
Berdasarkan informasi yang disampaikan Chen Long, hal terpenting dalam kultivasi untuk mencapai Ranah Abadi adalah pondasi yang kuat, setidaknya harus membentuk Pondasi Surgawi atau lebih bagus lagi membentuk Pondasi Abadi.
Ini berarti Pondasi Langit yang selama puluhan ribu tahun sangat diidam-idamkan begitu banyak kultivator tidak dianggap sebagai pondasi yang kuat. Padahal untuk mencapai hal tersebut, kultivator harus berjuang susah payah disamping membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit.
Meskipun Pondasi Surgawi lebih baik daripada Pondasi Langit, begitupun Pondasi Abadi yang dianggap sebagai pondasi terkuat, tentu saja mencapainya bukanlah hal mudah. Sebelum membentuk salah satu pondasi ini, harus terlebih dulu mencapai Ranah Dasar tingkat delapan belas atau dua puluh sebagai modalnya.
Secara teori, Yao Han berpeluang besar membentuk Pondasi Surgawi karena kondisi khususnya. Namun dia tidak berhenti sampai disana. Dia ingin mencapai Ranah Dasar tingkat dua puluh agar bisa membentuk Pondasi Abadi, agar perjalanan praktik kultivasinya lebih lancar dimasa depan.
Jika Yao Han berhasil membentuk salah satu pondasi ini, selama dia tidak mengalami sesuatu yang tidak diinginkan dan terus rajin berlatih, Ranah Abadi terasa lebih dekat tanpa harus menunggu hingga berusia seribu tahun.
"Guru Feng harus mendengar hal ini..." Yao Han sudah mengeluarkan Giok Suara untuk menghubungi Feng Xian, tetapi Chen Long mencegahnya.
"Percuma saja kau menghubungi Senior Feng. Aliran waktu yang berbeda dimensi ini dengan dunia luar menyebabkan alat komunikasi apapun tidak berfungsi."
"Ah, sayang sekali..." Yao Han menyimpan kembali Giok Suara sambil sedikit kecewa.
Chen Long menjelaskan Yao Han baru bisa menghubungi Feng Xian atau siapapun hanya setelah berhasil keluar dari Dimensi Bunga Anggrek. Namun masalahnya adalah untuk keluar dari tempat itu juga bukan hal mudah. Meskipun sudah berada disana dalam waktu yang cukup lama, Chen Long belum menemukan kunci jalan keluarnya.
Chen Long juga menyampaikan agar semuanya tidak merasa khawatir karena tempat itu tidak berbahaya meskipun memiliki beberapa keanehan. Chen Long sudah pernah menjelajahi dua pertiga wilayah ditempat itu. Sepertiga sisanya pada bagian tengah belum sempat Chen Long periksa.
"Kurasa Saudara Chen ada benarnya. Tidak perlu terburu-buru keluar dari tempat ini, mengingat situasi Benua Bulan Biru tidak terlalu baik."
"Apa maksudmu, Senior Bing?"
Bing Lizi tersenyum masam. "Seharusnya kau sudah bisa menebaknya. Apalagi kalau bukan perang dunia kultivator."
Chen Long berdecak keras lalu mengeluarkan sumpah serapah yang membuat lainnya menjadi canggung. Melihat reaksi Chen Long, Jiu Jinyu tertawa sinis penuh ejekan.
"Manusia selalu saja melakukan hal bodoh. Kenapa kalian begitu menyukai perang, huh? Demi menunjukkan siapa yang terkuat diantara kalian? Sangat bodoh."
"Diam kau, rubah busuk!"
Jiu Jinyu menyeringai lebar. "Kenapa? Kalau kau menyuruh Ratu ini diam, berarti semua ucapan Ratu ini benar adanya..."
Chen Long berdiri lalu menjauh sebelum berteriak keras.
"Perang, perang, dan perang! Pada akhirnya Negeri Hutan Hijau yang akan menjadi medan pertempuran dan menderita kerugian paling banyak. Dasar orang-orang bodoh!" Chen Long memaki entah siapa untuk melampiaskan kekesalannya.
Sekarang Yao Han, Meirong, dan Yutian bisa membuktikan ucapan Feng Xian tentang Chen Long yang cinta pada tanah kelahirannya ketika dulu Raja Es datang berkunjung ke Pulau Bulan Bintang untuk mengobati anak bungsunya.
"Kapan perang terakhir terjadi?"
Bing Lizi yang menjawab karena melihat Yao Han dan lainnya takut untuk menjelaskan.
Chen Long agak sulit menanggapi setelah mendengar cerita Bing Lizi. Perang terakhir terjadi karena menghilangnya Meirong dan Yutian setelah bertarung selama tujuh hari tujuh malam. Penyebab pertarungan itu sendiri karena alasan yang bersifat pribadi.
Meirong tersenyum masam. "Maaf, Senior Chen, aku tidak mau membahas hal itu lebih jauh. Semua sudah berlalu."
"Baiklah, aku mengerti. Namun itu tidak menutup alasan bagiku menganggap kalian berdua menjadi penyebab tidak langsung perang dua puluh tahun lalu."
"Senior Chen, bukankah itu terlalu jahat? Mereka bertarung juga disebabkan ulah tidak bermoral mantan tunangan Saudari Hong. Jika masih menjadi bagian dari Sekte Pedang Suci saat itu, aku yang turun tangan langsung menghabisinya." Tian Jian buka suara membela Meirong dan Yutian.
"Aish, aku tidak pernah menerima alasan terjadinya perang dunia kultivator. Namun aku bisa memahami alasan kalian berdua bertarung."
Reaksi Chen Long sebenarnya masih tergolong ringan, kalau saja itu adalah Xi Lei, dia akan langsung mengamuk tanpa mau menerima sedikit pun alasan perang terjadi.
"Tapi, aku lebih terkejut Senior Feng akhirnya turun tangan menghentikan perang saat itu. Mungkin dia sudah muak dan lelah melihat perang yang seolah tiada habisnya."
Chen Long kemudian meminta Yao Han menunjukkan pusaka pagoda. Sebelah alisnya terangkat, saat melihat Yao Han mengeluarkannya dari dahi.
"Sepertinya kau memang lebih pantas disebut penerusku dibandingkan penerus Senior Feng. Semua warisanku ada ditanganmu."
Chen Long mengamati pusaka pagoda itu sesaat sebelum memeriksa isi didalamnya.
"Apakah Paman Guru Chen ingin mengambil kembali pusaka pagoda itu?"
"Tidak, aku tidak berniat memilikinya kembali. Dimensi ini jauh lebih baik dan layak dihuni dari yang kulihat terakhir kali. Kupikir jika terus berada ditanganmu, Dimensi Pagoda akan jauh lebih berkembang. Jadi, pusaka ini tetap menjadi milikmu."
Dimensi Pagoda aslinya adalah Dimensi Saku yang ditemukan Chen Long dalam salah satu perjalanan berkeliling dunia. Chen Long bukanlah pemilik pertama pusaka pagoda karena dia menemukan catatan ada seseorang yang dia anggap sebagai pemilik pusaka pagoda pertama yang asli.
Catatan itu menjelaskan nama sebenarnya Dimensi Pagoda adalah Dimensi Bintang Merah dan pusakanya disebut Pagoda Bintang Merah, merujuk pada pusaka pagoda yang keseluruhan berwarna merah. Pagoda Bintang Merah bisa dikembangkan melalui dimensi didalamnya dan menjadi pusaka dengan berbagai fungsi.
"Akan sangat beresiko jika kau terus-menerus mengeluarkan Pagoda Bintang Merah dan orang-orang melihatnya. Pusaka ini bisa mengundang bahaya untukmu karena akan banyak orang yang ingin memilikinya."
Chen Long memiliki sebuah trik yang akan dia ajarkan agar Yao Han tidak perlu lagi mengeluarkan pusaka pagoda jika ingin memasukkan sesuatu ke dalam Dimensi Pagoda.
Terlebih dulu Yao Han memperbaiki kontrak darah dengan Pagoda Bintang Merah sesuai arahan Chen Long sebelum mendalami trik tersebut.
Pusaka Bintang Merah tetap disimpan di dahi Yao Han, kemudian setelah kontrak darah yang baru selesai, terbentuk gambar pagoda merah samar di kedua punggung tangannya.
"Sekarang, hanya dengan satu ayunan tangan dalam cakupan radius tiga meter, kau bisa memasukkan segala sesuatu ke dalam Dimensi Pagoda..."
Sebagai percobaan pertama, Yao Han mengayunkan tangannya ke arah Jiu Jinyu. Dalam sekejap, Jiu Jinyu sudah berpindah ke Dimensi Pagoda.
"Ratu ini bukan kelinci percobaan! Yao Zi-! Cepat keluarkan Ratu ini!"
Bersambung...