Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 77 - Keraguan Mereka



Yao Han dan dua temannya menjadi sosok pahlawan yang dielu-elukan warga Kota Mawar Hitam karena jasa yang mereka berikan.


Julukan sebagai Tabib Teratai Biru semakin melekat pada Yao Han karena dirinya membagikan Bunga Teratai Biru pada setiap orang, tetapi dirinya tidak terlalu memikirkan hal kecil seperti itu.


"Senior, sepertinya Saudara Yao memiliki begitu banyak persediaan Bunga Teratai Biru untuk dibagikan pada semua orang," bisik Honghao.


Shenghao tidak menjawab dan hanya tersenyum tipis. Dirinya juga heran seberapa banyak Bunga Teratai Biru yang disimpan Yao Han dalam cincin ruangnya.


Rombongan Yao Han menghabiskan tiga hari di Kota Mawar Hitam hanya untuk memberikan jasa pengobatan gratis, jimat pelindung, dan Bunga Teratai Biru, serta menginap di rumah sederhana Paman Kai.


Sebelum meninggalkan kota, Yao Han menghilangkan racun dalam tubuh Paman Kai dan memberinya tiga jenis pil. Pertama, pil untuk menaikkan praktik. Kedua, pil berwarna kuning untuk menambah tenaga. Ketiga, pil putih bernama Pil Panjang Umur.


Bagi kultivator, Pil Panjang Umur buatan Yao Han berkhasiat untuk menambah usia sebanyak lima tahun. Sementara untuk manusia biasa berkhasiat untuk mengembalikan kondisi tubuh sepuluh tahun lebih muda.


Paling banyak hanya bisa dikonsumsi sebanyak dua butir pil, karena mengonsumsi lebih dari itu tidak memberikan khasiat sama sekali.


"Anak muda, sekali lagi aku mengucapkan terima kasih."


Walikota Shi Ban memberikan hormatnya. Dibelakangnya ada cukup banyak warga kota yang ingin melepas kepergian rombongan Yao Han.


"Walikota jangan sungkan. Lagipula aku senang dengan apa yang kulakukan." Yao Han membalas hormat walikota.


Shi Ban tersenyum canggung, dia belum pernah mengetahui ada orang yang tampak santai dan senang memberikan pengobatan gratis pada orang lain.


Sebenarnya dia merasa Yao Han berasal dari latar belakang istimewa, dilihat dari kemampuan pengobatan yang luar biasa dan bisa berteman dengan murid sekte besar.


"Walikota, kami mohon pamit."


"Hati-hati, anak muda. Semoga perjalananmu lancar dan menyenangkan."


Paman Kai berada di rombongan warga paling depan dan memberikan lambaian tangan paling semangat pada Yao Han dan dua temannya.


***


Praktik kultivasi Yao Han sudah mencapai Ranah Dasar tingkat enam belas untuk kelima akar rohnya dan tinggal sedikit dorongan untuk menembus ke Ranah Dasar tingkat tujuh belas.


Hanya saja, Yao Han sedikit khawatir jika saat dirinya berhasil menaikkan praktik akan menimbulkan fenomena munculnya pilar cahaya menjulang ke langit seperti yang pernah terjadi di Pulau Bulan Bintang, mengingat hanya dirinya yang diketahui memiliki praktik di atas Ranah Dasar tingkat lima belas di seluruh Benua Bulan Biru.


Yang bisa dilakukan Yao Han sementara ini adalah latihan menyerap Qi untuk menempa tubuhnya, serta bermeditasi untuk menenangkan hati dan pikiran selama dalam perjalanan bersama dua temannya.


"Saudara Shenghao, Saudara Honghao, sepertinya kalian ingin bertanya sesuatu padaku..."


Yao Han melirik pada dua temannya yang sedang duduk tidak jauh darinya. Dia menyadari Shenghao dan Honghao saling berbisik sambil beberapa kali melirik ke arahnya sejak meninggalkan Kota Mawar Hitam.


"Saudara Yao, kumohon jangan tersinggung. Memang ada yang ingin kami tanyakan, tetapi kami menyadari pertanyaan kami lancang karena sifatnya pribadi." Shenghao tersenyum tipis.


"Hmm..." Yao Han mengelus dagunya, "Jika kau bertanya seperti itu pada orang lain, mungkin mereka akan tersinggung dan marah, tetapi aku tidak akan mempermasalahkannya. Jadi kalian bebas bertanya."


Shenghao dan Honghao saling berpandangan sejenak. Shenghao berdeham pelan sebelum mulai bertanya.


"Apa kau memiliki dua akar roh?"


Yao Han menaikkan alisnya, "Tidak. Kenapa kau bisa berpikir demikian?"


Shenghao menjelaskan bahwa dirinya dan Honghao curiga Yao Han memiliki dua akar roh setelah melihat aksinya dalam pertarungan melawan Juzi si pelaku teror dan murid Gerbang Hantu.


Kekuatan yang Yao Han tunjukkan tidak wajar bagi kultivator Ranah Dasar, kecuali menggunakan teknik terlarang atau mengonsumsi pil untuk mendapatkan kekuatan besar secara singkat.


Biasanya cara ini menimbulkan efek samping, seperti tidak bisa berlatih atau menggerakkan tubuh dalam rentang waktu tertentu. Namun, Shenghao dan Honghao tidak merasakan atau melihat Yao Han menggunakan dua cara tersebut.


Dengan memiliki dua akar roh dan mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas, masih masuk akal mengimbangi kekuatan lawan yang berada di Ranah Pondasi, setidaknya Pondasi Fana.


"Itu... kalau untuk praktik, aku memang sudah mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas..."


"... dan pada dasarnya aku memiliki akar roh lima unsur."


Yao Han tidak berbohong, tetapi tidak menyangkal dia menutupi sebagian kecil kebenaran tentang kondisinya.


Praktiknya bahkan sudah melewati Ranah Dasar tingkat lima belas dan memang pada awalnya dia memiliki akar roh lima unsur setelah peristiwa tersambar petir emas yang hampir menewaskan dirinya tujuh tahun lalu. Dan berkat bantuan Bai Tian, dirinya memiliki lima akar roh murni unsur dasar.


Yao Han mungkin ragu menjawab jika pertanyaan Shenghao seperti ini, 'Apa kau memiliki lebih dari satu akar roh?'


"Aku belum pernah mengetahui ada kultivator dengan akar roh lima unsur yang berhasil mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas..." Honghao berkomentar, "Apa Senior Feng memberikanmu pil atau semacamnya agar mencapai itu, Saudara Yao?"


Yao Han memahami keraguan dua temannya. Akar roh lima unsur adalah jenis akar roh terburuk. Praktik akan berhenti di Ranah Dasar tingkat sembilan dan kalau beruntung hanya bisa berhasil membentuk Pondasi Fana dengan bantuan Pil Penempa Pondasi. Setelah itu praktik tidak akan bisa ditingkatkan lagi.


"Bukan seperti itu. Cukup rumit dan panjang jika aku menceritakannya." Yao Han tersenyum canggung.


"Kau tidak perlu menceritakannya jika tidak ingin, Saudara Yao." Shenghao bisa melihat pemuda itu enggan bercerita.


"Terima kasih, apakah ada pertanyaan lain?"


"Ng... itu... apa-"


Auuu...!


Kalimat Shenghao terhenti saat terdengar suara lolongan serigala. Yao Han dan lainnya menjadi tegang dan waspada. Buru-buru mereka berdiri dan mengawasi sekitar.


"Siluman serigala?"


Yao Han menarik napas dalam sambil mengaktifkan kemampuan mata khususnya.


'Tidak terlihat ada hewan buas apapun... Tapi seharusnya jarak sumber suaranya tidak terlalu jauh dari sini.'


Yao Han buru-buru melompat ke salah satu pohon untuk lebih memudahkannya melihat ke arah yang jauh.


'Tidak ada waktu menggunakan Jurus Menyatu Dengan Angin...'


Auuu...!


Suara lolongan serigala kedua kalinya membuat Yao Han mematung, lalu berseru pada Shenghao dan Honghao.


"Disana ada sebuah desa kecil dan suara serigala berasal dari sana!" Yao Han menunjuk ke satu arah.


"Gawat! Kita harus kesana!"


"Aku pergi dulu!"


Belum sempat Shenghao dan Honghao mencerna ucapan Yao Han, pemuda itu sudah melesat pergi.


"Cepat sekali!" seru Honghao.


"Saudara Yao menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi. Ayo cepat kita susul," sahut Shenghao lalu mulai berlari ke arah yang ditunjuk Yao Han, diikuti Honghao setelahnya.


Mengandalkan Langkah Angin Surgawi, dalam waktu singkat Yao Han berhasil mengurangi jarak dengan desa kecil yang tadi dilihatnya dari kejauhan.


"Apa-apaan ini?!"


Wajah Yao Han memucat melihat pemandangan mengerikan didepannya.


---