
Meskipun Yao Han sekarang memiliki dua pedang baru yang termasuk pusaka tingkat tinggi dan terlalu istimewa untuk ukuran kultivator Ranah Dasar, bukan berarti dia bisa menggunakannya dengan begitu mudah, karena semakin tinggi tingkat suatu pusaka, maka semakin banyak pula Qi yang dibutuhkan untuk menggunakannya secara sempurna, kecuali Yao Han menggunakan dua pedang itu sekedar untuk membiasakan diri atau berlatih ilmu pedang tanpa Qi.
Pedang Langit Perak dan Pedang Malam Abadi, kedua pedang ini selain memiliki keunikan bisa disatukan dan berubah menjadi pedang lain yang dinamai oleh Tian Jian sebagai Pedang Yin Yang, kekuatan kedua pedang ini hampir serupa.
Pedang Langit Perak, selain bisa menekan kekuatan lawan terutama yang mengandung energi negatif sebesar sepuluh persen, juga sangat ampuh membasmi apapun yang berenergi negatif, seperti hantu, mayat hidup, roh jahat, ataupun siluman.
Sementara Pedang Malam Abadi, juga bisa menekan kekuatan lawan berenergi negatif, tetapi lebih besar. Tidak peduli tingkat praktiknya, kekuatan lawan akan ditekan sampai dua puluh persen meskipun hanya sekedar berdekatan dengan pedang ini.
Tian Jian menambahkan, Pedang Malam Abadi termasuk salah satu pusaka yang paling ditakuti siluman. Bolang sang Serigala Malam sekalipun meskipun adalah hewan roh, akan tetap terpengaruh oleh pedang ini meski hanya beberapa persen saja.
Pengecualian untuk Bing Lizi, Hong Meirong, dan She Yutian karena meskipun memiliki wujud lain hewan roh, pada dasarnya mereka sejak lahir bukan hewan roh jadi tidak terpengaruh oleh tekanan Pedang Malam Abadi.
"Han'er, mungkin Saudari Hong pernah mengatakan ini padamu, tetapi aku ingin menyampaikannya lagi. Bagi sebagian besar orang bahkan untuk Kultivator Pedang, memiliki pedang pusaka tingkat tinggi adalah keberuntungan dan keberkahan. Namun sebenarnya itu tidak menunjukkan seseorang menjadi Kultivator Pedang sejati..."
Yao Han memahami arah pembicaraan Tian Jian dan benar Meirong juga pernah mengatakan hal yang sama padanya saat masih di Pulau Bulan Bintang terkait Dao Pedang.
Seseorang baru bisa disebut sebagai Kultivator Pedang sejati jika tidak mengandalkan pedang pusaka dalam sebuah pertarungan. Dengan kata lain, seluruh anggota tubuh dirinya sendirilah yang menjadi pedang, entah itu jari, tangan, atau mungkin kaki.
Pencapaian ini membutuhkan tingkat penguasaan Dao Pedang yang sangat tinggi, bernama jiwa pedang. Saat seseorang memiliki jiwa pedang pada diri mereka, maka bisa memotong sesuatu begitu mudah dengan anggota tubuh mereka bahkan tanpa menggunakan Qi.
Tian Jian dan Hong Meirong sebagai Kultivator Pedang terbaik yang pernah dimiliki dunia kultivasi Benua Bulan Biru dan berumur lima ratus tahun lebih hampir mencapai tingkat penguasaan ini. Bagi mereka saat ini, bisa memunculkan dan menyerang lawan menggunakan pedang yang terbuat dari Qi merupakan tingkat penguasaan tertinggi yang mereka raih.
Tentu saja hal ini tidak hanya berlaku untuk Dao Pedang, melainkan Dao yang berkaitan dengan penguasaan senjata pusaka lainnya, seperti tombak atau tongkat.
"Aku mengerti, Paman Guru Tian..."
"Sangat bagus. Ah, satu lagi... berkaitan dengan kau yang akan mempelajari ilmu pedangku..."
Yao Han tidak bisa langsung belajar ilmu pedang terbaik yang dimiliki Tian Jian. Alasannya bisa dikatakan sederhana. Pertama, Yao Han sudah cukup lama mendalami atau bahkan menguasai gerakan ilmu pedang dari Meirong meskipun itu tidak terlalu cocok untuknya. Kedua, gerakan dasar ilmu pedang Tian Jian dan Meirong yang berbeda jauh.
Berdasarkan latih tanding singkat bersama Tian Jian sebelumnya, Yao Han jelas menyadari perbedaan itu. Ilmu pedang Meirong lebih mengandalkan kelenturan dan kelincahan, sementara ilmu pedang Tian Jian lebih mengandalkan pada kekuatan dan kecepatan.
Perlu waktu membiasakan diri bahkan untuk sekedar mempelajari gerakan ilmu pedang Tian Jian yang paling sederhana sekalipun. Namun Meirong yakin, murid satu-satunya itu bisa menguasai ilmu pedang Tian Jian dalam waktu relatif singkat, mungkin dua sampai tiga kali lebih cepat dibandingkan Yao Han mempelajari ilmu pedang miliknya.
Selagi Tian Jian berbincang dengan Yao Han, Meirong bertanya sesuatu pada Bing Lizi.
"Senior Bing, saat pertama kali melihat Han'er, dirimu mengatakan Han'er memiliki aura unik seperti Senior Feng. Aku juga berpendapat sama, tetapi tentang aura ini... apa kau mengetahuinya lebih jauh?"
Bing Lizi menatap Meirong dengan dahi mengerut, merasa pertanyaan Meirong sangat aneh.
"Senior Feng melarangnya memberitahu kami."
Bing Lizi mengelus dagu, "Hm, aneh juga, tetapi tidak terlalu mengejutkan. Dulu pun, Saudara Feng diam saja saat kami bertiga bertanya aura aneh yang dia miliki ini."
Aura Sang Penguasa atau Aura Sang Penakluk, begitulah Bing Lizi menyebut aura aneh yang dimiliki Feng Xian dan juga dimiliki Yao Han. Bing Lizi mengira, aura ini dipelajari Feng Xian dari gurunya, yang menjadi pemilik Pulau Bulan Bintang sebelumnya.
"Dari apa yang kuketahui, aura ini bisa dibentuk dengan beberapa cara. Salah satu yang paling mudah dengan cara mengubah aura pembunuh menjadi Aura Sang Penakluk ini..."
Aura ini memungkinkan seseorang menjadi terlihat berbeda, dimana orang-orang akan bersikap segan atau takut padanya. Jika diibaratkan, seperti sebagaimana rakyat selata melihat seorang Kaisar.
"Begitu, ya... aku mengerti sekarang."
Meirong dan Yutian memang tidak mengetahui aura ini, tetapi yang pasti saat mereka kembali dari latihan tertutup untuk mencapai Ranah Inti, Meirong cukup terganggu dengan aura pembunuh pekat yang dimiliki Yao Han saat itu, sehingga mulai mengeluh dan protes pada Feng Xian, karena mengira Feng Xian ada hubungannya dengan aura pembunuh ini.
Feng Xian memang sengaja membuat Yao Han memiliki aura pembunuh yang pekat. Dan tidak lama setelah Meirong berhenti mengeluh pada Feng Xian, secara perlahan aura pembunuh Yao Han berkurang dan berganti dengan aura yang membuatnya terlihat Feng Xian saat diam atau sedang serius.
"Tidak salah jika aku menyebut Xiao Han sebagai Saudara Feng di masa mudanya." Bing Lizi tertawa pelan.
"Kurasa kau ada benarnya, Senior Bing."
Mereka saat ini berada di dalam gua lagi. Yao Han kemudian teringat dengan Arak Persik Bulan, jadi dia menawarkannya pada Bing Lizi dan Tian Jian.
"Ah, sudah lama sekali aku tidak minum arak, apalagi minum bersama orang lain." Bing Lizi tersenyum lebar menerima guci arak dari Yao Han.
"Aiya, Han'er. Kau menyimpan arak tetapi baru mengeluarkannya sekarang? Aish..."
Dari reaksi Tian Jian, Yao Han langsung memahami pria itu termasuk pecinta arak seperti Feng Xian dan Yutian. Meskipun sempat mengeluh, Tian Jian tersenyum begitu lebar dan wajahnya seperti anak kecil menerima hadiah permen.
Semua mendapatkan arak, kecuali Yutian, yang menampilkan wajah kusut.
Catatan Author:
Aura aneh yang dipelajari Yao Han dari Feng Xian itu mirip seperti Aura Naga Xiao Chen di novel LPN atau Haki di serial manga/anime One Piece.