Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 52 - Persik Bulan



Menggunakan Indera Surgawi, dalam waktu singkat Feng Xian mengetahui posisi Yao Han. Dia bisa saja dalam sekejap muncul di samping muridnya, tetapi dia masih menahan diri demi menghargai Fu Mian.


"Apa Senior ingin menemui Saudara Yao terlebih dahulu?"


"Ya, sepertinya dia sedang melakukan sesuatu yang menarik."


***


Sehari setelah transaksi dengan Qian Yue, Yao Han meminta ijin untuk meminjam sebuah ruangan kosong Toko Harta Giok karena dia ingin membuat sebuah percobaan. Permintaanya tanpa dipikir ulang segera disetujui Fu Mian.


Yao Han mendatangi toko pagi-pagi buta tepat setelah dia mengembalikan kunci kamar Penginapan Bintang Api.


Di ruangan yang dia pinjam itu, Yao Han sedang berusaha membuat arak. Buku petunjuk pembuatannya memang dijual di toko, jadi dia sekalian ingin mencoba membuatnya.


Arak yang sedang dia coba buat bernama Arak Persik Bulan karena bahan dasarnya adalah Buah Persik Bulan. Dia memulai prosesnya dari pagi dan setelah beberapa jam menunggu, dia mencoba melihat hasilnya.


Yao Han membuka sedikit tong kayu berisi arak didepannya. Aroma wangi dan manis tercium dari dalam.


"Aha-! Aku berhasil." Yao Han tertawa lepas dan hampir melompat girang. Di Dimensi Pagoda, Yutian juga ikut senang karena dia tidak sabar mencicipi arak.


"Aku baru tahu Guru She menyukai arak."


"Pria selalu menyukai arak, Han'er."


"Apa iya?"


"Ah, kenapa kau bertanya terus? Ayo cepat sajikan untukku."


Yutian menggosok-gosok tangan tidak sabar. Meirong yang ada disampingnya melihatnya dengan tatapan malas.


Baru saja Yao Han ingin menuangkan arak ke dalam guci-guci kecil, terdengar suara ketukan di pintu ruangan.


***


Bertepatan dengan Fu Mian dan Feng Xian tiba di lantai empat, Qian Yue keluar dari ruangannya ingin menemui Yao Han yang juga berada di lantai yang sama.


Pandangannya Qian Yue terarah pada Feng Xian sejenak, sebelum dia melebarkan matanya lalu menunduk hormat.


"Senior..."


Feng Xian menaikkan alisnya melihat sikap Qian Yue, "Kau mengenalku, gadis kecil? Siapa dirimu?"


"Tentu saja junior mengenal Senior. Namaku Qian Yue dari Menara Harta Giok pusat."


"Qian? Apa hubunganmu dengan Qian Yuan?"


"Beliau adalah ayahku, Senior."


Feng Xian mengangguk pelan, tatapannya masih mengarah pada Qian Yue, "Kau... sepertinya kita bertemu sebelumnya, bukan? Wajahmu tidak terlalu asing."


"Senior benar. Sepuluh tahun lalu, kita pernah bertemu di toko ini. Saat itu aku datang kemari bersama ayahku."


Sebenarnya Qian Yue dan Fu Mian sedikit terkejut karena seingat mereka sosok Feng Xian adalah orang yang irit bicara.


Tidak lama setelah Feng Xian mengetuk pintu ruangan itu, Yao Han menampakkan diri.


"Guru Feng?" Yao Han kaget dengan kemunculan gurunya di Toko Harta Giok. Dia juga kemudian menyadari keberadaan Fu Mian dan Qian Yue.


Hanya sebentar dia terkejut sebelum bicara, "Guru Feng, lama tidak berjumpa. Ada apa Guru kemari?" Yao Han memasang senyum lebar.


Feng Xian mendengkus pelan, "Lama apanya? Baru kurang dari seminggu kau meninggalkan pulau. Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau masih ada disini? Apa yang kau lakukan?" Feng Xian sengaja tidak memeriksa kegiatan Yao Han dengan Indera Surgawi.


"Aku sedang mencoba membuat arak."


"Arak?" Raut wajah Feng Xian berubah mendengar kata arak.


Yao Han mengajak Feng Xian masuk ke ruangannya, begitu juga dengan Fu Mian dan Qian Yue karena dia ingin menyajikan arak untuk mereka bertiga. Fu Mian dan Qian Yue sedikit ragu sejenak sebelum mengikuti Feng Xian yang masuk terlebih dahulu.


Yao Han membuat arak karena teringat Feng Xian. Dia berencana menitipkan arak ini pada Fu Mian dan bila gurunya datang ke toko untuk menjual pil, maka Fu Mian bisa sekalian memberikan arak ini padanya. Namun, kebetulan sekali hari ini Feng Xian datang kemari.


"Hmm... sudah lama sekali aku tidak mencium aroma seenak ini." Feng Xian berkomentar, dia melihat ada tong kayu yang tutupnya terbuka sebagian. Fu Mian dan Qian Yue ikut tergoda dengan aroma arak.


"Guru, silahkan menjadi pencicip pertama." Yao Han menyerahkan cangkir kecil. Dalam satu tegukan, Feng Xian menghabiskannya lalu dia tertawa puas.


Qian Yue dan Fu Mian sempat mematung karena pertama kali melihat Feng Xian yang terkenal bersikap tegas sekarang tertawa begitu lepas hanya karena arak.


Yao Han menyajikan arak pada dua orang lainnya, baru setelahnya dia menyajikan untuk dirinya sendiri. Rasanya manis dan tidak memabukkan. Karena terbuat dari Persik Bulan, arak ini berkhasiat merawat organ dalam, bahkan uniknya mampu mengembalikan Qi yang hilang secara perlahan.


"Bagus, bagus. Xiao Han, kau semakin berbakti pada gurumu, ya."


Feng Xian menepuk pundak Yao Han, karena tidak mengurangi tenaganya, satu tepukan itu membuat Yao Han jatuh tersungkur.


"Ya, ampun Guru..."


Feng Xian malah justru tertawa. Dia mengambil salah satu guci yang sudah diisi arak dan langsung meminumnya.


Yutian menggerutu karena seharusnya dia yang menjadi pencicip pertama Arak Persik Bulan.


Arak dalam tong kemudian Yao Han pindahkan ke guci-guci kecil. Masing-masing dari Qian Yue dan Fu Mian mendapatkan sepuluh arak. Jumlah yang sama dia simpan sendiri, dan sisanya untuk Feng Xian.


Fu Mian kemudian mengajak Feng Xian ke ruangan untuk menyelesaikan transaksi pil, diikuti Yao Han dan Qian Yue.


Tidak banyak pil yang dijual Feng Xian, hanya seratus butir pil. Namun, yang paling rendah adalah pil kelas delapan, serta berkualitas super dan sempurna.


Feng Xian mengatakan karena suasana hatinya sedang baik, menggratiskan pil kelas delapan dan diskon untuk kelas sembilan. Sementara pil kelas sepuluh ke atas tetap pada harga yang dia tentukan.


Meski begitu, harga yang harus dibayar pihak Toko Harta Giok mencapai angka puluhan juta batu roh. Mendengar harganya, Yao Han terbatuk-batuk keras. Dia hanya pernah mendengar pil buatan Feng Xian mahal tanpa tahu angka pastinya.


Feng Xian terlihat santai dengan reaksi Yao Han, malah dia meminta cincin ruangnya untuk dia periksa. Dia hanya ingin tahu seberapa banyak keuntungan yang Yao Han dapatkan dari hasil penjualan pil. Wajahnya sedikit jelek melihat batu roh didalamnya.


"Sudah kubilang seharusnya kau memasang harga yang lebih tinggi. Lihat ini, batu roh yang kau dapatkan tidak ada apa-apanya dengan milikku." Feng Xian berkomentar lewat pesan telepati.


Feng Xian mengetahui pil yang dibawa Yao Han begitu banyak. Jika itu dirinya, maka jumlah batu roh yang didapatkan mencapai ratusan juta batu roh. Seharusnya Yao Han bisa kaya mendadak hanya dalam waktu hitungan hari dengan pil yang dia jual.