, Yao Han membuat tanah disekitarnya bergetar dan rumah pengobatannya perlahan menghilang ke dalam tanah. Para pengunjung ini hanya bisa diam terpana dan penasaran.
Yao Han menjaga jarak lebih jauh dari orang-orang. Mengambil satu tarikan napas panjang, kedua tangan Yao Han yang diselimuti cahaya hijau membentuk sebuah segel tangan sederhana.
Orang-orang kemudian dikejutkan dengan kemunculan sepuluh pohon berukuran besar, bercabang banyak, dan berdaun sangat rimbun. Tingginya mencapai sepuluh meter.
Sepuluh pohon ini terbagi menjadi dua bagian, disisi kanan dan kiri batas tanah yang dimiliki Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju. Kerimbunan dedaunan lima 'pasang' pohon saling berjajar beraturan ini menghalangi cahaya matahari dan membentuk daerah bayangan yang menyejukkan.
Masih dilanda keterpanaan dengan aksi Yao Han menciptakan pohon-pohon raksasa yang mereka pikir mustahil, orang-orang kembali melihat Yao Han membuat rumah pengobatannya dengan ukuran dan bentuk yang sama seperti sebelumnya.
"Pasien selanjutnya-! Silahkan masuk!"
Yao Han berseru agak lantang karena jaraknya dengan pengunjung cukup jauh. Buru-buru pengunjung ini membentuk antrian baru dalam suasana yang lebih nyaman.
***
Sesuai perkiraan Zhao Yi, setelah hampir semua orang di Kota Rubah Salju mengunjungi rumah pengobatan Yao Han, datanglah pengunjung dari kota-kota lain.
Jika sebelumnya Yao Han hanya mendapat pengunjung kultivator bebas dan manusia biasa, pengunjung yang berasal dari kota lain ini ada yang merupakan anggota sekte kecil dan menengah.
Selama beberapa hari, Yao Han terus mendapatkan banyak pengunjung dan menerima banyak hadiah alih-alih sebagai bayaran atas jasa pengobatannya.
Pihak Toko Harta Giok cabang Kota Rubah Salju dan Restoran Nagarasa juga ikut diuntungkan karena sebagian besar dari pengunjung ini menjadi pelanggan mereka.
Yao Han tidak menghitung lama waktu dia berada di Kota Rubah Salju dan sempat berpikir untuk menunda perjalanan lebih lama lagi. Juga tidak menghitung jumlah pengunjung yang datang berobat dan 'hadiah' yang diberikan.
Namun satu hal yang pasti adalah Yao Han berhasil menciptakan reputasi baiknya untuk dirinya sendiri dan mengangkat nama besar gurunya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Hal yang membuatnya misterius adalah Yao Han menyadari pria ini adalah kultivator, tetapi tidak berhasil membaca tingkat praktiknya. Ini aneh karena Yao Han memiliki kemampuan untuk membaca tingkat praktik yang lebih tinggi darinya tanpa terkecuali.
Walaupun demikian, Yao Han tidak merasakan pria sepuh ini memiliki niat buruk padanya.
"Aku sudah cukup lama mendengar kabar tentang murid Senior Angin Timur. Tidak kusangka bayanganku tentang murid beliau tidak sama saat melihat dirimu. Namun kau memiliki aura yang sama dengannya."
Yao Han cukup terkejut, karena ucapan pria sepuh ini menandakan dia mengenal cukup dekat gurunya. Hal yang sama dirasakan oleh penghuni Dimensi Pagoda terutama Bing Lizi.
"Senior, namaku Yao Han. Boleh aku mengetahui nama Anda? Ternyata Anda mengenal guruku."
Pria itu tertawa geli karena sikap Yao Han padanya, "Jangan terlalu sungkan, anak muda. Namaku Tang An, panggil saja Kakek Tang. Aku hanya pernah bertemu sekali dengan gurumu. Namun, sihirmu mengingatkanku dengan Senior Naga Selatan, aku juga pernah sekali bertemu dengannya, tapi mereka tidak mengetahui identitasku."
"Baiklah, Kakek Tang. Apa ada yang bisa kubantu?"
"Hm, itu..." Tang An menggantung ucapannya. Tidak sengaja matanya melirik ke arah kertas-kertas jimat buatan Yao Han. "Darimana kau mendapatkan jimat-jimat ini?"
"Aku membuatnya sendiri."
"Oh, benarkah?" Mata sipit Tang An melebar dan tanpa seijin Yao Han, tangannya mengambil masing-masing satu lembar kertas jimat dari tiga jenis jimat berbeda.
"Bukan hal aneh kau menguasai Alkemi dan ilmu pengobatan, tapi kau juga menguasai metode pembuatan jimat. Menarik, sangat menarik." Mata Tang An seolah menyala, "Dan... aku merasa tidak asing dengan pola goresan tinta jimat buatanmu ini."
Yao Han kemudian menceritakan pengalaman bertemu dengan dua murid Sekte Teratai Putih dan mendapatkan ilmu cara membuat jimat dari mereka.
"Jadi begitu. Sekte Teratai Putih bisa dikatakan sebagai salah satu sekte yang melestarikan metode pembuatan jimat yang sudah mulai langka. Kira-kira sepertiga dari anggota mereka adalah Kultivator Pengguna Jimat dan yang paling terkuat adalah murid ketiga Mahaguru Wu Bai, Kera Jenaka Wu San."
"Aku mendengar ada Kultivator Pengguna Jimat terbaik yang dimiliki Benua Bulan Biru dan dijuluki Raja Jimat. Aku berharap suatu hari bisa bertemu dengannya."
Tang An tertawa lepas dan kemudian dia berujar, "Harapanmu dikabulkan langit, anak muda. Kau sedang berhadapan dengan Raja Jimat."
"Apa?!"
Tang An kembali tertawa lepas dengan reaksi Yao Han. Puas sekali dia melihat Yao Han terkejut sampai tidak bisa berkata-kata. Tang An tidak lama berada di rumah pengobatan Yao Han karena tujuan awalnya hanya untuk berkenalan dan berbincang saja.
Sebelum pergi, Tang An menyerahkan sebuah buku berukuran cukup tebal, berisi catatan tentang metode pembuatan berbagai jenis jimat yang pernah dibuat olehnya. Yao Han tidak bisa menolak, karena Tang An memaksa untuk menerimanya.
Tang An berpesan Yao Han boleh memberikan sebagian ilmu tentang Dao Jimat darinya pada anggota Sekte Teratai Putih dan menjaga buku pemberiannya dengan baik.
Ada dua alasan Tang An menghadiahkan buku itu. Pertama, karena latar belakang Yao Zhan. Kedua yang paling utama, Tang An menyadari Yao Han memiliki bakat yang terbilang tinggi dalam Dao Jimat padahal baru mempelajarinya selama beberapa bulan dan selama ini Tang An belum menemukan orang yang tepat sebagai pewaris ilmunya.
Setelah itu, Tang An pergi sambil membawa pergi beberapa kertas jimat buatan Yao Han dan sebuah Bunga Teratai Biru.
Dua hari setelah itu, sebagian kecil penduduk Kota Rubah Salju dikejutkan dengan kedatangan rombongan kecil empat orang perempuan. Dari perawakannya terdiri dari dua perempuan muda dan dua perempuan dewasa memakai topeng. Satu perempuan diantara mereka memakai pakaian yang berbeda.
Saat itu Yao Han sedang bersantai di teras rumah pengobatan dan dalam dua detik pengamatan, dia segera bisa mengenali empat orang ini yang mendekat ke arahnya.
Ada dua hal yang cukup menarik perhatian Yao Han. Pertama, salah satu perempuan muda yang berada dalam gendongan terlihat lemah tak berdaya. Kedua, perempuan muda lain yang memakai pakaian berbeda adalah sosok yang tidak asing dalam ingatan Yao Han. Dialah Bing Xueyu, putri sulung Raja Es Bing Houyi.
- - -
Catatan Author:
Tiga chapter sekaligus setelah tidak update selama beberapa hari. Oh, yeah. Wuhuu.
Setelah tiga chapter ini, Author akan mengambil libur lagi karena ingin menyelesaikan urusan dunia nyata (Yaelah, sok sibuk).
Selama masa "libur", Author akan menyempatkan waktu untuk membuat tabungan chapter. Nah sekedar bocoran, beberapa chapter selanjutnya, MC tidak muncul. Akan ada pembahasan lain yang mungkin agak panjang. Jadi biar enak, nantinya author akan langsung kasih crazy up (padahal bukan, hohoho).
Jangan protes, silahkan ditunggu bagi yang mau menunggu.
Salam panas dingin,
Author, Maswaw.