
"Saudara Yao, selain mendengar kabar tentang Senior Angin Timur, kami juga mendengar beliau yang akhirnya memiliki murid. Andai kabar ini tidak disebarkan oleh Toko Harta Giok, ini hanya akan menjadi rumor semata. Aku butuh pembuktian agar lebih percaya."
"Guruku yang kalian kenal sebagai Angin Timur bernama lengkap Feng Xian, aku selalu memanggil beliau sebagai Guru Feng. Apakah hal sederhana ini sudah cukup membuatmu yakin?"
Shenghao terdiam. Mengetahui julukan Empat Penjuru adalah hal wajar dan sudah umum. Namun mengetahui marganya adalah satu hal, mengetahui nama lengkapnya adalah hal lain.
Yao Han juga menambahkan ciri fisik Feng Xian. Shenghao dan Honghao belum pernah bertemu Feng Xian, tetapi mengetahui ciri fisiknya dari Wu Bai dan sama persis seperti yang disebutkan oleh Yao Han.
"Kau tahu, Saudara Yao? Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa mengetahui hal ini." Shenghao tersenyum canggung, begitupun Honghao.
"Apa aku harus bersumpah atas nama Dao?"
"Ah, tidak. Tidak perlu." Shenghao buru-buru mencegah.
Sumpah Dao adalah sumpah tertinggi bagi para kultivator. Bagi yang melanggarnya akan mendapat hukuman langit dengan cara disambar petir, yang bahkan dapat membunuh kultivator Ranah Jiwa Agung sekalipun.
Yao Han bisa melihat masih ada sedikit keraguan dari Shenghao maupun Honghao meski mereka mengatakan percaya dengan ucapannya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menghubungi guruku. Mohon tunggu sebentar."
Yao Han menarik sesuatu dari balik jubahnya dan melepaskan sebuah kalung yang mata kalungnya berbentuk kristal segi empat pipih dengan empat warna berbeda. Meski bentuknya berbeda dari yang mereka ketahui, tetapi Shenghao dan Honghao mengetahui benda itu adalah giok suara.
Yao Han tidak bersuara melainkan kedua tangannya menggenggam kristal empat warna yang menjadi mata kalung itu. Tidak lama kristal persegi itu memancarkan cahaya, artinya dia sudah terhubung dengan Feng Xian yang ada di Pulau Bulan Bintang.
"Xiao Han? Ada apa kau menghubungiku?" Feng Xian sedang menikmati Arak Persik Bulan saat giok suara miliknya memancarkan cahaya.
"Guru Feng, aku bertemu dengan dua murid Sekte Teratai Putih, Wu Shenghao dan Wu Honghao. Mereka mengatakan mendapat tugas dari Mahaguru Wu untuk menemui Guru."
"Saudara Wu, ya. Hm, baiklah, aku ingin tahu apa keperluan mereka denganku."
Shenghao dan Honghao diam melihat Yao Han. Mereka tidak akan mengetahui apa yang dibicarakan Yao Han dengan penerima suara karena cara kerja giok suara mirip seperti telepati. Saat Yao Han menyerahkan giok suara padanya, Shenghao sedikit kaget.
"Saudara Shenghao, guruku ingin bicara denganmu."
Shenghao menarik napas dingin. Biarpun ada sedikit keraguan dalam hatinya tentang status Yao Han, dia merasa gugup. Tangannya sedikit bergetar menerima giok suara Yao Han.
"Salam Senior Feng, namaku Wu Shenghao. Aku murid termuda Guru Wu Yi, murid pertama Mahaguru Wu Bai."
"Wu Yi... Si Naga Baja?"
"Benar, Senior." Shenghao menelan ludah gugup mendengar suara berat dan berwibawa milik Feng Xian. Bulu kuduknya juga sedikit merinding.
"Hm, aku bukan orang yang suka berbasa-basi, jadi katakan keperluanmu denganku."
Shenghao menarik napas dalam sebelum menyampaikan tujuannya, "Mahaguru mengirimkan kami untuk mendapatkan pil dari Senior yang dapat membantu kami mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas."
"Kau menyebutkan 'kami', memangnya ada berapa murid jenius generasi Ranah Dasar Sekte Teratai Putih saat ini?"
"Ada tiga orang, Senior."
Feng Xian tertawa lantang, "Sekte Teratai Putih benar-benar beruntung kali ini. Biar kutebak, kau dan dua murid lainnya tergabung dalam Pasukan Teratai?"
"Benar, Senior. Dua lainnya masing-masing murid Paman Guru Wu Er dan Paman Guru Wu San."
"Macan Api dan Kera Jenaka... Menarik, menarik."
Shenghao memiliki kekhawatiran sebelumnya pada Feng Xian yang akan menolak permintaan Wu Bai, tetapi dari percakapannya dengan Feng Xian sejauh ini berjalan mulus.
"Ada surat dari Mahaguru untuk Senior."
Feng Xian menghela napas pelan, "Kalau masalah surat, tidak perlu kau antarkan padaku. Kurang lebih aku bisa menebak isinya. Bukan hanya meminta pil untuk ketiga murid jenius sektenya, Saudara Wu juga memintaku untuk memastikan kalian mencapai Pondasi Langit."
Shenghao terkejut mendengar hal ini.
"Membantumu dan dua orang lainnya mencapai puncak Ranah Dasar bukanlah hal sulit, tetapi beda halnya dengan bantuan lainnya. Selain merepotkan, juga aku terlalu malas melakukannya."
Shenghao menahan diri untuk tidak terbatuk pelan dan hanya tersenyum canggung. Dia tidak menyangka sosok seperti Feng Xian mengatakan sesuatu seperti itu.
"Terkait permintaan Saudara Wu Bai, kau bisa meminta pil dari muridku karena dia memilikinya."
"Maaf, Senior. Kalau kami memintanya dari Saudara Yao, bukankah dia akan kekurangan sumber daya untuk latihannya? Kami tidak ingin merepotkannya untuk hal ini."
Feng Xian berdecak pelan, "Kau salah paham. Jangan samakan dia denganmu atau orang lain. Muridku berbeda karena dia tidak membutuhkan sumber daya sederhana seperti kalian."
Shenghao terbatuk pelan mendengar Feng Xian membanggakan Yao Han dan secara tidak langsung memamerkan harta padanya. Dia tidak bisa tidak melirik Yao Han yang menatapnya penasaran.
"Urusanmu denganku sudah selesai, aku ingin berbicara dengan muridku."
Shenghao menyerahkan giok suara pada Yao Han.
"Aku sudah mendengar isi tugasnya. Berikan mereka pil untuk menaikkan praktik sampai Ranah Dasar tingkat lima belas, tetapi sebelum itu kau periksa kondisi mereka terlebih dahulu."
"Murid mengerti, Guru."
"Ah, iya. Kirimkan Arak Persik Bulan lagi untukku."
"Eh, bukankah Guru memiliki banyak arak? Seharusnya belum habis jika dihitung dari waktu aku memberikannya pada Guru."
"Memang masih ada, tetapi aku merasa kurang banyak. Aku sudah pernah mengatakan aku suka sekali dengan arak, bukan?"
"Kurang banyak? Guru Feng, mungkin seharusnya Anda mengganti julukan Dewa Alkemi menjadi Dewa Arak."
"Hm, akan kupikirkan, tetapi rasanya sedikit sulit karena Si Petir Tua lebih gila terhadap arak daripada diriku."
Yao Han hampir saja tidak bisa menahan diri untuk tidak mengumpat mendengar balasan santai dari guru pertamanya itu.
"Baiklah, Guru Feng."
"Usahakan lebih cepat. Arak untukku harus jauh lebih banyak dari Xiao Rong dan Xiao Tian."
Yao Han yakin sekali jika Yutian mendengar ini akan protes keras. Dia mengakhiri komunikasinya dengan Feng Xian dan memasang kembali giok suara menjadi kalung. Disaat yang hampir bersamaan, Shenghao dan Honghao yang tadinya sedang berdiskusi menghentikan kegiatan mereka dan menatap Yao Han.
Dalam sekali ayunan tangan, Yao Han memunculkan beberapa botol giok pil dan memberikannya pada dua pemuda didepannya. Dia masih menyimpan persediaan beberapa jenis pil dan tidak menjual semuanya pada Toko Harta Giok.
"Pil dalam botol-botol ini akan membantu kalian mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas."
Yao Han tidak menyadari tindakan yang dia anggap sederhana itu membuat Shenghao dan Honghao menahan napas cukup lama. Saat memeriksa isi botol, tercium aroma yang kuat dan memancarkan cahaya.
'Lagi-lagi pil kualitas sempurna!'
---