
Kondisi masing-masing jenius muda memang sedikit membaik saat meninggalkan Kota Harta Giok, tetapi mulai kembali memburuk saat hampir tiba di sekte masing-masing.
Kondisi yang terburuk sebenarnya bukan dialami Ji Wentian atau Shen Qi, melainkan Shui Hua. Gadis Peri Bunga itu memuntahkan darah hitam saat meraih kesadaran, sedangkan organ-organ dalam tubuhnya mulai terinfeksi oleh Qi merah darah Yun Lian.
"Tetua Xue, aku akan tinggal di Sekte Ombak Bunga sambil menunggu Saudari Shui sembuh sepenuhnya."
"Tapi, Nona..."
"Tidak apa-apa, Tetua Xue. Kembalilah ke sekte dengan Xinhai. Tolong sampaikan pada ayah dan aku yakin beliau pasti mengerti."
Bing Xueyu sudah menunjukkan sifat keras kepalanya dan Xue Gang tidak bisa membujuknya lebih jauh. Bing Xinhai jelas memahami sifat sepupu cantiknya satu ini, karena itu dia tidak berniat ikut membujuk dan membiarkannya.
Rombongan Benteng Es Utara memang ikut menemani kembalinya rombongan Sekte Ombak Bunga. Lagipula, jarak kedua sekte tidak terlalu jauh dan bisa dikatakan hampir searah. Dan pada saat mereka tiba di pintu masuk Sekte Ombak Bunga, barulah Bing Xueyu berkata demikian.
Sekte Ombak Bunga tidak akan merasa keberatan menerima kehadiran Bing Xueyu. Bukan karena hanya identitasnya sebagai Peri Es dan putri Raja Es Bing Houyi, melainkan juga karena hubungan harmonis antara kedua sekte.
Xue Gang kemudian membawa Bing Xinhai kembali ke sekte untuk melaporkan semua kejadian di Kota Harta Giok. Sementara Bing Xueyu bersama tetua pengawal rombongan Sekte Ombak Bunga membawa masuk Shui Hua untuk segera diobati.
Meskipun memiliki tiga Matriark, hanya ada satu Matriark saja yang sering tampil dan menyelesaikan urusan dengan dunia luar, yaitu Matriark yang bernama Shui Lan. Dia juga menjadi guru langsung dari Shui Hua yang akan menjadikan gadis Peri Bunga itu Matriark penggantinya dimasa depan.
Shui Lan mematung sebelum tubuhnya bergetar hebat saat melihat langsung kondisi Shui Hua. Dia tidak mendengarkan dengan jelas permintaan maaf tetua yang mengawal Shui Hua atau tangisan Hua Mei karena kondisi Shui Hua yang begitu buruk. Dia begitu mengkhawatirkan muridnya dibandingkan memikirkan hal lain.
Setelah mendapatkan cukup ketenangan, Shui Lan memberikan sebuah perintah pada dua Tetua Agung dibawah kuasanya.
"Masing-masing dari kalian berdua, temui dua Matriark lainnya. Beritahu garis besar kondisi Hua'er dan aku ingin mereka membantuku."
"Baik, Matriark."
Dua Tetua Agung itu langsung melakukan perintah Shui Lan dan pergi menuju ke tempat dua Matriark lainnya berada. Mereka masing-masing bernama Shui Rong dan Shui Yin.
Salah satu dari tiga Matriark, yaitu Shui Rong termasuk Jagoan Pilar aliran putih yang berjulukan Pilar Air. Kekuatannya secara keseluruhan hanya sedikit dibawah Dewi Pedang Api dari Sekte Gunung Langit. Dia menjadi kultivator terkuat di seluruh Sekte Ombak Bunga.
Selama dua hari beruntun, sambil menunggu kedatangan dua Matriark lainnya, Shui Lan menggunakan sihir air penyembuh terbaiknya untuk mengobati Shui Hua dibantu dengan Bing Xueyu.
Shui Lan menghargai bantuan Bing Xueyu meski gadis itu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyembuhkan Shui Hua sepenuhnya. Setidaknya pertolongan Bing Xueyu menggunakan sihir es bisa mengurangi dampak buruk lebih jauh Qi merah darah Yun Lian yang menyerang organ-organ dalam Shui Hua.
"Saudari Shui pasti bisa melewati semua ini, Matriark. Aku yakin." Bing Xueyu mencoba memberi semangat.
Shui Lan mencoba tersenyum, tipis sekali. Dia berterimakasih atas bantuan dan perhatian Bing Xueyu padanya begitupun Shui Hua. Memang muridnya dan Bing Xueyu berteman dekat. Hubungan mereka sama dekatnya seperti hubungan Shui Hua dan Hua Mei.
Pada hari ketiga, dua Matriark lainnya tiba. Bing Xueyu memberi salam hormat pada keduanya. Ini juga menjadi momen langka saat melihat tiga Matriark Sekte Ombak Bunga berkumpul dalam satu waktu ditempat yang sama. Seingat Bing Xueyu, momen seperti ini terjadi belasan tahun silam, saat dia ikut dengan ayahnya mengunjungi Sekte Ombak Bunga pertama kalinya.
Shui Rong dan Shui Yin membalas salam hormat Bing Xueyu, berbasa-basi sejenak sebelum mengalihkan perhatian pada Shui Lan. Tidak lama kemudian, mereka menuju tempat pengobatan Shui Hua.
Bing Xueyu tidak lagi membantu karena Shui Lan menyarankan dia beristirahat saja. Sebenarnya Bing Xueyu ingin membantah dan bersikeras ingin tetap membantu, tetapi dihadapan Pilar Air Shui Rong, Bing Xueyu hanya bisa menurut dan tinggal disalah satu ruangan yang disediakan untuknya.
Tugas Bing Xueyu berganti menghibur Hua Mei. Sejak kejadian yang menimpa Shui Hua, gadis kecil itu terus saja murung atau menangis. Shui Hua sudah dianggapnya sebagai kakak, tentu saja Hua Mei tidak rela kehilangan Shui Hua.
Didalam ruang pengobatan Shui Hua, tidak hanya berkumpul tiga Matriark melainkan enam orang Tetua Agung. Total sembilan orang berkekuatan Ranah Jiwa Agung itu mengobati Shui Hua bersamaan. Memang terkesan berlebihan, tetapi kondisi buruk Shui Hua membuat mereka harus melakukannya.
Hal ini terbukti benar, karena setelah menjalani tiga hari proses penyembuhan, Shui Hua belum bisa pulih sepenuhnya. Wajahnya masih pucat dengan napas yang juga lemah. Dengan usaha sembilan orang itu, kecuali jantung, mereka hanya bisa menghilangkan Qi merah darah Yun Lian yang menyerang organ dalam Shui Hua.
"Qi yang daya rusaknya melebihi racun. Ilmu apa sebenarnya ini? Kurasa serangan Tapak Awan Maut yang terkenal itu tidak berefek seperti ini."
Shui Yin yang biasanya dikenal sebagai Matriark yang ceria dan periang menunjukkan wajah serius yang jarang dilihat.
"Itu bisa kita pikirkan nanti. Adik Yin, Qi merah darah itu masih tersisa di jantung Hua'er. Apakah menurutmu tidak masalah kita mengeluarkannya secara paksa?"
Pertanyaan Shui Rong dijawab gelengan kepala. Shui Yin yang memiliki pemahaman alkemi dan ilmu pengobatan terbaik diseluruh Sekte Ombak Bunga sama sekali tidak menyarankan hal itu karena bisa berakibat fatal.
"Masalahnya hanya satu. Qi merah darah itu sudah menyatu dengan jantung Hua'er. Jika kita memaksa mengeluarkan atau membersihkannya, hanya satu kemungkinan yang kita dapatkan."
Shui Yin menoleh pada Shui Lan yang wajahnya menyendu. Kedua matanya berkaca-kaca sebelum meneteskan air mata. Semua ikut bersimpati dengan Shui Lan atas kondisi Shui Hua. Mereka tidak bisa bertindak lebih jauh, disaat yang sama juga tidak bisa berhenti karena menyadari kondisi Shui Hua akan kembali kritis jika belum menemukan solusi yang lebih tepat.
Untuk sementara waktu, Shui Lan memberikan pil penyembuh tingkat tinggi yang dia miliki. Pil ini termasuk langka karena bahan obatnya dan berkhasiat menyembuhkan kultivator Ranah Jiwa sekalipun. Pil itu memang cukup baik untuk Shui Hua, tetapi tidak bisa membantu lolos dari maut sepenuhnya.