Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 238 - Pergerakan Sekte



Kembalinya rombongan kecil Shui Lan dari Kota Rubah Salju ke Sekte Ombak Bunga cukup mengejutkan, terutama dua Matriark selain Shui Lan.


Shui Rong dan Shui Yin sama-sama tidak menyangka Shui Hua akan kembali dalam kondisi prima dan sehat sempurna tanpa meninggalkan jejak bahwa gadis cantik itu pernah mengalami kondisi kritis yang hampir tidak terselamatkan sebelumnya.


"Syukurlah kau sudah sembuh, Hua'er. Jadi kau benar-benar mendapatkan pertolongan murid Senior Angin Timur? Ini sebuah kejutan. Apakah mungkin dia mau menolong karena tertarik dengan kecantikanmu?"


Shui Yin bertanya setengah menggoda, membuat Shui Hua tersenyum canggung.


"Tidak, Matriark. Mungkin terdengar aneh, tapi sepertinya murid Senior Angin Timur bernama Saudara Yao itu tidak terlalu tertarik dengan kecantikanku ataupun Saudari Bing."


Shui Lan kemudian menceritakan semua pengalaman mereka ketika berada di Kota Rubah Salju untuk menemui Yao Han.


"Kalian juga bertemu dengan Senior Angin Timur?!"


Shui Rong dan Shui Yin menjerit tertahan sambil menahan napas. Namun penjelasan berikutnya dari Shui Lan membuat mereka lega sekaligus aneh karena Feng Xian yang tidak terlalu mempermasalahkan Yao Han menolong Shui Hua yang jelas-jelas anggota sekte aliran putih.


"Mengingat Senior Angin Timur tidak menyukai kultivator aliran putih, sangat aneh saat itu dia tidak marah pada muridnya atau kalian." Shui Yin berpendapat.


"Tidak perlu dipikirkan." Shui Rong menanggapi. "Setidaknya, muridnya lebih mudah diajak bicara dan dimintai bantuan. Ini hal bagus, apalagi karakternya berbanding terbalik dengan gurunya."


Shui Lan menambahkan beberapa informasi kecil sebelum memberikan slip giok yang merekam penampilan Yao Han.


"Benarkah ini murid Senior Angin Timur? Dia masih begitu muda."


Shui Rong dan Shui Yin melihat slip giok itu berganti, lalu memberikan penilaian.


"Dia memang masih muda, seumuran dengan Hua'er atau Nona Bing. Namun yang tidak kumengerti adalah dia sengaja menyamarkan tingkat kultivasinya."


"Untuk apa dia melakukan itu?"


"Entahlah. Aku hanya berhasil membaca kultivasinya di Ranah Dasar tingkat sepuluh, tapi aku yakin dia sudah mencapai lebih dari itu."


"Mungkinkah dia sudah mencapai Ranah Pondasi dan menjadi kultivator Pondasi Langit? Memikirkan bakatnya, seharusnya dia termasuk generasi emas saat ini seperti Hua'er dan Nona Bing."


Shui Lan menggeleng pelan. "Tidak. Gelombang Qi miliknya yang terpancar menunjukkan dia masih kultivator Ranah Dasar. Dia juga memiliki aura yang aneh, mirip seperti Senior Angin Timur, hanya saja lebih lemah. Aku baru pertama kali bertemu dengan anak muda seperti dia."


"Sebenarnya mendengar Senior Angin Timur memiliki murid sudah mengejutkan. Namun mendengar cerita darimu, bisa disimpulkan dia jauh lebih berbakat dari semua generasi emas saat ini, bukan?"


"Bagi orang yang belum pernah mendengarnya, mungkin itu terdengar berlebihan. Namun setelah melihatnya secara langsung, pastinya akan setuju dengan hal itu."


"Aku rasa begitu. Dia masih muda dan mampu menyembuhkan kondisi Hua'er lebih baik daripada yang telah kita lakukan. Aku punya firasat kuat dia akan melampaui gurunya."


Tidak ada yang membantah pernyataan Shui Yin.


Tidak lama setelah Shui Lan dan rombongan kecilnya kembali ke Sekte Ombak Bunga, seorang tetua Ranah Jiwa tahap menengah datang untuk menjemput Bing Xueyu kembali ke Benteng Es Utara, karena gejolak dunia kultivator yang menyebabkan hilangnya ketenangan setelah cukup lama berlalu.


"Maaf jika pertanyaanku lancang, apakah Benteng Es Utara akan ikut serta dalam perang mendatang?" tanya Shui Lan.


Tetua itu tidak merasa pertanyaan Shui Lan lancang, karena Bing Houyi sudah menduga akan mendapatkan pertanyaan ini.


"Ya dan tidak..."


Tetua itu menjelaskan Benteng Es Utara akan ikut campur hanya jika perang meluas sampai memasuki wilayah Negeri Hutan Hijau. Dulu mereka tidak akan mau ikut campur, tapi pengecualian untuk perang yang akan datang. Tidak ada penjelasan lebih lanjut terkait hal ini dan Shui Lan menahan diri untuk tidak bertanya lebih jauh.


"Baiklah, aku mengerti. Kuharap kalian berhati-hati selama dalam perjalanan kembali pulang."


Shui Lan dan dia Matriark lainnya dapat memahami pilihan Bing Houyi, dikarenakan tidak ada kerugian yang diterima perwakilan mereka dalam konflik di Kota Harta Giok. Lagipula, sejak awal berdirinya Benteng Es Utara sampai menjadi sekte bintang sepuluh aliran netral, keikutsertaan mereka dalam perang bisa dihitung dengan jari demi menjaga kenetralan mereka.


Namun untuk kali ini, Shui Lan dan lainnya tidak mengerti alasan terkuat Benteng Es Utara akan ikut serta dalam perang meskipun secara tidak langsung.


"Aliansi?"


Shui Lan menaikkan kedua alisnya saat Shui Rong memberikannya sebuah surat yang berisi undangan dari Sekte Pedang Suci dan Sekte Taring Buas untuk membentuk aliansi putih-netral demi menghadapi Sekte Awan Bulan.


"Jika ada aliansi putih-netral, bukankah akan ada aliansi hitam?" Shui Lan mendengkus keras. "Jika sebelumnya kedua sekte ini mengusulkan Pertemuan Kultivator Muda dengan suasana berbeda, kali ini mereka ingin mengajak bergabung sekte lainnya untuk ikut berperang."


Shui Rong dan Shui Yin memahami kekesalan Shui Lan, tapi tidak berusaha menenangkannya.


"Aku sudah mengambil keputusan, tapi belum memberikan jawaban. Kecuali Benteng Es Utara dan Menara Harta Giok, sekte bintang sepuluh lainnya yang diundang setuju bergabung dalam aliansi ini."


Dahi Shui Lan mengerut dalam mendengar ucapan Shui Rong. "Sangat aneh Menara Harta Giok tidak bergabung dalam aliansi, mengingat mereka mengalami kerugian materi paling besar."


Shui Rong tersenyum tipis. "Memang. Jika saja tidak takut dengan ancaman seseorang, mereka akan menjadi pihak pertama yang bergabung dalam aliansi ini."


"Seseorang? Sia..."


Shui Lan penasaran dengan seseorang yang mampu mengancam sekte setingkat Menara Harta Giok, tetapi tiba-tiba satu nama terlintas dalam benaknya, yang membuat kalimatnya terhenti. Memang, sejauh ini hanya ada satu orang yang paling ditakuti dan dihormati Menara Harta Giok secara keseluruhan.


"Jadi..." Shui Lan sengaja tidak meneruskan ucapannya, tapi makna dari lirikan matanya pada Shui Rong dan Shui Yin dapat ditangkap dengan baik.


Shui Rong berdeham sejenak. "Sekte Ombak Bunga akan bergabung dalam aliansi putih-netral dan ambil bagian dalam perang. Namun, kita akan mundur jika perang mendatang meluas sampai ke wilayah Negeri Hutan Hijau."


Shui Lan menghela napas panjang lalu tersenyum masam. "Senior, menurutmu berapa persen peluang perang tidak akan sampai ke wilayah Negeri Hutan Hijau?"


Shui Rong tidak bisa menjawab pertanyaan itu, meskipun dia berharap hal itu tidak akan pernah terjadi.


"Kita semua tahu, perang yang akan datang, melibatkan jauh lebih banyak pihak daripada perang terakhir dua puluh tahun lalu..."


Bersambung...


Catatan:


Halo, maaf lama menghilang. Selain karena kesibukan, juga karena sengaja lama tidak update untuk melihat perkembangan terhadap novel ini. Hasilnya? Tentu saja mengecewakan. Sangat mengecewakan.


Sejak kembali dari vakum bulan September lalu, ternyata yang bertambah paling mencolok cuma jumlah favorit saja, sedangkan yang lain? Hm...


Author tidak mengharapkan vote atau hadiah poin. Cukup tekan tombol like yang cuma butuh waktu satu detik saja. Gitu aja sebenarnya, tapi... A(h)su dahlah...


Author sengaja update cuma satu chapter sekalian kasih tau hal ini aja. Terserah tanggapan kalian, author juga tidak terlalu peduli. Kalo pembaca setia dan baik hatinya yang menanggapi sih author masih peduli ya... Hehehe.


Setelah berpikir panjang, author mengambil dua keputusan besar.


Satu, author menunggu sampai masing-masing chapter novel MTI mendapat setidaknya 2000 like dalam waktu seminggu ke depan (sampai tgl 7 Desember 2022).


Dua, jika poin pertama tidak terpenuhi, dengan sangat terpaksa (karena faktor kebutuhan), author akan menamatkan versi gratis novel MTI di platform MT/NT.


Cuma baca modal kuota aja gak bisa dianggap bayar lho, ya. Kuota pembaca juga gak bisa membayar hasil pemikiran dan tenaga author, hehehe.


Author masih akan update 2 chapter versi gratis lainnya (chapter 239 dan 240) di platform ini sebagai tanda perpisahan (kalo poin pertama tidak terpenuhi). Sedangkan chapter kelanjutannya akan author update di platform k4ry4k4r54 dengan sistem berbayar. Relatif murah, hanya 3rb-5rb per 5-10 chapter dalam sekali update.


Sudah bisa diduga semua kecewa dengan keputusan author, tapi mau bagaimana lagi. Sejak pandemi tahun 2020, author merasa (hampir) tidak pernah diuntungkan dengan sistem paltform ini. Enggak tau sama author yang lain. Yang benar-benar sebagai author, terutama author cowok, hampir selalu kalah saing lho sama author cewek dan author robot/admin platform (oops), hehehe.


Sementara gitu aja dulu uneg-unegnya.


Salam panas dingin,


Author, Maswaw.