Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 224 - Takdir Langit



Chen Long melihat Yao Han penuh antusias. Jika ada kata yang menggambarkan Yao Han, Chen Long merasa hanya ada dua kata saja. Menakjubkan dan mengerikan.


Selain bakat kultivasinya yang tinggi, Yao Han juga menjadi murid resmi tiga kultivator hebat dan ternama. Sebenarnya hanya dengan menjadi murid Angin Timur saja, Chen Long berpikir tidak ada yang bisa berdiri penuh percaya diri didepan Yao Han.


Sepanjang hidupnya, Chen Long memiliki rasa kekaguman khusus hanya pada tiga orang. Mereka adalah Feng Xian, Bing Lizi, dan Xi Lei yang termasuk sebagai Jagoan Empat Penjuru sama sepertinya.


Melihat Yao Han, Chen Long merasa dia perlu menambahkan daftar orang keempat. Chen Long dapat merasakan Yao Han akan jauh melampaui kehebatan Angin Timur yang sudah dianggapnya sebagai monster mengerikan dalam sejarah dunia kultivator Benua Bulan Biru.


"Kalau begitu aku akan memanggilmu Xiao Han saja. Dan kau jangan memanggilku Leluhur Chen."


"Bagaimana dengan Paman Guru Chen?"


Chen Long menaikkan sebelah alisnya. "Paman Guru? Aku memang berteman dengan gurumu, tapi bukan berarti kami bersaudara. Panggilan itu terdengar aneh."


Bing Lizi kemudian menjelaskan alasan Yao Han memanggil Chen Long sebagai paman guru. Yao Han meninggalkan Pulau Bulan Bintang untuk menambah wawasan dan mendalami lebih banyak ilmu, khususnya dari tiga orang Jagoan Empat Penjuru lainnya, yang juga dikarenakan saran dari Feng Xian.


"Begitukah? Hm... sama seperti Senior Bing yang tidak bisa menjadi guru resmi, aku pun demikian. Namun aku bersedia menurunkan semua ilmuku padamu. Paman Guru Chen? Kurasa panggilan itu tidak terlalu buruk."


Bukannya tidak bisa menjadi guru resmi, hanya saja Bing Lizi dan dan Chen Long tidak mengangkat Yao Han sebagai murid resmi karena menghormati Feng Xian, serta menghargai Meirong dan Yutian yang sudah menjadi tiga guru resmi Yao Han. Posisi sebagai paman guru adalah yang paling tepat menurut mereka untuk Yao Han.


"Terima kasih, Paman Guru Chen. Tolong terima salam hormat dari Yao Han ini." Yao Han merasa senang, lalu bersujud satu kali pada Chen Long.


"Aiya, jangan bersikap begitu. Kalau Senior Feng melihat ini, dia akan memarahiku. Bersikaplah biasa, kau mengerti?"


"Aku mengerti, Paman Guru Chen."


Jiu Jinyu kembali bersuara untuk merusak suasana.


"Hah-! Bocah, kau terlalu baik menjadi keponakan murid naga busuk itu! Cepat atau lambat, kutukan naga busuk itu akan menular padamu!"


Yao Han tersenyum canggung dan mengabaikan Jiu Jinyu. "Tidak ada sesuatu yang bisa kita lakukan agar dia tenang?"


"Tak perlu mengkhawatirkannya, tidak penting juga. Dia tidak bisa berbuat banyak. Kondisinya jauh melemah dari saat itu dan terpaksa mengambil wujud manusia."


"Kau pikir kenapa Ratu ini harus berubah wujud, hah?! Itu karena ulah kalian manusia busuk yang memotong semua ekor Ratu ini!"


Saat bertarung dengan Jiu Jinyu seratus tahun lalu, Chen Long berhasil memotong enam ekornya, sedangkan Bing Lizi berhasil memotong tiga ekornya. Jiu Jinyu bisa mengimbangi perlawanan mereka, karena keduanya terlebih dahulu berhadapan dengan semua bawahan Jiu Jinyu yang kekuatan mereka sanggup meratakan sepertiga Benua Bulan Biru.


Terlebih, ras Rubah Api Giok adalah yang terkuat urutan ketiga dari bangsa hewan roh dan siluman karena staminanya yang tinggi, hanya setelah ras Naga dan Feniks.


"Kenapa kau membiarkannya tetap hidup?" tanya Bing Lizi penasaran.


Sebelum menghilang dulu, Chen Long secara aktif memusnahkan banyak Raja atau Ratu siluman di wilayah Negeri Hutan Hijau. Tidak terkecuali hewan roh tingkat tinggi jika keberadaan mereka membahayakan manusia biasa atau kultivator.


Jiu Jinyu semakin murka karena ucapan Chen Long. Ditambah dengan perasaan frustasi dan tidak berdaya karena tubuhnya terlilit akar besar.


Bing Lizi tidak menanggapi, tetapi diamnya menandakan dia setuju dengan Chen Long. Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan memberikan pesan telepati pada Chen Long.


'Dulu kau terbiasa mengejek Saudara Feng. Dihadapan Xiao Han, tahan sebaik mungkin kebiasaanmu satu itu atau dia akan lepas kendali tanpa mempedulikan apapun.'


Chen Long mematung sejenak sebelum tersenyum tipis. 'Aku mengerti.'


Sebenarnya Chen Long bisa merasakan Yao Han yang menaruh rasa hormat tinggi pada Feng Xian sebagai guru maupun penyelamat hidup setelah mendengarkan cerita panjang. Meskipun dia terlihat lebih dekat dengan Meirong selayaknya ibu dan anak, rasa hormat pada Feng Xian memiliki kadar tersendiri.


Mengetahui hal itu, Chen Long merasa iri pada Feng Xian. Dia juga pernah memiliki murid, tapi bakat dan rasa berbaktinya tidak bisa dibandingkan dengan Yao Han.


"Kau tahu, Xiao Han? Aku belum pernah mengetahui ada kultivator yang memiliki tiga guru dari tiga aliran berbeda sekaligus. Kau yang pertama kalinya."


Chen Long kagum dengan identitas Yao Han sebagai murid tiga aliran kultivator secara bersamaan, tetapi dia lebih melihat Yao Han sebagai perwujudan semua Jagoan Empat Penjuru.


Menjadi murid Angin Timur, penampilan terpelajar seperti Es Utara, cara bicara yang terkadang tanpa disaring seperti Petir Barat, dan menguasai teknik khas Naga Selatan.


Yao Han menanggapi dengan tawa canggung. "Guru Feng pernah mengatakan, aku lebih cocok menjadi murid Paman Guru Bing atau Paman Guru Chen."


Chen Long tertawa sambil berpikir dunia kultivator tertipu beranggapan Yao Han adalah murid Dao Alkemi Feng Xian, padahal kenyataannya adalah murid Dao Melukis dan Musik.


Chen Long kemudian bercerita tentang dirinya tentang masa lalu. Tidak ada yang istimewa sebenarnya. Saat itu dia mengalami luka parah, sama parahnya dengan Bing Lizi dan Jiu Jinyu.


Tanpa bisa bertahan lebih jauh, dia tak sadarkan diri dan ketika membuka mata, ternyata sudah berada ditempat yang jauh berbeda dan dalam wujud seekor naga bersisik seperti kayu.


Chen Long sempat bertarung dengan Jiu Jinyu kembali tetapi hanya sebentar dan keluar sebagai pemenang, lalu mengurungnya dibawah pohon raksasa buatannya.


Selama berada disana, Chen Long berusaha mencari keberadaan Bing Lizi, tetapi nihil. Bahkan mengira dirinya berada di bagian terpencil Benua Bulan Biru yang belum pernah dikunjungi manusia.


"Senior Chen, kurasa sepertinya Anda tidak terlalu keberatan memiliki wujud lain sebagai hewan roh..." Yutian penasaran.


"Tentu saja." Chen Long tersenyum lebar. "Aku menganggapnya sebagai anugerah besar. Dengan wujud seekor naga, Naga Selatan bukanlah sekedar julukan melainkan wujudku yang sebenarnya." Setelahnya Chen Long tertawa lantang.


Diantara mereka semua yang ada disana, Chen Long adalah yang terkuat dengan tingkat kultivasi berada di Ranah Inti Emas tahap puncak. Hanya sedikit lagi memasuki Ranah Jiwa.


Bersambung...