
Saat serangan terakhir Yun Lian mendarat pada tubuhnya, Huo Li tidak hanya muntah darah, melainkan juga hampir kehilangan kesadaran. Kalau saja bukan karena Shenghao menangkap tubuhnya yang jatuh dari atap gedung pertemuan, maka lukanya semakin parah karena menghantam tanah.
Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, Huo Li berusaha mempertahankan kesadarannya dan tidak menutup mata. Dirinya khawatir jika menutup mata, maka tidak akan pernah terbuka lagi selamanya.
Huo Li bisa mendengar percakapan antara saudari kembarnya dan Shenghao, meskipun dia kesulitan berbicara dan bernapas. Serangan Yun Lian benar-benar begitu mematikan, nyaris membuatnya kehilangan nyawa. Pertama kalinya Huo Li mendapat pengalaman seperti ini.
Tanpa mengetahui dengan jelas cairan apa yang Shenghao tuangkan ke dalam mulutnya, Huo Li merasa cairan itu seperti layaknya pil penyembuh setelah tertelan sempurna. Secara perlahan, Huo Li merasa tubuhnya sedikit membaik.
Shenghao yang mengamati perubahan pada kondisi Huo Li mengerutkan dahi. Dia heran karena kondisi Huo Li tidak membaik sebagaimana yang dia harapkan.
"Kenapa hasilnya seperti ini? Apakah cairan ini tidak bekerja dengan baik? Bagaimana mungkin? Tapi saat itu..." Shenghao bergumam bingung sambil mengamati botol kaca ditangannya dan Huo Li bergantian.
Huang Mingzhu mendekati mereka. "Saudara Shenghao, cairan apa itu? Apakah ada masalah?"
Shenghao menoleh sedikit pada Huang Mingzhu yang bertanya padanya. Dia kemudian memberitahukan cairan itu bernama Serum Penyembuh. Khasiatnya dapat menyembuhkan luka fisik dengan sempurna separah apapun kondisinya selama masih memiliki satu tarikan napas tersisa. Obat dalam bentuk cair ini hanya dapat berguna untuk kultivator Ranah Dasar dan Ranah Pondasi.
Penjelasan Shenghao membuat orang lain yang mendengarnya terkejut, karena kultivator Ranah Dasar dan Ranah Pondasi manapun sangat menginginkan obat penyembuh dengan khasiat tinggi seperti itu.
"Aku baru mengetahui ada obat dengan khasiat tinggi seperti itu," gumam Huang Mingzhu. "Tapi jika khasiatnya begitu bagus, kenapa kondisi Saudara Huo..."
Shenghao mengerutkan dahi sambil menghela napas. "Itulah yang membuatku bingung. Sejauh yang kutahu, hanya membutuhkan satu tetes cairan ini saja sudah cukup menyembuhkan luka diseluruh tubuh."
Penjelasan Shenghao itu justru semakin membuat Huang Mingzhu bingung. "Apa mungkin obat itu palsu? Darimana kau mendapatkannya."
"Tidak mungkin obat ini palsu karena aku mendapatkannya dari Saudara Yao."
Mata Huang Mingzhu melebar. "Murid Senior Angin Timur?"
Shenghao mengangguk pelan, lalu menceritakan dirinya pernah melihat langsung Yao Han menyembuhkan beberapa orang terluka dengan cairan obat yang sama dan mereka sembuh sempurna seolah tidak pernah terluka sama sekali. Shenghao juga menambahkan Serum Penyembuh dibuat sendiri oleh Yao Han.
"Saudara Yao ini sangat hebat bisa menciptakan obat yang khasiatnya jauh diatas pil penyembuh yang pernah ada." Huang Mingzhu memuji sambil berdecak kagum. "Lalu ini..."
Shenghao berpikir mungkin satu tetes saja tidak cukup, sehingga dia memberikan tetes kedua. Hasilnya memang sedikit lebih baik tetapi tidak seperti seharusnya. Dia kemudian memberikan tetes ketiga dan hasilnya jauh lebih baik, meskipun lagi-lagi tidak sesuai yang Shenghao ketahui.
Wajah Huo Li tidak lagi begitu pucat dan napasnya mulai cukup teratur.
"Saudara Yao tidak mungkin berbohong padaku..." Shenghao bergumam bingung sambil menggaruk kepala nyaris botaknya. "Sepertinya perlu lebih banyak lagi.".
Pada saat akan memberikan tetesan keempat, Huo Li menahan tangan Shenghao yang memegang botol. Shenghao bisa merasakan tangan Huo Li gemetaran.
"Jangan berikan lebih banyak lagi..." Suara Huo Li terdengar serak. "Obatnya tidak bekerja... karena terhalangi oleh Qi gadis itu... yang masuk dalam tubuhku..."
Shenghao meletakkan tangannya di dada Huo Li dan mengalirkan Qi. Hanya sebentar sebelum dia menariknya kembali dengan raut wajah jelek.
"Saudara Shenghao, apa yang...? Kondisinya seburuk itu?" Huang Mingzhu bertanya penasaran.
Penjelasan Shenghao membuat lainnya mengerutkan dahi.
"Ada Qi seperti itu? Bukankah sifatnya seperti racun..." Huang Mingzhu berpendapat.
Shenghao mengangguk pelan, lalu ingin memberikan tetes keempat sambil memeriksa khasiatnya lebih teliti saat dikonsumsi Huo Li. Selang beberapa tarikan napas, Shenghao menemukan penyebab utama Serum Penyembuh yang tidak bekerja seperti seharusnya memang Qi Yun Lian.
Menurut hasil pemeriksaan Shenghao, Qi merah darah Yun Lian hampir meniadakan seluruh khasiat Serum Penyembuh dan hanya menyisakan lima sampai sepuluh persen saja.
Semua dengan cepat menyimpulkan Qi merah darah Yun Lian sangat berbahaya.
"Saudara Shenghao, kau simpan obatmu. Memberikannya lebih banyak tidak terlalu berpengaruh padaku..."
"Aku mengerti. Sebaiknya segera mencari bantuan kultivator dengan tingkat kultivasi tinggi untuk menghilangkan Qi nona itu, setidaknya berkekuatan di Ranah Inti dan lebih baik di Ranah Jiwa."
Yang pertama menanggapi adalah Shen Qi. "Shen Bai, kau bantu mereka mencari bantuan. Aku akan membantu Saudara Honghao menghabisi gadis itu."
Shen Qi menarik keluar pedangnya, tanpa menunggu tanggapan. Dia juga mengabaikan peringatan Ji Wentian agar tidak bertindak gegabah, lalu melesat masuk ke dalam pertarungan Yun Lian dan Honghao.
***
Pertukaran serangan Yun Lian dan Honghao sudah mencapai angka puluhan kali, tetapi Honghao nyaris kehilangan ketenangan karena sama sekali tidak bisa memberikan luka pada gadis itu.
Honghao sudah melakukan berbagai cara yang berakhir nihil, justru Qi-nya mulai berkurang drastis karena terus menerus menggunakan teknik tingkat tinggi yang hanya bisa dipelajari oleh Pasukan Teratai seperti dirinya.
Disatu waktu, Yun Lian dan Honghao saling beradu pukulan yang menimbulkan suara keras dan gelombang kejut yang kuat. Honghao terkejut dengan mata melebar karena kepala harimau api biru berukuran besar pada tangannya mengecil saat beradu tinju dengan kepalan tangan berselimutkan Qi merah darah Yun Lian.
Sebelum dirinya berusaha menenangkan diri, Yun Lian sudah bergerak cepat mengalirkan Qi lebih banyak pada kepalan tangannya, membuat Honghao dipaksa mundur beberapa langkah.
Langkah mundur Honghao terhenti karena ada seseorang yang menahannya. Honghao menoleh dan menemukan ada Shen Qi yang memasang raut wajah serius dan geram.
"Saudara Shen..."
"Saudara Honghao, aku akan membantumu. Dengan bekerja sama, kita akan lebih cepat melumpuhkan bahkan menghabisi gadis busuk itu." Shen Qi memberi saran sambil menghunuskan pedang pada Yun Lian.
"Baiklah, mari kita lakukan."
Honghao menarik napas dalam dan mengalirkan Qi berjumlah besar. Kali ini, seluruh tubuhnya menyerupai harimau api biru yang sedang berdiri, lengkap dengan ekor panjangnya. Honghao menggunakan salah satu teknik tingkat tinggi bernama Jubah Harimau Api.
Shen Qi tidak mau kalah dan melepaskan Qi besar beserta aura pedang dari seluruh tubuh.
Yun Lian tersenyum mengejek dibalik cadar merah darahnya. "Dua lawan satu? Percuma saja, perlawanan kalian tidak berguna."