Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 71 - Cukup Sampai Disini



Mohon bantuannya agar novel ini bisa masuk 20 besar ranking like.


***


Shenghao dan Honghao kaget melihat Yao Han disamping mereka sudah menjadi sosok yang berbeda.


Qi berwarna biru keemasan memancar kuat dan menyelimuti seluruh tubuh Yao Han. Mereka belum pernah melihat atau mendengar Qi seperti ini sebelumnya.


Dari awal pertemuan dengan Yao Han, Shenghao dan Honghao kesulitan membaca tingkat praktik pemuda itu, meski mengetahui Yao Han sama-sama kultivator Ranah Dasar seperti mereka. Namun, Yao Han saat ini dia menunjukkan kekuatan Qi yang menyamai Ranah Pondasi.


Pria aneh mengerutkan dahi dan waspada. Firasatnya mengatakan Yao Han bukan pemuda yang bisa diremehkan. Sementara itu, pemuda bertampang malas menyipitkan matanya.


'Siapa pemuda ini? Kenapa dia bisa bersama dua anggota Sekte Teratai Putih?'


Yao Han berbisik setengah menggeram, "Saudara Shenghao, Saudara Honghao, bantu aku mengawasi pemuda itu, ada sesuatu yang ingin aku pastikan. Pria aneh ini, biar aku tangani."


"Ta-"


Yao Han tidak menunggu Shenghao menyelesaikan ucapannya, dia melesat menuju pria aneh. Kecepatannya membuat yang melihatnya menahan napas kaget.


Pria aneh segera tersadar untuk melindungi dirinya.Dia mengayunkan tangannya, beberapa hantu membentuk perisai.


"Kau pikir mudah mengalahkanku?!"


Yao Han tersenyum tipis tapi sinis. Tangannya bergerak cepat membentuk mantra tangan. Yao Han mempelajari beberapa sihir unsur petir yang juga dikuasai Meirong dan dia menggunakan sihir petir yang cukup kuat.


Yao Han menyerang kelima hantu terkuat milik pria aneh. Hantu-hantu itu menjerit kesakitan sebelum menghilang. Serangan cepat Yao Han dengan mudah memusnahkan lima hantu berkekuatan Pondasi Fana tahap puncak dalam waktu singkat.


Shenghao dan Honghao terpana dengan aksi Yao Han, tetapi mereka berusaha tidak kehilangan fokus mengawasi pemuda bertampang malas yang sesekali melirik ke arah mereka.


"Aku terpaksa melakukannya, semoga kalian tenang di alam sana."


Tangan Yao Han sudah diselimuti petir biru keemasan lagi dan dia menyerang ke arah hantu-hantu yang merupakan para korban kebiadaban si pria aneh.


Sihir petir Yao Han tidak dapat ditahan oleh lima hantu utama pria aneh, apalagi yang hanya berkekuatan di Ranah Dasar. Para hantu ini musnah begitu saja tanpa sempat menjerit.


Kehilangan semua hantu koleksinya yang dikumpulkan dan kembangkan selama beberapa tahun belakangan membuat pria aneh terguncang. Serangan Yao Han pada semua hantunya memberikan dampak tidak langsung padanya, wajah pria aneh menjadi pucat.


"Kau... kau... " Pria aneh menunjuk Yao Han dan ingin memaki, tetapi kata-katanya tersendat di tenggorokan saat melihat tatapan Yao Han yang begitu dingin.


"Kau ingin bersenang-senang lebih lama? Heh, sangat disayangkan. Cukup sampai disini."


Yao Han tiba didepan pria aneh kemudian memberikan sebuah pukulan kuat di perut. Pukulan itu dilapisi dengan gabungan Qi unsur logam dan tanah, memberikan rasa sakit yang begitu hebat.


"Ough!"


Pria itu terpental beberapa meter lalu memuntahkan darah cukup banyak. Disaat yang sama, dia merasa seluruh organ dalamnya bergeser. Napas terasa sesak dan nyawanya nyaris melayang hanya dengan satu pukulan.


Pria aneh dalam posisi telentang menatap Yao Han penuh ketakutan. Otaknya masih sedikit diajak berpikir untuk mengingat tidak ada kultivator muda Ranah Dasar yang memiliki kekuatan seperti Yao Han.


"Am... pun..."


"Setelah apa yang kau lakukan lima tahun ini, kau berharap untuk diampuni?" Yao Han bertanya dingin dan sama sekali tidak menutupi aura pembunuhnya.


Shenghao, Honghao, dan pemuda bertampang malas melihat Yao Han berubah menjadi sosok yang mengerikan.


'Seperti inilah seharusnya murid Senior Angin Timur. Tanpa ampun...' Begitulah suara hati Shenghao dan Honghao.


"Aku tidak akan membunuhmu, tetapi kau tetap harus menerima hukuman akibat perbuatanmu."


Yao Han mengarahkan tangannya yang berselimut petir pada salah satu bagian tubuh pria aneh.


"Argh!!!"


Yao Han menembakkan serangan petir untuk menghancurkan alat vital pria itu, membuatnya menjerit kesakitan begitu keras. Belum hilang rasa sakit akibat pukulan Yao Han, dia menerima hukuman kejam tak terbayangkan.


Ketiga pemuda yang melihatnya langsung bergidik ngeri. Secara reflek, mereka memegangi area pribadi masing-masing.


Meirong dan Yutian terdiam sambil menelan ludah. Yao Han yang seperti ini begitu mirip dengan Feng Xian, tetapi dia lebih lembut.


"Langsung membunuhmu terlalu ringan untukmu. Hukuman ini pun termasuk ringan." Yao Han tidak peduli apakah pria aneh itu mendengarnya atau tidak.


Yao Han kemudian melirik pemuda malas, tatapannya membuat pemuda itu merinding, "Aku akan mengulangi pertanyaan Saudara Shenghao, siapa dirimu dan darimana kau berasal?"


"Bukankah aku sudah mengatakan jawaban itu akan merepotkan diriku sendiri?"


"Sebaiknya kau jujur atau aku akan menganggapmu bekerja sama dengan pria aneh ini."


Shenghao dan Honghao terbatuk pelan, sementara pemuda malas melotot dan protes, "Hei-! Apa yang salah dengan pikiranmu? Aku disini juga mencari pria itu dan ingin memberinya pelajaran karena sudah meneror kota ini."


"Kalau begitu tidak sulit untuk membuka identitasmu, bukan?"


"Namaku Wuneng, apa kau puas?"


Yao Han menaikkan alisnya, merasa nama itu begitu pas dengan pemuda itu yang wajahnya terlihat malas.


"Lalu asalmu? Melihat penampilan dan tingkat praktikmu, serta caramu bersikap didepan dua temanku yang berasal dari sekte besar, seharusnya kau juga berasal dari latar belakang yang setara."


Pemuda bernama Wuneng mendengkus pelan, "Aku tidak tahu siapa dirimu, tetapi kalau tidak ada dua temanmu itu, mungkin aku sedikit lebih terbuka."


Yao Han diam sambil memperhatikan Wuneng, "Kau sepertinya begitu anti dengan Sekte Teratai Putih. Biar kutebak... kau berasal dari sekte aliran hitam... Sekte Langit Kelabu, mungkin?"


Diamnya Wuneng dengan mata memicing membuat Yao Han tersenyum lebar, "Ah, jadi tebakanku benar? Lalu apa yang anggota Sekte Langit Kelabu lakukan di Negeri Hutan Hijau? Sektemu berada jauh di Negeri Tanah Merah..."


Berbeda dengan Yao Han yang bisa berbincang santai dengan Wuneng bahkan tidak lagi dalam posisi siap bertarung, reaksi Shenghao dan Honghao lebih keras.


"Aku pernah mendengarnya, dengan kekuatanmu saat ini, kau pastilah Gui Wuneng, murid langsung termuda Gerbang Hantu sekaligus jenius terbaik Sekte Langit Kelabu generasi Ranah Dasar saat ini."


Shenghao mengetahui dari gurunya, Gerbang Hantu saat ini memiliki tujuh murid langsung dan yang termuda satu generasi dengan dirinya.


"Aku terkesan sekte aliran putih seperti kalian mengetahui tentangku. Apakah aku harus tersanjung?"


Entah disadari Wuneng atau tidak, dia justru membongkar identitasnya dengan ucapannya barusan.


"Aku datang ke wilayah Negeri Hutan Hijau karena bosan di sekte, jadi aku berkelana sampai kemari dan singgah di kota ini. Saat mengetahui masalah kota, aku berniat membantu."


"Kau yakin dari Sekte Langit Kelabu? Kau terdengar seperti kultivator aliran putih." Yao Han meragukan Wuneng.


"Hei, kami dari aliran hitam juga masih punya hati."