
Xu Yin memberi ruang untuk Yao Han mengobati kakaknya. Dia duduk menyandar pada salah satu sisi dinding rumah kayu buatan Yao Han sambil menatap pemuda itu tajam.
Rasa penasarannya begitu tinggi terhadap metode pengobatan yang akan dilakukan Yao Han, yang dikatakan oleh pemuda itu lebih baik daripada Kultivator Racun tingkat tinggi di Lembah Hati Racun.
Bahkan seandainya Xu Yang bukan anak kandung Xu Gang, Xu Lao dan She Liu sudah pasrah dan membiarkan Xu Yang mati begitu saja tanpa perlu pusing-pusing mencari jalan keluar.
"Yinyin, apapun yang kau lihat, tahan dirimu untuk tidak bertanya apalagi berteriak, karena itu bisa mengganggu proses pengobatan kakakmu."
Xu Yin mengerutkan dahi, "Memangnya apa yang ingin kau lakukan? Kau tidak akan berbuat yang aneh-aneh pada kakakku, bukan?" tanyanya curiga.
"Kau itu tipe orang yang mudah sekali penasaran dan terkejut, jadi aku khawatir kata-katamu nantinya bisa mengganggu fokusku."
"Hmph, kau pikir aku ini pengganggu?"
"Oh, kau baru menyadarinya?"
"Kau-!" Xu Yin bangkit sambil menunjuk Yao Han dengan kesal.
"Cukup. Aku hanya mengatakan ini sekali. Diam dan duduk tenang disana, kalau kau bicara dan menggangguku, maka nyawa kakakmu bisa melayang. Dan itu jelas-jelas akan menjadi salahmu."
"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?!"
Yao Han tidak menjawab protes Xu Yin, melainkan memberikan sebuah peringatan, "Ingat, hanya aku yang bisa menyembuhkan kakakmu. Kalau kau tidak menuruti ucapanku, aku tidak akan segan-segan membiarkan kakakmu mati keracunan. Dan aku juga tidak peduli, meskipun kalian berdua berasal dari Lembah Hati Racun. Kau mengerti?"
Xu Yin menggeram dan mengepalkan tangannya kesal. Mencoba menelan sumpah serapahnya, Xu Yin membalas, "Baiklah, Yao-gege, aku akan duduk manis disini dan berjanji tidak akan mengganggumu."
Setengah hati Xu Yin mengatakan itu dan kembali duduk bersandar menatap Yao Han tajam.
Yao Han tergelak dengan panggilan Xu Yin, tetapi dia menahan diri untuk tidak tersenyum atau tertawa. Terpaksa dia berkata seperti itu pada Xu Yin karena untuk berjaga agar gadis itu tetap tenang sampai dirinya membuat kondisi Xu Yang menjadi jauh lebih baik.
'Hoho, Han'er bisa menundukkan gadis manis ini. Sepertinya aku harus belajar dari Han'er, agar Rongrong bisa menurut denganku,' batin Yutian mengamati interaksi Yao Han dan Xu Yin.
"Guru She, kita bisa mulai." Yao Han berbisik.
"Baik, mari kita lakukan." Yutian menanggapi yang hanya bisa didengar Yao Han.
Yutian turun dari leher Yao Han dan mengambil posisi didekat pergelangan tangan kanan Xu Yang, kemudian menggigitnya. Sedangkan Yao Han menggenggam pergelangan tangan kiri Xu Yang sambil memutar Qi mengunakan Teknik Dewa Racun.
Xu Yin hampir saja menjerit saat melihat Yutian menggigit tangan Xu Yang, tetapi dia tahan karena segera ingat peringatan Yao Han.
Racun dalam tubuh Xu Yang bersifat ganas untuk ukuran kultivator Ranah Dasar. Ada berbagai jenis dan tingkatan racun. Bahkan ada racun kelas tujuh, yang mana merupakan racun tertinggi yang boleh dipelajari kultivator Ranah Inti.
'Saudara Xu terlalu nekat dan gila untuk mempelajari racun tingkat tinggi dari Kitab Racun Langit dengan kondisi tubuh dan praktiknya,' pikir Yao Han.
Mengingat keganasan racun dan kondisi Xu Yang yang satu dua langkah lebih dekat dengan kematian, mau tidak mau Yao Han harus menyerap sedikit demi sedikit racun dari tubuh Xu Yang ke dalam tubuhnya.
Sebuah tindakan yang sangat beresiko, tetapi Yao Han bisa tenang karena dia menguasai Teknik Dewa Racun dan memiliki Tubuh Sembilan Bintang.
Xu Yin bahkan hampir menyuruh Yao Han berhenti karena tindakan itu sangat gila dan bisa membunuh pemuda itu. Namun dibawah tekanan peringatan Yao Han sebelumnya, Xu Yin berusaha keras menahan diri.
Setengah jam kemudian, Yao Han berpindah posisi dan duduk bersila untuk mengubah racun menjadi nutrisi yang memperkuat tubuhnya. Terlihat bibirnya berwarna ungu kehitaman.
Xu Yin mengawasi dengan sangat teliti tanpa mengalihkan pandangan. Disaat yang sama, dalam kepala gadis cantik itu menyusun daftar pertanyaan yang akan dia lontarkan pada Yao Han nantinya.
Satu jam berikutnya, Yao Han berhasil mengatasi racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Warna bibirnya kembali ke semula. Merasakan kekuatan tubuhnya semakin meningkat, menunjukkan kadar racun yang menyerang Xu Yang sangat kuat.
Kerjasama Yao Han dan Yutian berhasil menghilangkan separuh racun. Yutian sudah mengambil bagian terganas dan sisanya bisa diurus Yao Han dengan mudah.
"Apa sudah selesai?" tanya Xu Yin pelan.
"Belum sepenuhnya, tetapi untuk saat ini kondisi kakakmu jauh lebih baik. Dia sudah melewati masa kritis."
"Benarkah?"
Xu Yin bangkit mendekati Xu Yang dengan antusias. Dia bisa melihat bisul-bisul di wajah Xu Yang berkurang banyak, menyisakan beberapa bisul dan luka kecil. Nafas Xu Yang juga lebih ringan dan bisa ditebak dia bisa sadarkan diri dalam hitungan jam.
Yao Han meletakkan kedua tangan diatas dada Xu Yang, kemudian mengalirkan Qi unsur kayu dan air dalam jumlah besar.
"Kapan kakakku bisa bangun?" tanya Xu Yin setelah Yao Han selesai.
"Perkiraanku satu jam lagi."
"Kenapa lama sekali?"
Yao Han mendengkus kesal, "Kau ingin kakakmu bangun lebih cepat? Siram saja dia dengan air es, tapi aku tidak mau tahu akibat buruknya." Kemudian dia pergi meninggalkan dua kakak beradik itu.
"Hei, kau mau kemana?" Xu Yin menghentikan langkah Yao Han yang hampir keluar ruangan yang dia dan kakaknya tempati.
"Ke ruangan sebelah. Aku ingin menemui anggota Sekte Bintang Ungu. Kau tunggu disini saja, aku tidak akan lama."
Yao Han tidak menunggu tanggapan Xu Yun dan menghilang dibalik pintu.
"Sekte Bintang Ungu? Bukankah itu nama sekte yang ingin dia datangi? Kenapa..."
Xu Yin merasa hari itu terjadi dua hal kebetulan. Pertama, mereka menemukan Xu Yang dalam kondisi hampir mati. Kedua, Yao Han yang bertemu dengan beberapa anggota Sekte Bintang Ungu.
"Tunggu dulu..." Xu Yin merasa ada sesuatu mencurigakan, "Kenapa Yang-gege bisa berada didekat mereka? Mungkinkah..." Isi kepala gadis itu langsung berpikir liar.
Diruangan sebelah, Yao Han meminta maaf telah membuat tujuh anggota Sekte Bintang Ungu itu menunggu lama. Dia tidak menyadari betapa gelisahnya mereka karena Yao Han tidak kunjung muncul.
Bahkan salah satu dari mereka mengusulkan untuk pergi diam-diam, tetapi sebelum itu dilakukan, Yao Han masuk ke dalam ruangan.
Yao Han berkenalan singkat dengan pria dewasa yang merupakan tetua sekte menengah itu, namanya Zi Dan.
"Saudara Muda, bisa kau sebutkan keperluanmu dengan kami?"
Catatan:
Author yang baik adalah yang bisa crazy up 3-5 chapter per hari dan membuat pembaca selalu penasaran di akhir setiap chapter.
Nah, saya mungkin cuma bisa membuat pembaca penasaran alias kentang.
Gimana rasanya kentang?
Enak, enggak?
Hahaha!