Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 129 - Saudagar Kaya



Budayakan like, sebelum membaca.


*


Kota yang didatangi Yao Han dan Xu Yin cukup besar dan meskipun bukan termasuk kota kultivator, tetapi cukup banyak kultivator yang terlihat selama perjalanan menuju kediaman saudagar kaya.


Keluarga saudagar ini bermarga Chu dan kepala keluarga biasa dipanggil Saudagar Chu, termasuk tiga keluarga terkaya di kota itu. Setelah beberapa waktu mencari, mereka berdua tiba di kediaman Saudagar Chu yang ternyata berukuran besar.


Didepan pintu gerbang kediaman Saudagar Chu, ada enam penjaga berbeda besar dan termasuk kultivator Ranah Dasar tingkat tiga.


"Permisi, benarkah ini kediaman Saudagar Chu?" tanya Yao Han sopan sekedar basa-basi.


"Benar, saudara muda. Siapa dirimu dan apa keperluanmu kemari?" Salah satu penjaga yang tampak lebih senior dari yang lain mendekat dan menjawab pertanyaan Yao Han.


Penjaga itu dan temannya sedikit mencurigai Xu Yin karena memakai topeng besi, tetapi bentuk tubuh indahnya yang dibalut jubah hijau itu sedikit mengalihkan perhatian sehingga mereka diam memperhatikan.


Terlebih lagi mereka mengetahui dua anak muda dihadapan mereka termasuk kultivator. Karena tidak bisa membaca tingkat praktik keduanya, para penjaga itu yakin Yao Han dan Xu Yin lebih kuat dari mereka dan membuat mereka menjaga sikap.


"Namaku Yao Han, seorang tabib pengelana. Aku baru tiba di kota ini dan mengetahui kabar tentang Saudagar Chu sedang mencari tabib untuk menyembuhkan anggota keluarganya. Disini aku datang menawarkan diri untuk membantu." Yao Han memberikan senyuman ramah.


Xu Yin sedikit menoleh pada Yao Han, dalam hati dia bingung alasan dibalik Yao Han memperkenalkan diri sebagai tabib pengelana. Xu Yin hanya tidak tahu bahwa Yao Han memang menganggap dirinya demikian.


Penjaga itu sedikit menaikkan alis, lalu pandangannnya naik turun memperhatikan Yao Han. Jelas sekali pandangannya menyiratkan keraguan.


Selain dikarenakan penampilan Yao Han yang lebih mirip seorang sarjana muda atau orang terpelajar, juga penjaga itu ragu Yao Han memiliki kemampuan penyembuhan.


"Sudah lebih dari sepuluh tabib, baik itu tabib biasa atau tabib kultivator yang tuan kami datangkan, tetapi mereka tidak bisa menyembuhkan keluarga tuan kami. Apa yang membuatmu yakin dirimu bisa melakukannya, anak muda?"


Yang bereaksi pertama adalah Xu Yin. Meski tidak ada yang mengetahuinya, gadis itu tertawa sinis dalam hati karena penjaga ini meremehkan Yao Han.


"Paman penjaga, aku mengerti anda meragukan kemampuanku. Aku tidak ingin menyombongkan diri, tetapi aku yakin kemampuanku sebagai salah satu tabib kultivator. Jika pun ternyata aku tidak mampu menyembuhkan keluarga Saudagar Chu, paman boleh memotong tubuhku menjadi seratus bagian."


Penjaga itu tersedak napasnya sendiri, sementara Xu Yin menyeringai. Yao Han berani berkata demikian karena sangat yakin dengan kemampuannya.


"Saudara Muda, jangan main-main..." Penjaga itu memandang Yao Han. Sorot matanya menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, "Baiklah, untuk sementara aku percaya denganmu. Aku harap kau tidak membual atau kau akan mendapat hukuman dariku."


Yao Han mengangguk pelan dan penjaga itu meminta kedua anak muda ini menunggu di pos penjagaan. Sementara dirinya akan masuk ke dalam kediaman untuk menemui Saudagar Chu.


"Ngomong-ngomong, untuk paman-paman penjaga, tolong jangan memperhatikan temanku dengan tatapan seperti itu atau kepala kalian akan lepas dari tempatnya."


Setelah penjaga yang berbicara dengan Yao Han sebelumnya tidak terlihat dan keduanya duduk, Yao Han berkata demikian dan diakhiri senyuman ramah. Ucapannya menyiratkan ancaman halus yang menyeramkan dan membuat suasana mendadak hening, serta bulu kuduk merinding.


"Oh, Han'er mulai pandai memberi perhatian pada seorang gadis... Bagus, bagus, sudah ada kemajuan. Lanjutkan wahai muridku." Yutian mengangguk beberapa kali dengan perasaan bangga. Meirong bereaksi dengan mendengkus kesal.


Tidak lama kemudian, datanglah dua pria berbaju bagus berbeda usia. Dibelakangnya mengikuti penjaga yang sebelumnya berbicara dengan Yao Han.


"Anak muda, aku mendengar dari salah satu penjagaku kau adalah seorang tabib pengelana dan datang kemari untuk membantuku." Pria berbaju bagus yang berpenampilan lebih tua menyapa Yao Han. Dialah yang disebut sebagai Saudagar Chu atau bernama asli Chu Zi.


"Benar, Tuan Saudagar. Aku bernama Yao Han dan ini adalah teman seperjalananku, Yin."


Yao Han memberikan hormatnya sekaligus memperkenalkan dirinya dan Xu Yin sebagai Yin saja. Gadis disamping Yao Han itu hanya diam berdiri.


Chu Zi bukan hanya saudagar, tetapi juga kultivator. Praktiknya berada di Ranah Dasar tingkat tujuh. Pria berbaju bagus yang berpenampilan lebih muda darinya juga kultivator dengan praktik di Ranah Dasar tingkat lima.


Chu Zi melihat pembawaan Yao Han menelan ludah sedikit gugup. Dia kemudian menjelaskan ada tiga orang yang sakit dikeluarganya, yaitu istri, putri bungsu, dan menantu perempuan pertamanya. Sejak satu minggu yang lalu menderita sakit aneh dan tidak bisa disembuhkan oleh tabib yang sudah pernah mereka bawa sebelumnya.


"Seberapa yakin kau dengan kemampuan penyembuhanmu?"


"Dari pengalamanku, aku belum pernah sekalipun gagal menyembuhkan orang, jadi aku sangat yakin dengan kemampuanku."


"Kuharap kau bisa menyembuhkan mereka, kami sudah hampir putus asa dan berharap bisa mendapat sebanyak mungkin bantuan meskipun kecil."


"Aku sudah menyampaikan sebelumnya pada salah satu penjaga Anda, bukan hanya rela tubuhku dipotong menjadi seratus bagian jika aku gagal mengobati keluarga Anda, tetapi Anda bahkan boleh menjadikan potongan kepalaku sebagai hiasan rumah."


Ucapan Yao Han yang disertai senyuman lebar itu membuat siapapun yang mendengarnya merinding hebat.


"B-Baiklah, ikut denganku."


Yao Han dan Xu Yin berjalan dibelakang Chu Zi dan pemuda berbaju bagus, belakangan Yao Han mengetahui nama pemuda ini adalah Chu Fu, anak kedua Chu Zi.


Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan cukup besar. Ada tiga ranjang tidur yang berjejer rapi dan diatas setiap ranjang terbaring seorang perempuan. Di ruangan itu juga ada pria berbaju bagus yang wajahnya tampak lebih tua dari Chu Fu. Dia adalah Chu Fang, anak pertama Chu Zi.


Berurutan dari kiri ke kanan diatas kasur adalah putri bungsu, istri, dan menantu pertama Chu Zi. Dahi Yao Han mengerut saat melihat kondisi ketiga perempuan ini. Pada wajah, leher, dan tangan mereka terdapat bercak ungu kehitaman.


"Tuan Chu, dari apa yang kulihat dari kondisi mereka, keluarga Anda ini bukan sakit, melainkan keracunan."


"A-Apa?!" Raut wajah semua pria keluarga Chu mendadak pucat, "Keracunan?! Bagaimana bisa?! Anak muda, eh, maksudku, Tabib Muda, kau tidak bercanda denganku, bukan?"


Yao Han menggeleng, "Tidak. Sebenarnya racun ini tidak terlalu berbahaya, tetapi jika dibiarkan selama dua minggu lagi, kondisi mereka akan semakin memburuk, lalu mati dengan kondisi seluruh tubuh kurus kering dan menghitam."


Penjelasan Yao Han itu semakin membuat ketiga pria disana memucat.