
Huo bersaudara merupakan sepasang anak kembar yang memiliki keistimewaan. Selain terlahir dengan membawa latar belakang istimewa, bakat kultivasi mereka sangat bagus yang hampir tidak pernah bisa ditemukan selama seribu tahun terakhir untuk kelahiran sepasang anak kembar.
Namun jika membandingkan mereka dengan sepasang muda mudi generasi kultivator muda terbaik saat ini dari Sekte Gunung Langit, yaitu Ji Wentian dan Huang Mingzhu, sepertinya bakat mereka satu tingkat dibawah kedua muda mudi ini.
Bao Wei pernah mendengar sebuah informasi unik bahwa di Sekte Gunung Langit, Ji Wentian dan Huang Mingzhu seolah mewarisi keistimewaan salah satu sosok penting yang pernah dimiliki sekte itu, yaitu Dewi Pedang Api Hong Meirong.
Ji Wentian memiliki tubuh khusus yang sama dengan Dewi Pedang Api, yaitu Tubuh Roh Pedang. Sementara untuk Huang Mingzhu, gadis berjulukan Peri Cahaya itu hampir menyamai kalau bukan mewarisi nyaris keseluruhan kecantikan Hong Meirong yang menyandang gelar sebagai wanita tercantik di Benua Bulan Biru selama setidaknya lima ratus tahun terakhir.
Bao Wei merasa informasi tentang Huang Mingzhu ini tidaklah berlebihan. Gadis itu sering dianggap akan menjadi Dewi Pedang Api kedua. Selain memiliki kecantikan yang memikat dan bakat kultivasi yang tinggi, dia juga memiliki bakat dalam ilmu pedang dimana kemampuannya hanya kalah sedikit dari Ji Wentian.
Keistimewaan lain yang dimiliki Peri Cahaya adalah sepasang berwarna coklat keemasan yang termasuk salah satu dari tujuh puluh dua jenis mata khusus, yaitu Mata Hati Emas. Kemampuan mata khusus jenis ini cukup menakutkan, karena pada saat tertentu mampu dengan mudahnya membaca isi pikiran dan hati seseorang.
Oleh karena perbedaan keistimewaan itulah, dua kembar Huo bersaudara memasang raut wajah jelek dan aura persaingan yang kuat pada mereka berdua. Jika Huo Li merasa kalah saing dengan Ji Wentian, maka saudari kembarnya Huo Lin merasa kalah saing jauh dengan Huang Mingzhu.
Untuk Huo Lin, jangankan membandingkan bakat kultivasi atau ilmu mereka. Hanya membandingkan kecantikan diantara keduanya, Huo Lin kalah telak. Bertemu dengan Huang Minzhu membuat Huo Lin merasa bahwa hadir dalam pertemuan ini mendampingi kembarannya sekaligus mewakili Istana Bintang Api adalah salah satu momen buruk yang pernah dia hadapi.
Disisi lain, Huo Li merasa kesal dengan Ji Wentian yang menyeringai pada saat keduanya saling bertatapan. Senyuman Ji Wentian seolah mengejek dan menantangnya.
Reaksi dan pikiran Huo Lin terhadap Huang Mingzhu memang berlebihan. Peri Cahaya sendiri bersikap tidak mengetahui isi pikiran dan hati gadis itu.
"Saudari Huang, boleh aku mengetahui resep kecantikan tinggi yang kau miliki? Kau membuatku iri." Bing Xueyu bertanya dengan nada bercanda setelah menyapa Ji Wentian dan Huang Mingzhu.
Peri Cahaya tertawa kecil sebelum menyahut, "Kenapa iri? Apa kau merasa aku lebih cantik darimu, Saudari Bing? Jangan bercanda. Dirimu begitupun dengan Saudari Shui juga sama-sama memiliki kecantikan yang tinggi, bukan?"
Keduanya lantas bercanda, seolah mengabaikan sekitar. Huang Mingzhu dan Bing Xueyu saling melempar senyum hangat yang memikat dan menawan hati.
Fang Jun kemudian berbisik pada Bao Wei. "Wei-gege, kau memang benar. Ada hal bagus dalam pertemuan ini. Meskipun kita dibuat sibuk, tetapi dengan kehadiran para gadis cantik dalam pertemuan ini semuanya terasa ringan. Mataku melihat pemandangan segar, bahkan silau dengan kilauan yang mereka miliki."
Bao Wei hanya bisa tersenyum canggung, sebelum mengingatkan kembali untuk tidak lepas kendali sehingga bersikap tidak sopan pada para tamu, terutama pada para gadis. Mereka harus tetap fokus agar pertemuan ini berjalan dan berakhir dengan baik.
"Permisi Saudara Saudari sekalian, apakah pertemuannya sudah dimulai? Maaf jika kami datang terlambat."
Sebuah suara bernada ramah dan hangat terdengar dari arah pintu masuk gedung pertemuan. Ada sebuah rombongan lain yang tiba dan kedatangan mereka mengundang senyuman lebar Bao Wei.
Pusat perhatian utama dari rombongan ini adalah dua pemuda dengan kepala nyaris botak, berjubah abu-abu terang dengan sebuah kain berwarna hitam yang menutupi sebagian tubuh dan memiliki sulaman berbentuk teratai berwarna putih.
"Ah, Saudara dari Sekte Teratai Putih. Selamat datang, selamat datang. Tidak, kalian tidak datang terlambat. Pertemuan masih belum dimulai dan perwakilan dari sekte lain juga tiba tidak lama. Silahkan duduk dan nikmati jamuan yang telah kami sediakan."
Dua pemuda yang mewakili Sekte Teratai Putih dalam pertemuan ini adalah Wu Shenghao dan Wu Honghao. Masing-masing adalah murid Naga Baja Wu Yi dan Macan Api Wu Er, murid pertama dan kedua Mahaguru Wu Bai yang dikenal sebagai Pilar Bumi, pemimpin Sekte Teratai Putih.
Aura persaingan yang tadi sempat terasa perlahan menghilang tidak lama setelah kehadiran Shenghao dan Honghao. Perwakilan yang lain berdiri ikut menyambut kedatangan keduanya, seolah mereka adalah tamu yang jauh lebih penting.
Sikap ini bukan tanpa alasan mengingat reputasi besar Sekte Teratai Putih. Sejak Mahaguru Wu Bai memimpin, sekte ini mencapai puncak keemasannya. Pilar Bumi Wu Bai dianggap sebagai Jagoan Pilar aliran putih terkuat saat ini.
Selain itu, bantuan besar anggota Sekte Teratai Putih dengan membasmi banyak siluman dan hewan roh berbahaya di wilayah Negeri Awan Biru dan Negeri Hutan Hijau meningkatkan reputasi baik mereka.
"Oh, jadi belum dimulai? Syukurlah, aku pikir kami datang terlambat. Dalam perjalanan kemari, kami menangani cukup banyak hal kecil, sehingga khawatir banyak waktu terbuang."
Bao Wei langsung bisa mengetahui hal kecil yang dimaksud, yaitu siluman yang merajalela di wilayah perbatasan Negeri Awan Biru dan Negeri Hutan Hijau, serta tentunya di banyak wilayah Negeri Hutan Hijau itu sendiri.
"Kalaupun kalian terlambat, kurasa bukan masalah besar. Kami bisa memakluminya, Saudara Shenghao."
Perwakilan lain juga satu pikiran dengan Bao Wei. Selama ratusan tahun, Sekte Teratai Putih adalah sekte yang paling gencar menegakkan keadilan dan kebenaran, saling menolong sesama dan membasmi kejahatan. Kalau bukan karena politik sekte, bukan hal mustahil harapan besar Sekte Teratai Putih untuk menciptakan kedamaian dunia bisa terwujud.
Saat Shenghao dan Honghao duduk ditempat yang sudah disediakan dan mulai menikmati jamuan ringan, Huang Mingzhu merasakan kejanggalan dari mereka.
Tingkat kultivasi yang terbaca oleh Huang Mingzhu pada mereka berada di Ranah Dasar tingkat tiga belas, satu atau dua tingkat lebih rendah dari tingkat kultivasi dibandingkan dengan generasi muda yang hadir sementara ini. Namun, dia yakin itu bukan tingkat kultivasi yang sebenarnya.
Setelah diam-diam menggunakan kekuatan mata khususnya, Huang Mingzhu kemudian berhasil mengetahui kebenaran dan alasan tingkat kultivasi Shenghao dan Honghao terbaca demikian.
- - -
Visual untuk Peri Cahaya Huang Mingzhu alias calon Dewi Pedang Api kedua dari Sekte Gunung Langit.