
Yao Han melihat Shenghao dan Honghao hanya tertarik pada permata siluman yang baru saja mereka ambil dari tubuh siluman beruang macan rubah.
"Siluman ini bisa dimakan dagingnya, tetapi aku tidak berniat melakukan itu," ucap Honghao. Shenghao juga sama.
Yao Han kemudian meminta bagian tubuh yang tersisa untuk disimpan. Shenghao dan Honghao sama sekali tidak keberatan. Tadinya mereka berniat membakar tubuh siluman itu.
Mereka hanya sedikit penasaran dengan apa yang akan dilakukan Yao Han terhadap tubuh para siluman pemangsa manusia ini.
Yao Han mengambil sebuah kantung kulit kecil, dia menyimpan mayat siluman yang dibunuh Shenghao dan Honghao sebelum dia menyimpan tubuh siluman yang berhasil dia habisi sendiri ke dalam tas ruang.
Kalau bukan karena ada dua pemuda itu didekatnya, Yao Han akan langsung mengirim tubuh siluman ini ke Dimensi Pagoda.
Nantinya Meirong dan Yutian akan membantu mengumpulkan permata siluman, sementara tubuh yang sudah tidak bernyawa itu menjadi nutrisi Dimensi Pagoda.
Suasana hening setelah melalui pertarungan yang terbilang singkat. Aroma darah secara samar tercium dan sedikit mengganggu.
Yao Han melemparkan beberapa Bunga Teratai Biru secara acak disekitar mereka. Tidak sampai disitu, dia juga menyemprotkan pewangi.
Yao Han menjentikkan jari, bola-bola api yang berada beberapa meter di atas mereka dan membentuk susunan kotak sebagai penerangan kembali melayang seperti kunang-kunang.
"Mereka jauh lebih banyak dari sebelumnya." Honghao menghela napas panjang.
Honghao kemudian bercerita dalam perjalanan menuju Pulau Bulan Bintang sebelum bertemu Yao Han, keduanya juga berhadapan dengan jenis siluman yang sama. Namun jumlahnya lebih sedikit, sepuluh ekor. Kekuatannya juga hanya berkisar di Ranah Dasar tingkat tiga sampai enam.
Dari pertarungan sebelumnya, Yao Han teringat dengan cerita Meirong mengenai kondisi Negeri Hutan Hijau secara keseluruhan. Jumlah siluman di Benua Bulan Biru sebagian besar terpusat di negeri satu ini.
Jumlah siluman di Benua Bulan Biru tidak pernah akan habis. Perkembangbiakan mereka begitu cepat, terutama untuk siluman tingkat rendah.
Keberadaan sekte yang memelihara siluman sebagai senjata utama juga berperan terhadap masih suburnya siluman. Contohnya adalah Sekte Taring Buas, satu diantara tiga sekte besar bintang sepuluh aliran netral saat ini. Sekte yang juga menjadi asalnya Raja Buas.
Awalnya Sekte Taring Buas hanya memelihara dan mengandalkan kekuatan hewan roh, tetapi karena semakin lama hewan roh semakin langka dan pertumbuhannya jauh lebih lambat, hal itu memaksa Sekte Taring Buas memburu siluman untuk dijinakkan.
Sempat terlintas dipikiran Yao Han, seandainya Feng Xian membuat siluman di seluruh Pulau Bulan Bintang menjadi bawahannya, maka dia juga akan menjadi Kultivator Hewan Buas terhebat yang menyaingi kekuatan Sekte Taring Buas dengan hanya seorang diri.
Keberadaan sekte seperti Sekte Taring Buas membuat hubungan mereka dengan Sekte Teratai Putih tidak terlalu harmonis. Mungkin terlihat baik-baik saja dipermukaan, tetapi jika diteliti lebih baik, tidak demikian.
Perbedaan prinsip lah yang membuatnya seperti itu. Sekte Teratai Putih dikenal sangat aktif dalam membasmi siluman, sedangkan Sekte Taring Buas adalah kebalikannya.
"Apa Sekte Teratai Putih juga melakukan hal yang sama dengan hewan roh?" Yao Han tiba-tiba melontarkan pertanyaan.
"Maksudnya memburu dan membasmi hewan roh?" Shenghao bertanya memastikan dan dijawab anggukan pelan Yao Han, "Tidak juga. Selama hewan roh itu tidak memasuki wilayah yang dihuni manusia atau membahayakan nyawa, kami tidak akan turun tangan."
Yao Han mengangguk mengerti. Sekte Teratai Putih memperlakukan hewan roh sedikit berbeda karena mereka cenderung bersahabat dengan manusia dan jauh lebih mudah dijinakkan. Tidak seperti siluman yang cenderung membenci manusia, liar, dan buas.
"Namun satu hal pasti yang harus diwaspadai selain siluman adalah makhluk yang terlahir dari pernikahan campuran."
"Pernikahan campuran... Oh! Aku pernah mendengarnya."
Yao Han hampir saja melupakan makna istilah yang disebutkan Shenghao.
Hewan roh yang sudah mencapai Ranah Inti akan mendapat kemampuan merubah wujud menjadi manusia seutuhnya. Tidak akan ada yang menyadari mereka adalah hewan roh, kecuali melakukan pemeriksaan secara mendalam.
Namun, pernikahan jenis ini sangat ditentang tidak hanya oleh manusia tetapi juga kaum hewan roh. Selain menentang hukum alam, juga anak-anak yang terlahir dari pernikahan campuran ini dapat membahayakan semua makhluk.
Secara penampilan, anak-anak ini terlihat tidak jauh berbeda dengan anak manusia lain, tetapi dalam tubuh mereka mengalir darah campuran, separuh hewan roh dan separuh manusia.
Sederhananya, anak-anak dari pernikahan campuran disebut manusia setengah siluman. Setelah melewati beberapa waktu, mereka dapat menyerap Qi dan bagian terburuknya adalah ketika darah campuran ini membuat mereka kehilangan kendali.
Mereka akan menjadi mesin pembunuh yang jauh lebih sadis, brutal, dan ganas dibandingkan siluman.
Selesai mendengarkan penjelasan Shenghao, Yao Han merenung sambil mengelus dagu.
'Sangat disayangkan, hewan roh hanya ingin hidup berdampingan dengan manusia, tetapi jika pernikahan campuran terjadi... mau tidak mau aku juga harus turun tangan membantu masalah ini.'
Shenghao dan Honghao melanjutkan meditasi untuk menenangkan hati dan pikiran, sementara Yao Han masih sibuk dengan renungannya.
Tiba-tiba suatu pikiran melintas dibenak Yao Han.
"Hm... semisal Guru She dan Guru Hong saling jatuh cinta, lalu menikah dan punya anak... seperti apa ya anak mereka nantinya? Sepenuhnya hewan roh atau separuh siluman?"
Yao Han cukup serius memikirkan hal ini lalu menggeleng pelan.
Mungkin sulit terjadi, terutama dalam hal kedua gurunya akan saling jatuh cinta, mengingat Meirong dan Yutian hampir sering berdebat tentang masalah sepele.
Sama seperti Shenghao dan Honghao, Yao Han memilih bermeditasi sampai pagi hari menyapa.
***
Perjalanan rombongan Yao Han selanjutnya tidak menemui masalah berarti. Kegiatan mereka masih sama dengan sebelumnya, yaitu menawarkan jasa pengobatan gratis oleh Yao Han dan kegiatan ringan dua teman seperjalanannya.
Sesekali mereka akan menjumpai satu dua ekor siluman yang hanya berada di Ranah Dasar. Bergantian mereka bertiga turun tangan dan tidak perlu mengeluarkan tenaga besar untuk membunuh siluman itu.
Saat hari sudah sore, rombongan Yao Han bisa melihat sebuah kota dari kejauhan. Ukuran kota cukup besar dan terdapat gerbang masuknya, tetapi setelah didekati tidak ditemukan adanya penjaga meski ada pos penjagaan.
Dalam sekali lihat, kota tersebut merupakan kota yang didirikan oleh manusia biasa dan kepadatan Qi di kota itu cukup baik. Meskipun sempat ragu sejenak, rombongan Yao Han akhirnya memilih memasuki kota.
Baru beberapa langkah sejak melewati gerbang masuk kota, mereka menemukan keganjilan. Berbanding terbalik dengan ukuran kota yang cukup besar, suasananya malah terlihat sepi. Mereka belum melihat satupun penduduk setelah berjalan cukup jauh, padahal sudah melewati beberapa rumah.
"Aneh sekali. Kemana orang-orang?" Honghao menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Shenghao sama terlihat bingungnya, sementara Yao Han terlihat serius sambil mengamati sekitar.
"Kota ini sedang dalam masalah." Yao Han menghela napas panjang.
"Apa maksudmu, Saudara Yao?"
"Mungkin aku salah, tetapi aku sempat merasakan Qi jahat secara samar."
---