Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 75 - Buruk dan Kejam



Yao Han sempat melihat ada sesuatu yang digenggam ditangan kiri Wuneng. Dirinya hanya diam memperhatikan tindakan pemuda itu sampai akhirnya Wuneng menghilang dari pandangannya.


Yao Han kemudian teringat dengan sebuah pusaka unik berbentuk batu kristal kecil bernama batu ruang yang pernah diceritakan Yutian.


Batu ini unik karena dapat digunakan untuk memindahkan si pengguna ke tempat lain secara acak. Dalam pertarungan, batu ruang sangat berguna untuk melarikan diri saat terdesak.


Jarak berpindahnya posisi si pengguna tergantung kualitas dari batu ruang. Kualitas yang paling rendah setidaknya bisa memindahkan pengguna sejauh sepuluh meter, sementara kualitas yang lebih tinggi bisa memindahkan sampai jarak beberapa kilometer.


Terlepas dari keunikannya, satu kelemahan terbesar batu ruang adalah pengguna tidak bisa menentukan tempat dia muncul kembali, karena berpindahnya secara acak, bisa-bisa si pengguna muncul di tempat yang membahayakan nyawa.


"Karena dia berasal dari sekte besar bintang sepuluh dan murid Gerbang Hantu, sudah jelas ia memiliki batu ruang kualitas tinggi." Yutian berkomentar.


Yao Han menghela napas panjang, tidak terlihat dia menyesal membiarkan Wuneng kabur darinya. Dia kemudian menghilangkan petir biru keemasan di tangan kirinya dan api ungu kebiruan pada kipas Gunbai, lalu menyimpan kembali pusaka itu.


"Saudara Yao, kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?"


Shenghao dan Honghao menghampiri Yao Han yang terdiam. Meskipun dia mengetahui Yao Han sepertinya tidak terluka, dia tetap bertanya karena ada kemungkinan dalam pertarungan tadi ayo Han mendapat serangan tak terlihat.


"Ya, aku baik-baik saja dan tidak ada luka sama sekali." Yao Han tersenyum tipis.


Honghao melirik ke arah dimana Wuneng terakhir berada, "Saudara Yao, kenapa kau membiarkannya kabur?"


"Tidak ada alasan khusus. Sejak awal, aku tidak berniat membunuhnya, tetapi juga tidak ingin membiarkannya pergi dengan mudah. Aku hanya memancingnya mengeluarkan semua hantu yang dia miliki sebelum memusnahkannya. Itu saja."


"Kalau begitu kenapa tidak kau gunakan benda yang mirip pagoda tadi?"


"Aku bisa saja menggunakannya jika Saudara Gui tidak menantangku melawannya tanpa pusaka itu." Yao Han mengangkat bahu santai.


Shenghao dan Honghao kompak menggaruk kepala karena keheranan dengan pemikiran Yao Han yang cukup unik sekaligus aneh.


"Aku bingung dengan cara berpikirmu, Saudara Yao. Daripada kau membuang tenaga melawan murid Gerbang Hantu dan membiarkannya kabur, lebih baik kau biarkan kami menghabisinya."


Senyuman Yao Han sedikit menipis. Bukan karena dia tersinggung dengan sindiran halus Shenghao, melainkan karena niat pemuda itu terhadap Gui Wuneng jika tidak dia hentikan sebelumnya.


"Saudara Shenghao, jika dalam situasi lain, maka aku akan membiarkanmu melakukan apa yang kau inginkan pada Saudara Gui, bahkan aku akan membantumu."


Shenghao mengerutkan dahi, "Bagaimana maksudmu, Saudara Yao? Bukankah barusan saat yang tepat untuk mencegah munculnya biang masalah di masa depan dari salah satu kekuatan aliran hitam?"


"Menurutku tidak, kecuali kau ingin menjadikan wilayah Negeri Hutan Hijau sebagai sasaran kemarahan Sekte Langit Kelabu dan menimbulkan kekacauan. Aku tidak masalah selama dia tidak mati di negeri ini."


Pada dasarnya Yao Han menyukai kedamaian. Namun ketiga gurunya pernah mengatakan dalam waktu yang berbeda bahwa untuk mencapai kedamaian, terkadang dibutuhkan usaha yang keras bahkan harus melewati perang terlebih dahulu.


Sesuatu yang cukup sulit diterima Yao Han, karena tidak sesuai dengan apa yang diajarkan padanya saat masih belum menjadi kultivator di Kota Bukit Bunga.


Kedamaian bukan hal yang susah didapatkan jika semua orang merasa cukup pada segala hal dan saling mengerti satu sama lain.


"Apa kau tidak khawatir murid Gerbang Hantu menjadi musuhmu, Saudara Yao?"


Mendengar pertanyaan Honghao, Yao Han justru tertawa.


"Bagaimana kau bisa seyakin itu?"


"Pertama, karena aku merupakan kultivator tanpa sekte, kecuali aku bagian dari sekte aliran putih. Kedua, terlepas dari dia berasal dari aliran hitam, aku merasa dia bukan orang yang jahat."


Keduanya semakin dibuat kebingungan. Pola pikir Yao Han cukup sulit untuk mereka pahami.


'Mungkin Saudara Yao terpengaruh oleh ajaran aneh Senior Angin Timur...'


"Aliran hitam tidak seperti yang kau katakan atau pikirkan, Saudara Yao."


Yao Han hanya tersenyum tipis tanpa menanggapi. Shenghao dan Honghao hanya tidak mengetahui salah satu guru Yao Han berasal dari aliran hitam.


Meirong sedikit enggan mengakuinya, tetapi Yao Han mengingat guru cantiknya itu pernah mengatakan Yutian sang Gerbang Racun merupakan salah satu kultivator aliran hitam yang jauh berbeda dari kebanyakan orang pikirkan tentang aliran hitam.


Lagipula, Yao Han tidak peduli pada latar belakang seseorang, terutama aliran kultivator, sedikit mirip dengan Feng Xian. Seperti yang diajarkan guru pertamanya itu, Yao Han tidak berniat mencari masalah dengan orang lain, kecuali diganggu terlebih dahulu.


Masalahnya dengan Wuneng karena Yao Han hanya sekedar 'bermain-main'. Menurutnya, hanya 'membunuh' hantu dan membiarkan Wuneng pergi adalah keputusan yang tepat.


"Kita lupakan murid Gerbang Hantu, ada yang harus kita urus."


Shenghao dan Honghao mengikuti arah pandang Yao Han, yaitu pada si pria aneh yang masih merintih kesakitan. Yao Han mendekatinya lalu setengah berlutut di dekatnya.


"Hukuman yang kau rasakan ini masih belum setimpal dengan kejahatan yang sudah kau lakukan. Kau menjadi kultivator, tetapi kekuatan yang kau dapatkan malah disalahgunakan."


Yao Han menggeleng pelan sebelum mengangkat tangan kanannya yang mengandung Qi cukup besar, lalu menghantamkannya pada perut si pria aneh, tepatnya di bawah pusar.


"Ough!"


"Saudara Yao, apa yang kau lakukan?!"


Shenghao dan Honghao begitu kaget dengan tindakan Yao Han yang seolah merasa tidak cukup membuat si pria aneh menderita setelah hancurnya 'si adik kecil'.


Si pria aneh memuntahkan darah cukup banyak setelah menerima pukulan Yao Han lalu kehilangan kesadaran.


"Aku menghancurkan dantiannya. Dengan begini, dia tidak akan bisa menjadi kultivator lagi." Yao Han menjawab dengan tenang tanpa menoleh, membuat Shenghao dan Honghao menahan napas cukup lama.


Qi mulai merembes keluar dari tubuh pria itu. Praktiknya menurun dengan cukup cepat sampai akhirnya dia tidak lagi memiliki Qi. Setelah itu, Yao Han mengeluarkan sebuah botol kaca kecil. Ketika dibuka, aroma obat menguar dari dalam botol itu.


Yao Han memasukkan isi botol ke dalam mulut si pria aneh yang terbuka, Shenghao dan Honghao bisa melihat ada tiga tetesan cairan bening masuk ke dalam mulut si pria aneh. Dalam lima hitungan, luka pria aneh menghilang.


Tidak sampai disitu, Yao Han juga memberikan sebuah pil berwarna merah darah. Setelahnya, wajah pria aneh yang tadinya begitu pucat perlahan mulai menampakkan warnanya.


"Saudara Yao, bukankah dirimu sedikit kejam? Menghilangkan praktiknya... itu bahkan lebih buruk daripada langsung membunuhnya..." Shenghao sedikit menahan kata-katanya saat mengomentari tindakan Yao Han.


Yao Han menatap Shenghao, "Saudara Shenghao, kau mengatakan diriku kejam? Dengan siapa kau membandingkannya? Pria ini? Sekedar mengingatkan, Saudaraku, jangan sampai warga kota mendengar ucapanmu barusan atau mungkin kau dilempari batu oleh mereka karena seolah membela pria aneh ini."


---