Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 189 - Lawan Tak Sepadan



Rasa malu lebih dominan Wang Bei rasakan daripada rasa sakit yang menerpa tubuhnya karena menghantam tanah dengan keras. Dirinya sempat tercengang selama beberapa saat sebelum menggeram pelan karena rasa sakit mulai menguasai.


"Nona, kau..." Wang Bei kesulitan mengeluarkan kata-kata.


Yun Lian yang berada didepannya menatapnya dingin, secara perlahan auranya berubah. Tentu saja aksi mencengangkan Yun Lian yang membanting tubuh pemuda berukuran lebih besar darinya ke tanah segera menarik perhatian banyak orang.


Sama seperti Wang Bei, orang-orang disekitar mereka sama sekali tidak bisa mempercayai bahwa gadis seanggun Yun Lian dengan ukuran tubuh lebih kecil mampu berbuat demikian.


"Berhentilah menggangguku atau kau akan berakhir lebih buruk dari ini."


Yun Lian berjalan menjauh, tetapi langkahnya terhenti pada hitungan ketiga. Dia melirik kebawah dan menemukan tangan Wang Bei menahan salah satu kakinya.


"Nona, aku tidak akan melepaskanmu karena perbuatanmu."


Sambil menahan rasa geram, Yun Lian mengayunkan kakinya dan berhasil melepaskan diri.


"Jangan mencari masalah denganku." Yun Lian memperingatkan dan berjalan lagi.


Langkahnya kembali tehenti pada hitungan ketiga saat mendengar teriakan Wang Bei.


"Berhenti disana, gadis sombong!"


Yun Lian setengah berbalik dan melihat Wang Bei yang berusaha berdiri meski agak tertatih.


Wang Bei menatap Yun Lian tajam yang dibalas tatapan dingin. Tidak ada lagi keramahan yang tersisa dari Wang Bei untuk Yun Lian.


"Aku berusaha ramah dan ini balasanmu padaku?!" Wang Bei meraung marah, wajah dan matanya memerah.


"Kau harusnya sadar aku tidak menerima keramahanmu. Tingkahmu membuatku terganggu, tapi kau justru semakin menjadi-jadi. Dasar tidak tau diri."


Amarah Wang Bei semakin membesar karena tanggapan dingin Yun Lian.


"Bagus, bagus sekali. Ini pertama kalinya ada seseorang yang berlaku demikian padaku..." Wang Bei tertawa mengejek. "Apa kau tidak tahu siapa aku, hah?!"


"Kau pikir aku peduli kau itu siapa? Sama sekali tidak."


"Aku Wang Bei dari Sekte Taring Buas! Kau tidak akan selamat karena sudah menyinggungku!"


Teriakan Wang Bei mengejutkan orang-orang yang memperhatikan mereka. Bukan karena suaranya yang keras, melainkan karena nama sekte yang dia teriakkan.


Segera saja banyak orang bersembunyi dan menjauh karena tidak mau terseret dalam masalah dengan salah satu sekte bintang sepuluh. Bahkan ada yang menjauh tanpa menoleh sama sekali dan meninggalkan Kota Harta Giok.


"Sekte Taring Buas?" Yun Lian menaikkan kedua alisnya.


Wang Bei salah mengartikan reaksi Yun Lian, lalu tertawa mengejek. "Kenapa? Kau baru menyadari telah membuat masalah dengan orang yang salah?"


"Aku pernah mendengar tentang sektemu. Bukankah kalian sekumpulan manusia pecinta hewan buas? Pantas saja kelakuanmu liar."


"Kau-!" Wang Bei menunjuk Yun Lian dengan tubuh gemetar hebat karena amarah yang memuncak. "Tidak hanya menghinaku, kau juga berani menghina sekteku!"


Yun Lian merasa aneh. "Aku mengatakan kebenaran, kenapa kau marah?"


Wang Bei meraung keras lalu menunjuk Yun Lian lagi. "Akan kubuat kau menyesali kata-katamu!"


Setelahnya Wang Bei bersiul kencang. Yun Lian hanya diam memperhatikan seolah tidak peduli. Selang dua tarikan napas, terdengar suara raungan keras hewan yang mendekat. Kemudian muncul dua hewan berukuran dua kali tubuh Wang Bei disisi kanan dan kirinya.


"Inikah hewan peliharaanmu? Jelek sekali. Sama sekali tidak imut."


Wang Bei berharap tatapannya mampu membunuh Yun Lian. "Xiao Bai, Xiao Hei, mari kita beri pelajaran pada gadis busuk itu!"


Dua hewan yang dipanggil Wang Bei meraung keras dan menatap Yun Lian dengan nafsu membunuh karena pengaruh tuannya. Sebagai kultivator pengendali hewan buas, Wang Bei mengandalkan kemampuan siluman yang dikendalikannya.


"Serang!"


Satu perintah Wang Bei membuat kedua hewan berbeda jenis itu bergerak cepat menyerang Yun Lian. Tanpa kehilangan ketenangan, Yun Lian juga sudah bersiap sejak kemunculan dua hewan itu. Gerakannya gesit dan lincah menghindari dua serangan hewan buas itu.


Wang Bei menyipitkan matanya melihat gerakan menghindar Yun Lian. "Gadis ini mahir bertarung, sebenarnya siapa dia?"


Lebih mengandalkan dan mengutamakan otot daripada otak, Wang Bei bahkan melupakan fakta dia seharusnya tidak bertindak ceroboh. Sejak awal, dia hanya mengikuti nalurinya menggoda gadis yang menarik perhatiannya tanpa memperhitungkan resiko yang akan dia hadapi.


Meskipun terlihat tenang, sebenarnya Yun Lian cukup berhati-hati karena dua siluman milik Wang Bei lebih kuat darinya. Yun Lian terus saja menghindar, hampir tidak ada kesempatan untuk menyerang karena dua siluman Wang Bei seolah bisa bekerja sama dengan baik.


Siluman singa menyemburkan api dari mulutnya, sementara siluman kera menyerang dengan kekuatan fisiknya, setiap pukulannya yang tidak mengenai sasaran akan menghantam tanah dan membuat bekas lubang atau retakan cukup besar.


Terus saja terdesak, Yun Lian mengambil lompatan mundur agak jauh sambil membuat mantra tangan. Seketika seluruh tubuh Yun Lian diselimuti Qi berwarna merah darah.


"Cepat habisi gadis busuk itu!" Wang Bei berseru pada dua silumannya karena menyadari Yun Lian akan menyerang. Dia berniat melumpuhkan gadis itu secepat mungkin tanpa sempat memberi perlawanan.


Kekuatan Yun Lian setelah tubuhnya dilapisi Qi merah darah menjadi meningkat dan gerakannya lebih gesit dan lincah. Gadis itu tidak lagi hanya menghindar, melainkan menyerang.


Sesekali dia menahan pukulan siluman kera, kemudian memberi pukulan balik. Sementara itu, Wang Bei dikejutkan dengan Yun Lian yang masih baik-baik saja setelah terkena salah satu serangan semburan api siluman singanya.


Disaat Yun Lian sibuk bertarung dengan dua siluman Wang Bei, dari kejauhan terlihat dua pemuda mendekat dengan tergesa-gesa. Mereka adalah Bao Wei dan Fang Jun yang memasang wajah panik bercampur khawatir dan cemas.


"Hentikan!"


Teriakan Bao Wei bisa didengar oleh mereka berdua, khususnya Yun Lian, tetapi gadis itu lebih disibukkan dengan dua siluman yang tidak bisa berhenti menyerangnya sebelum membuatnya terluka parah.


"Saudara Wang-! Hentikan dua silumanmu! Kau sengaja membuat kekacauan di kota ini?!"


"Saudara Bao, bukan? Aku tidak akan berhenti sebelum gadis itu berhasil kulumpuhkan!" balas Wang Bei tanpa memberi muka.


Bao Wei menggeram pelan. "Kusarankan kalian berhenti atau aku terpaksa turun tangan!"


"Huh! Kau boleh mencobanya!"


"Kau memaksaku! Jun'er, bantu aku!"


"Siap, Wei-gege!"


Bao Wei mengeluarkan sebuah gulungan kayu, sedangkan Fang Jun mengeluarkan gulungan kulit yang berisi sejumlah pisau kecil.


Saat dibuka, gulungan kayu Bao Wei bertuliskan dua karakter huruf, timur dan barat, lalu muncul dua boneka logam mirip manusia. Bao Wei mengeluarkan dua buah pusaka andalannya.


"Xiao Dong, Xiao Xi, saatnya menunjukkan kemampuan kalian!"


- - -