Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
Ep. 119 - Peri Racun



Budayakan like sebelum membaca.


*


Sekembalinya Xu Lao dan She Liu dari Pulau Bulan Bintang menemui Angin Timur, mereka kebingungan karena justru murid dari orang yang jauh lebih senior dari mereka itulah yang bisa menyembuhkan kondisi buruk Xu Yang, anak sulung Patriark Lembah Hati Racun.


Meskipun begitu, mereka cukup lega karena Feng Xian bersedia mengulurkan bantuan melalui muridnya. Kedua orangtua sepuh ini juga tidak hanya mengerahkan tim pencari untuk melacak dan membaca kembali Xu Yang, melainkan juga pemuda bernama Yao Han.


Namun sedikit kelegaan mereka hanya berlangsung sebentar saat Xu Gang datang menemui mereka membawa kabar bahwa Xu Yin, anak keduanya ikut kabur dari sekte.


"Kau sungguh orangtua yang buruk, Xu Gang! Bagaimana bisa Yin'er juga lepas dari pengawasanmu?!" bentak She Liu sambil memukul kepala Xu Gang dengan ujung tongkat ularnya.


Xu Lao menghela napas panjang sambil mengelus janggutnya, "Aiya, Yin'er, Yin'er, bukankah kau sudah berjanji pada kakek buyut agar tetap di sekte dan fokus berlatih?" Wajah Xu Lao terlihat lebih tua beberapa tahun memikirkan cicit perempuan kesayangannya.


"Yin'er pasti ikut mencari keberadaan Yang'er. Aish, anak itu sungguh ceroboh sama seperti kakaknya. Kalau sudah begini, kita harus mengirimkan lebih banyak orang lagi." She Liu menanggapi dengan gusar.


Kedua orang sepuh ini kemudian menceritakan hasil pertemuan mereka dengan Angin Timur.


"Hm? Senior Angin Timur memiliki murid?"


Keterkejutan Xu Gang mirip dengan Xu Lao dan She Liu. Selain kabar Angin Timur yang akhirnya memiliki murid, juga dikatakan muridnya ini memiliki kemampuan lebih baik untuk menyembuhkan Xu Yang.


"Aku merasa Senior Feng sedang membual dan meninggikan kemampuan muridnya..." Xu Gang buka suara setelah melihat wajah Yao Han melalui slip giok yang diberikan Feng Xian melalui She Liu.


"Membual kepalamu!" bentak She Liu, "Kau pikir Angin Timur suka bercanda?!" She Liu mendengkus keras, "Dia memang bukan orang yang mudah diajak bicara, tetapi bukan berarti dia suka berbohong. Tidak ada keuntungan baginya dan itu juga bisa merusak reputasinya sebagai sosok Angin Timur."


"Xu Gang, yang bisa kita lakukan adalah berharap agar mereka bertiga bisa ditemukan secepatnya."


Jika bukan karena ada urusan sekte yang lebih penting dan tidak akan menarik perhatian orang luar saat berada di luar sekte, Xu Lao dan She Liu sudah ikut mencari Yao Han dan dua cicit mereka.


***


Di sekte, Xu Yin diberi julukan sebagai Peri Racun, permata Lembah Hati Racun. Sifatnya ramah dan manja pada orang terdekatnya, tetapi berbeda cukup jauh pada orang lain.


Seolah tanpa mau tahu 'keributan' yang ditimbulkannya olehnya, dengan bermodalkan nekat dan beberapa bekal yang cukup selama perjalanan, Xu Yin pergi mencari sang kakak, Xu Yang.


Xu Yin nekat pergi karena mengkhawatirkan kondisi buruk Xu Yang. Menurutnya, kondisi kakaknya saat ini berkaitan dengan dirinya secara tidak langsung.


Andai saja dia tidak menuruti permintaan Xu Yang yang juga ingin mempelajari Kitab Racun Langit, Xu Yang tidak akan berakhir dengan kondisi tubuh keracunan.


Tanpa ada pengawalan, Xu Yin pergi ke beberapa tempat di wilayah Negeri Tanah Merah tidak jauh dari Lembah Hati Racun. Ada beberapa hadangan yang dia hadapi, seperti beberapa kultivator bebas yang berusaha mencelakainya dan siluman yang ingin memakannya.


Namun dengan semua kemampuan yang dia miliki, Xu Yin berhasil melewati semua itu. Perjalanan ini juga membuat Xu Yin mengasah pengalamannya saat di luar sekte.


Hanya saja, saat dia tiba di perbatasan Negeri Tanah Merah dengan Negeri Hutan Hijau, keraguan mulai menyelimuti hatinya.


"Apa mungkin Yang gege berada ke Negeri Hutan Hijau? Jauh sekali mainnya..."


Beberapa kali Xu Yin hampir mati karena siluman yang dihadapinya berjumlah lebih banyak dan main keroyokan. Sedikit keuntungan bagi Xu Yin, dia membawa beberapa pusaka cukup tinggi dan dipadukan dengan ilmu racun, sehingga nyawanya masih tertolong.


Suasana hati Xu Yin menjadi buruk. Dia masih bisa bertahan, karena memiliki motivasi untuk menemukan Xu Yang.


Pertemuannya dengan seorang pemuda belasan tahun di jalan setapak agak sepi membuatnya cukup waspada. Namun setelah mengetahui pemuda itu berada di Ranah Dasar tingkat sembilan, satu tingkat dibawahnya, Xu Yin sedikit lega.


Merasa risih dengan tatapan mata pemuda itu, Xu Tim membentaknya, "Apa kau lihat-lihat?!"


Pemuda ini tak lain adalah Yao Han. Untuk pertama kali sepanjang hidupnya, Yao Han dibentak oleh perempuan. Bentakan itu juga hampir membuatnya meloncat karena kaget.


Yao Han tidak merasa ada yang salah dengan tatapan matanya pada gadis yang belum dia ketahui namanya ini. Xu Yin memakai topeng besi anti Indera Surgawi. Namun, sekali lagi, mata khusus Yao Han bisa menembusnya.


Wajah yang cantik tetapi lebih condong ke arah manis, mata kehijauan, hidung mungil, dan bibir juga mungil ranum warna kemerahan. Rambut hitam bercampur hijau keunguan. Jubahnya juga berwarna hijau.


Secara sekilas, Yao Han menyimpulkan gadis ini lebih muda darinya dan seperti Yutian versi perempuan yang berpenampilan serba hijau.


"Hei, apa kau tuli?! Kenapa kau melihatku seperti itu?! Dasar pemuda mesum!"


Yao Han terbatuk-batuk, 'Apa-apaan?! Apa hanya melihat seorang gadis bisa disebut sebagai orang mesum?!' jeritnya dalam hati.


"Nona, apa kau yakin tidak salah makan? Kupikir ada yang salah dengan isi kepalamu. Aku melihatmu karena penasaran dan aku bukan orang mesum seperti yang kau tuduhkan."


Sementara itu didalam Dimensi Pagoda, semua penghuninya menahan tawa.


"Isi kepalamu itu yang bermasalah. Omong kosong dengan ucapanmu. Pasti kau tertarik denganku karena melihat keindahan tubuhku, bukan? Ayo mengaku!" Gadis itu menunjuk Yao Han dengan satu tangan dan tangan lainnya berada di pinggang.


Yao Han terbatuk-batuk lebih keras dari sebelumnya, 'Apa gadis ini titisan Guru She?! Percaya diri sekali dia!"


Kecantikan Qian Yue dan Yun Lian yang berada diatas Xu Yin sekalipun tidak membuat hati Yao Han goyah.


Satu-satunya hal menarik dari gadis itu menurut Yao Han adalah praktiknya berada di Ranah Dasar tingkat sepuluh, yang biasanya ditemukan disekte besar, karena sangat tinggi untuk seusianya.


"Han'er, aku tidak bisa melihat wajahnya, tetapi aku merasakan hawa yang tidak asing darinya. Dia berasal dari Lembah Hati Racun."


Dahi Yao Han sedikit mengerut, 'Lembah Hati Racun... jangan-jangan...'


"Nona, apa dirimu adalah Xu Yin, anak kedua Patriark Lembah Hati Racun?"


Mata Xu Yin sedikit menyipit dan merasa cukup kaget, "Kau..."


Perhatian Yao Han sedikit teralihkan karena mendengar suara samar derap langkah kaki. Melalui mata khususnya, Yao Han melihat dikejauhan ada rombongan berkuda berlari cepat.


Yao Han bisa melihat, wajah para penunggang kuda tidak seperti orang baik.


---