Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 174 - Pil Nutrisi



Pria yang menjadi pasien pertama pengobatan Yao Han di Kota Rubah Salju itu mengeluarkan sepuluh batu roh berwarna kuning.


"Tabib Muda, ini adalah semua harta simpanan yang kumiliki. Aku harap kau mau menerimanya." Pria itu menjelaskan diakhiri senyuman canggung sekaligus takut.


Yao Han tersenyum tipis sambil menerima batu roh yang sangat sedikit itu. Bagaimanapun, satu batu roh kuning saja sangat berharga bagi kultivator, tapi pengecualian untuk Yao Han. Perlu diingat kembali Yao Han tidak seperti Feng Xian yang memiliki sifat perhitungan untuk hal kecil sekalipun.


"Tidak masalah, aku terima ini."


Yao Han kemudian mengeluarkan sebuah botol kaca bening. Didalamnya ada sepuluh butir pil berwarna cokelat. Saat dibuka, aroma pil yang wangi tercium kuat.


"Silahkan diambil, pil ini bukan untuk kultivasi, melainkan dikonsumsi untuk mengisi perut karena lapar dan hanya boleh dimakan satu butir setiap harinya."


"T-terima kasih."


Selain pil berwarna cokelat itu, Yao Han memberinya sebuah bunga berwarna biru yang beraroma wangi dan berhawa sejuk.


"Anggap saja bunga ini sebagai kenang-kenangan."


Setelah menerima barang pemberian Yao Han, pria itu membungkuk hormat tiga kali kemudian pergi dengan senyuman lebar.


"Satu pasien sudah datang, mari kita tunggu pasien selanjutnya."


Pil cokelat yang dia berikan tadi bernama Pil Nutrisi, jenis pil baru yang tercipta kurang dari sepuluh tahun. Penciptanya adalah Yao Han sendiri dan pil ini juga satu-satunya pil asli buatannya sejauh ini.


Pil Nutrisi adalah jenis pil pertama tanpa adanya tingkatan kualitas seperti jenis pil lain yang pernah dilihat Feng Xian dan Meirong sebagai Alkemis. Khasiatnya adalah memenuhi kebutuhan nutrisi seseorang selama seharian penuh.


Yao Han menciptakannya karena iseng, tetapi dibalik keberhasilannya membuat pil baru yang sangat berguna untuk orang dengan kondisi ekonomi rendah, Yao Han sempat menerima teguran Meirong sekaligus omelan Feng Xian.


Pil ini akan sangat berbahaya jika beredar dikalangan militer antar tiga negeri yang melibatkan manusia biasa dan kultivator tingkat rendah. Karena kebutuhan pangan dalam perang militer selalu mendesak dan Pil Nutrisi adalah solusi yang paling tepat.


Satu hal yang cukup melegakan adalah Yao Han sudah memastikan Pil Nutrisi tidak akan bisa dibuat oleh Alkemis lain yang tidak memiliki kemampuan membuat pil sama seperti dia atau kedua gurunya.


Biaya untuk membuat pil ini sangat murah dan termurah diantara biaya pembuatan pil lain yang diketahui Feng Xian maupun Meirong.


Satu batu roh cukup untuk kebutuhan sepuluh set bahan dan dari setiap set bahan bisa tercipta sepuluh pil. Jadi, hanya dengan satu batu roh, Yao Han bisa mendapatkan seratus butir Pil Nutrisi.


Yao Han pernah beberapa kali mencoba pil ini dan tidak pernah lagi mengonsumsinya demi bisa menikmati rasa makanan dari Restoran Nagarasa lebih baik.


Dan walaupun dia bisa mendapatkan keuntungan luar biasa dari pil ini, Yao Han tidak berniat menjualnya dan hanya memberinya pada orang yang dia rasa sangat membutuhkan.


***


Selepas pria yang menjadi pasien pertama Yao Han meninggalkan rumah pengobatan, dia dikerubungi beberapa orang yang penasaran. Pria itu menceritakan pengalamannya dan kata-katanya seolah mempengaruhi sebagian besar dari mereka.


Hampir semua orang mengetahui Yao Han adalah sosok yang hebat bisa menampilkan sihir langka, tetapi meragukan kemampuan pengobatannya. Mereka ragu karena penampilan Yao Han masih sangat muda dan melupakan fakta penampilan seseorang tidak mencerminkan kemampuannya.


Pria pasien pertama Yao Han ini juga awalnya ragu, tetapi bermodalkan nekat dia mencoba peruntungan pada Yao Han untuk mengatasi racun yang bersarang cukup lama dalam tubuhnya.


Belum ada lagi orang yang datang berobat padanya, Yao Han kembali sibuk dengan kertas jimat, bahkan dalam hitungan beberapa jam sudah ada puluhan kertas jimat yang siap pakai. Setelah merasa bosan, Yao Han menarik seruling giok dan memainkannya.


Alunan merdu terdengar dalam jangkauan luas setidaknya seratus meter karena Yao Han memasukkan Qi dalam permainan serulingnya.


Dengan kemampuannya, Yao Han cukup baik menyihir pikiran dan hati orang-orang untuk merasa tenang dan hangat, karena suhu udara Kota Rubah Salju yang lebih dingin dari tempat lain tak peduli siang hari.


Hanya dengan sekali lihat, Yao Han bisa mengetahui kedua pasiennya ini dalam kondisi kurang baik, dari segi kesehatan maupun kehidupan.


Sebelum Yao Han memeriksa lebih jauh, dia dikejutkan dengan dua pasiennya ini bersujud padanya sambil berkata dengan nada menyedihkan.


"Tabib Muda, kami tidak memiliki uang atau apapun sebagai biaya berobat. Kumohon tolong obati kami..."


Buru-buru Yao Han membantu keduanya berdiri.


"Paman, apa yang kau lakukan? Aku akan menolong kalian dan berhentilah menyembahku."


Yao Han menemukan mereka terserang penyakit yang biasanya terjadi pada manusia biasa kebanyakan, tetapi kondisi gizi buruk memperparah penyakit mereka.


Setelah mengalirkan energi kehidupan pada keduanya, Yao Han meminta mereka menelan masing-masing satu butir pil penambah stamina dilanjutkan dengan satu butir Pil Nutrisi. Kondisi mereka menjadi jauh lebih baik dalam waktu singkat.


"Terima kasih, Tabib Muda. Terima kasih..."


Tanpa bisa dicegah, pasangan ayah dan anak itu kembali bersujud yang membuat Yao Han menghela napas panjang. Inilah salah satu hal yang tidak ingin dilihat Yao Han saat ada orang yang kekurangan datang meminta bantuannya.


"Tuan Muda, kamu tidak bisa membayarmu, tapi biarkan kami menjadi pelayanmu."


"Tidak, tidak. Aku tidak membutuhkan itu. Paman dan adik kecil boleh tidak membayarku. Aku mengerti kondisi kalian dan ambillah ini..."


Yao Han menyerahkan dua botol kaca yang berisi total lima puluh Pil Nutrisi didalamnya dan dua buah Bunga Teratai Biru sebelum meminta mereka keluar.


"Aku tidak bisa menerima ini, Tuan Muda. Aku..."


Yao Han mendekati pria itu, "Kemarilah Paman." Tubuh pria itu mematung saat Yao Han memeluknya.


"Kau juga kemari, adik kecil." Yao Han meraih tubuh kurus anak perempuan pria itu dan memeluknya selama beberapa saat.


"Kalian tidak perlu khawatir lagi dengan biaya pengobatan. Hari ini aku sudah mendapatkan dua pelukan hangat dari kalian sebagai bayaran."


Pria itu menangis sambil menggendong anak perempuannya, "Terima kasih banyak, Tabib Muda."


Yao Han tersenyum tipis dan mengangguk pelan, "Semoga langit memberkahi kalian agar selalu sehat dan kehidupan kalian menjadi lebih baik dari sekarang."


Pria dan anak perempuannya itu meninggalkan Yao Han dengan tangis haru mengalir diwajah, membuat orang-orang yang memperhatikan keheranan dan penasaran.


"Hah..."


Yao Han menyandar pada dinding lalu menghembuskan napas panjang, "Baru tiga orang yang datang, tapi kenapa aku merasa lelah?"


Bing Lizi tertawa pelan lalu menyeletuk, "Dunia membutuhkan banyak orang sepertimu, Xiao Han, dengan begitu dunia ini menjadi lebih baik."


----


Penting gak penting.


Sosok seperti MC adalah incaran utama yang paling dicari sekaligus dibenci oleh para m*fia dalam bidang kesehatan maupun militer. Setuju, gak?


Kayaknya juga relate dengan kondisi pandemi saat ini. Hm.