Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 115 - Dibuat Gugup



Ditengah permainan serulingnya, Yao Han menyadari ada seseorang yang datang mendekat, sekitar sepuluh langkah darinya. Tanpa menurunkan kewaspadaan, Yao Han melanjutkan permainannya meskipun orang yang ada dibelakangnya tidak menunjukkan niat buruk.


'Hm? Perempuan?' Yao Han mencium sesuatu yang wangi secara samar, mengingatkan dirinya dengan aroma wangi alami jika berdekatan dengan Meirong.


"Siapa gadis itu?"


Penghuni Dimensi Pagoda kecuali Tian Jian bisa melepaskan Indera Surgawi ke arah luar, tetapi jangkauannya hanya terbatas setengah dari aslinya.


"Hoho, menarik. Cadar yang dia gunakan tidak bisa ditembus Indera Surgawi, tetapi aku bisa melihat dia sudah mencapai Ranah Dasar tingkat lima belas." Bing Lizi buka suara.


"Dia pasti berasal dari sekte besar." Meirong menimpali.


"Gadis ini berasal dari sekte aliran hitam." Yutian menyahut, wajahnya terlihat serius karena dia pernah menjadi bagian dari sekte aliran hitam dan menyadari gadis bercadar merah darah itu bukan berasal dari Lembah Hati Racun.


"Ada tiga orang agak jauh disana sedang mengawasi, sepertinya mereka berkaitan dengan gadis ini," kata Bing Lizi lagi.


"Hm?" Meirong dan Yutian mengerutkan dahi dalam, sebelum berseru pelan bersamaan, " Sekte Awan Bulan."


Yao Han berhenti memainkan serulingnya setelah sekitar lima menit, faktor utamanya karena mendengar nama Sekte Awan Bulan dari perbincangan penghuni Dimensi Pagoda.


Setelah menarik napas dalam dan menghembuskannya panjang, Yao Han berbalik dan melihat seorang gadis berdiri menatapnya.


Hal yang dilihat pertama kali oleh Yao Han adalah sepasang mata gadis itu. Selama beberapa saat, pandangan kedua matanya bertemu.


'Mata berwarna merah gelap seperti darah... apakah salah satu jenis Mata Surgawi?'


Dengan kekuatan mata khususnya, Yao Han bisa melihat keindahan paras cantik gadis serba merah itu, yang sedikit mirip dengan penampilan Meirong. Perbedaannya terletak pada aksen keemasan pada Meirong dan hitam pada gadis itu.


Cadar merah yang Yun Lian gunakan memang tidak bisa ditembus penglihatan Indera Surgawi, tetapi tidak berguna dihadapan kekuatan mata khusus Yao Han.


"Nona cantik, apa ada yang bisa kubantu?" Yao Han tersenyum ramah.


Kecantikan gadis ini bahkan jauh diatas kecantikan Qian Yue yang pernah Yao Han temui di Toko Harta Giok cabang Kota Cahaya Bulan. Namun Yao Han tidak terlalu terpengaruh oleh keindahan wajah maupun tubuh Yun Lian.


Yun Lian menunjuk ke arah seruling hijau giok ditangan kanan Yao Han, "Permainan seruling Saudara sangat indah, membuatku kagum dan aku sangat menyukainya."


Yao Han sedikit menunduk, "Terima kasih atas pujian yang Nona Cantik berikan, itu sangat berarti untukku."


Dalam situasi lain, Meirong akan langsung menyindir Yutian yang mengajarkan Yao Han bagaimana cara berkata-kata manis seperti itu terhadap perempuan.


Sama seperti guru dan paman gurunya, Yao Han bisa melihat praktik gadis itu di Ranah Dasar tingkat lima belas. Sementara Yun Lian melihat praktik Yao Han di Ranah Dasar tingkat sembilan.


'Calon kultivator Pondasi Langit, ya...'


Dibalik pepohonan tidak jauh dari keduanya, tiga orang pengawal Yun Lian berdiskusi singkat.


"Entah kenapa praktik pemuda itu aneh sekali. Aku yakin dia bukan berada di Ranah Dasar tingkat sembilan." Mo Zha berpendapat.


Yun Mohei diam saja, tetapi wajahnya terlihat serius dan tegang melihat Yao Han. Auranya mengingatkan Yun Mohei kembali dengan seseorang yang ingin dia lupakan seumur hidupnya.


Yao Han mengalihkan pandangan ke belakang Yun Lian, tepatnya ke arah pohon besar dimana ketiga pengawal gadis itu bersembunyi.


"Sepertinya Nona Cantik ini merupakan orang penting, sampai-sampai mendapat pengawalan tiga kultivator Ranah Jiwa." Yao Han sedikit pura-pura tidak tahu.


Tidak lama kemudian, tiga orang yang bersembunyi itu menampakkan diri. Yun Mohei menarik Yun Lian mundur agar sedikit lebih jauh dari Yao Han.


"Tetua Mo?" Yun Lian sedikit kaget menyadari keberadaan Mo Zha, yang hanya dibalas senyuman tipis.


"Saudara Muda, maaf jika kami menyinggungmu. Nona kami hanya penasaran dengan orang dibalik permainan indah seruling yang kami dengar sebelumnya." Yun Mohei mencoba bersikap ramah.


Yao Han berpura-pura terkejut dengan membesarkan matanya, "Ah, tidak kusangka. Nona dan ketiga senior ini ternyata berasal dari Sekte Awan Bulan, sekte aliran hitam terkuat saat ini. Sebuah kehormatan bagi Junior." Yao Han memberi hormat dan membungkukkan badan.


Yun Mohei tersenyum tipis, "Saudara Muda sungguh berpengetahuan luas. Aku tidak ingat kita pernah bertemu sebelumnya."


"Ini memang pertemuan pertama kita, tetapi junior pernah mendengar beberapa hal tentang Sekte Awan Bulan. Biar kutebak, Senior Yun Mohei, bukan? Tangan kanan Patriark Sekte Awan Bulan, Senior Yun Ming sang Gerbang Maut. Lalu dua senior ini... mungkin bagian dari Pasukan Barisan Awan."


Wajah dan nada bicara Yao Han terbilang normal, tetapi itu membuat ketiga orang pengawal Yun Lian gugup. Mereka tidak bisa menebak latar belakang Yao Han, tetapi pemuda itu berhasil menebak tentang mereka dengan benar.


"Sedangkan Nona Cantik ini, pastilah memiliki hubungan dengan Gerbang Maut, cucunya mungkin? Bisa mencapai praktik Ranah Dasar tingkat lima belas merupakan prestasi tinggi yang langka, apalagi sepertinya kita seumuran."


Semakin lama Yao Han berbicara, semakin gugup pula ketiga orang tua berpengalaman itu. Tidak pernah mereka menyangka, seorang pemuda Ranah Dasar membuat mereka bereaksi demikian.


Bisa membaca tingkat praktik Yun Lian dengan sangat baik membuktikan dugaan mereka benar tentang tingkat praktik palsu Yao Han mereka baca.


"Saudara Muda, bisakah aku mengetahui nama dan darimana dirimu berasal?" Yun Mohei sangat penasaran karena Yao Han sama sekali tidak menunjukkan dirinya takut ketika berhadapan dengan anggota sekte besar bintang sepuluh. Cenderung tenang bahkan santai.


"Junior bermarga Yao, namaku Han. Mengenai latar belakangku, apakah itu penting, Senior?" Yao Han tersenyum penuh makna.


Sikap dan pembawaan Yao Han jelas dipengaruhi latar belakangnya tanpa dia sadari. Meirong, Yutian, dan Tian Jian pernah menjadi anggota sekte bintang sepuluh yang sejajar dengan Sekte Awan Bulan. Sementara Feng Xian dan Bing Lizi lebih baik lagi.


Tidak ada yang ditakuti Yao Han selain Penguasa Langit, orangtua, guru, dan paman gurunya.


"Aku hanya penasaran, maaf jika pertanyaanku menyinggungmu."


"Junior adalah seorang kultivator bebas, tidak terikat atau berasal dari sekte manapun. Tidak juga beraliran putih, hitam, maupun netral. Bisa dibilang, junior meniru Jagoan Empat Penjuru."


Kecuali Yun Lian, ucapan Yao Han membuat mereka mengerutkan dahi. Yao Han tidak mempedulikan kebingungan mereka, dia melihat Yun Lian.


"Apa yang Nona dan ketiga senior lakukan di Negeri Hutan Hijau? Bukankah akan sangat gawat jika kalian berada disini? Nona ini bisa menjadi incaran aliran putih dan berakhir dengan timbulnya kekacauan."


Penangkapan Xie Hong sedikit berbeda, "Anak muda, apa maksud ucapanmu itu?" Xie Hong melepaskan sedikit auranya yang menekan Yao Han.


--