Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 137 - Duduk Perkara



Meskipun tidak menyelimuti tangannya dengan Qi, satu tamparan Yao Han pada pria paruh baya itu termasuk keras, membuatnya memuntahkan darah dan nyaris tidak sadarkan diri.


"Ough... kekeke..." Yao Han menyipitkan matanya mendengar tawa mengejek pria itu, "Apa... yang membuatmu berpikir aku... akan menjawab pertanyaanmu? Kekeke..."


"Selagi aku masih bertanya baik-baik, kusarankan kau menjawabnya."


Pria itu mendengkus kesal, "Setelah kau mengikatku dan menamparku, kau berkata demikian? Jangan membuatku, Mo Shin tertawa, anak muda... kekeke..."


"Aku tanya sekali lagi. Darimana kau dapatkan Racun Pelangi itu dan apa kau memiliki hubungan dengan Lembah Hati Racun?" suara Yao Han terdengar lebih dingin dari sebelumnya. Aura pembunuhnya juga semakin pekat.


Pria bernama Mo Shin itu menelan ludah gugup. Tidak akan menyangka akan diperlakukan demikian oleh kultivator yang dia ketahui masih di Ranah Dasar tingkat sembilan.


"Siapa sebenarnya dirimu? Kau sungguh berani menyebut nama salah satu sekte aliran hitam dengan mudah..."


Yao Han merasa geram, "Kau tidak ingin menjawabnya? Baik, kau yang memaksaku...".


Ditangan kanan Yao Han muncul Api Feniks yang berwarna merah keemasan, sedangkan tangan kirinya terselimuti petir berwarna biru.


"Sepertinya menarik membunuh seseorang dengan dua sihir unsur sekaligus. Tubuh atasmu akan kubakar menjadi abu dengan api ini dan tubuh bagian bawahmu akan kuhancurkan dengan petir ini."


Yao Han mengancam disertai seringaian yang membuatnya seperti malaikat pencabut nyawa. Wajah Mo Shin menjadi pucat seolah darah menghilang dari wajah tuanya.


'Anak ini... mengerikan!' jeritnya dalam hati.


Mo Shin akhirnya mau bekerja sama. Dia mengatakan tidak memiliki hubungan dengan Lembah Hati Racun, sementara itu dia tidak bisa memberitahu asal Racun Pelangi yang dia miliki karena sudah berjanji untuk tidak membocorkannya.


Yao Han menghilangkan api dan petir di kedua tangannya, lalu berganti mengalirkan Qi unsur tanah dan logam di kaki kanannya.


"Baguslah kau tidak ada hubungannya dengan Lembah Hati Racun, itu memudahkanku untuk menghabisimu."


"Ap-"


Yao Han tidak menunggu tanggapan Mo Shin dan memberikan sebuah tendangan keras di perut pria itu. Satu tendangan yang membuat Mo Shin muntah darah lebih banyak dan menghancurkan Dantiannya. Perlahan Qi mulai merembes keluar meninggalkan tubuhnya.


Satu per satu, Yao Han mendatangi semua pengacau yang dibawa Mo Shin. Suara jeritan ketakutan mereka bersahutan dengan jeritan kesakitan.


Xu Yin, Chu Zi, dan lainnya yang melihat itu merasa takut dengan wajah pucat. Tidak menyangka dibalik wajah ramah dan murah senyum Yao Han bisa melakukan tindakan yang lebih buruk daripada membunuh banyak orang.


'Lebih baik kau membunuh mereka langsung daripada...' batin Xu Yin menelan ludah gugup. Dalam benaknya gadis cantik itu mulai menilai kembali bahwa Yao Han tidak sebaik dan senaif yang dia kira.


Tidak ada satupun dari pengacau ini mati. Mereka hanya tidak sadarkan diri dengan tubuh kekurangan darah dan kehilangan kemampuan praktik kultivasi mereka. Yao Han tidak keberatan memberikan Serum Penyembuh yang menutup luka mereka.


Baginya, ini jauh lebih baik daripada mereka mati ditangannya. Yao Han akan menyerahkan para pengacau ini pada penegak hukum Kota Embun Hijau, kota yang disinggahi Yao Han dan Xu Yin saat ini.


Beberapa jam berikutnya, Yao Han dibantu yang lain mengevakuasi para korban. Yang terluka disembuhkan Yao Han, tetapi mereka dan yang lain tidak ingin berurusan dengannya lebih jauh karena takut berbicara atau berbuat sesuatu yang bisa menyinggungnya dan justru berakhir buruk.


Sementara itu Xu Yin hanya melihat saja, tidak mau ikut membantu karena dia merasa bukan orang baik yang akan merepotkan diri demi orang lain.


"Tabib Yao..." Takut-takut Chu Zi mendekati Yao Han.


Chu Zi menghela napas panjang, wajahnya menunjukkan dirinya mengalami tekanan hidup amat berat, "Sebenarnya aku baru menyadari hari ini. Dan kurasa keluarga kami mendapatkan karmanya karena ulah Fu'er..."


Dahi Yao Han mengerut, "Apa maksud Paman?"


Dengan perasaan sedih Chu Zi menceritakan semuanya tanpa ditutupi.


Sekitar dua tahun lalu, anak kedua Chu Zi itu pernah menjalin hubungan asmara dengan gadis berwajah manis bernama Mo Yu. Namun, hubungan keduanya sempat ditentang oleh pihak keluarga Chu karena asal usul gadis ini tidak jelas.


Secara perlahan Mo Yu diterima oleh keluarga Chu karena faktor utamanya adalah gadis ini seorang kultivator. Saat itu, praktik Mo Yu berada di Ranah Dasar tingkat tujuh, beberapa tingkat lebih tinggi dari Chu Fu. Mo Yu juga menjadi bagian dari sebuah kelompok kecil kultivator, tetapi gadis itu tidak menjelaskan lebih rinci.


Setahun berselang, Chu Fu tidak terlihat lagi membawa Mo Yu ke kediaman Chu, karena Chu Fu mengatakan memutuskan hubungan dengan Mo Yu. Chu Zi dan anggota keluarga lainnya juga tidak bertanya lebih jauh.


Tidak lama setelah itu, Chu Zi memutuskan untuk menjodohkan Chu Fu dengan gadis dari keluarga Jia, yaitu Jia Lin. Keduanya tampak serasi dan Chu Fu juga tidak keberatan dengan perjodohan ini karena jatuh cinta dengan Jia Lin pada pandangan pertama.


"Cerita dari sudut pandangku sampai disini, selanjutnya yang lebih mengejutkan adalah cerita yang kudapatkan dari pria Mo Shin itu sebelum kau datang, Tabib Yao..."


Mo Shin adalah pemimpin kelompok asal Mo Yu, mereka termasuk kultivator aliran hitam. Dari cerita Mo Shin, mereka mengetahui bahwa Mo Yu mati bunuh diri. Faktornya adalah gadis itu kehilangan kehormatannya dan dicampakkan oleh Chu Fu begitu saja.


Saat mendengar ini, Yao Han berusaha tidak menunjukkan raut wajah jijik, sementara penghuni Dimensi Pagoda mengutuk keras perbuatan hina dan biadab Chu Fu.


Selain itu mereka akhirnya mengetahui pengirim misterius hadiah perhiasan terkutuk itu adalah salah satu anggota kelompok Mo Shin. Mereka melakukan balas dendam dengan cara menyiksa target secara perlahan.


Namun setelah mengetahui anggota keluarga Chu sembuh tanpa tahu orang dibalik kesembuhan mereka, kelompok Mo Shin datang membuat perhitungan secara terang-terangan.


Jia Lin ikut terbunuh bersama dengan kedua orangtuanya karena ternyata salah satu anggota laki-laki kelompok Mo Shin ini ada yang pernah ditolak cintanya mentah-mentah oleh Jia Lin.


Pada akhirnya, Chu Fu dan Jia Lin menjadi korban balas dendam dengan dua alasan berbeda oleh pihak yang sama.


Setelah bercerita, Chu Zi menunduk lesu. Wajahnya menunjukkan kesedihan yang dalam dan tampak lebih tua beberapa puluh tahun. Yao Han terdiam dan menghela napas panjang.


Andai bukan karena dia masih memiliki tanggung jawab mengatasi Racun Pelangi dalam tubuh Chu Fang, Yao Han ingin langsung pergi dari kediaman Chu.


---


Catatan:


Btw, saya akhirnya memutuskan meng-upload novel Jade Hearted Dragon, HANYA untuk iseng-iseng mengikuti event 'You Are A Writer Season 5'.


Kalau bisa menjadi salah satu juara, ya syukur dan akhirnya melanjutkan novel tersebut tapi slow update. Jika tidak, ya terpaksa *********.


Yang mau kasih dukungan, monggo. Yang tidak mau, ya juga tidak apa-apa sekedar baca aja.


Salam panas dingin,


Author, Maswaw.