Mortal To Immortal (Book 1)

Mortal To Immortal (Book 1)
MTI 165 - Pemuda Kaya



Setelah Yao Han membersihkan tubuhnya dari segala racun menggunakan Teknik Dewa Racun yang tidak dikenalinya, Hua Feng merasakan tubuhnya beberapa kali lipat jauh lebih sehat dan kuat. Bahkan praktiknya mengalami kemajuan dan hampir menembus ke Ranah Dasar tingkat sembilan.


"I-Ini... sebuah keajaiban!" Hua Feng berseru riang, "Adik Han, bisakah kau menunggu sebentar? Aku ingin mencoba pil buatanmu ini."


"Tidak masalah, silahkan. Kau hanya perlu mengonsumsi satu butir pil saja untuk menembus Ranah Dasar tingkat sembilan."


Hua Feng membuka satu botol giok dan mengambil sebutir pil sesuai saran Yao Han. Dia mengambil tempat duduk bersila, lalu menelan pil dan mulai fokus pada proses kenaikan praktik.


Setelah pil itu tertelan, Hua Feng bisa merasakan ledakan Qi yang kuat dalam tubuhnya, tanda pil kualitas sempurna itu mengandung Qi yang berkali-kali lipat lebih banyak dari pil yang biasa dia konsumsi.


Hanya butuh kurang dari sepuluh menit, Hua Feng berhasil memasuki praktik Ranah Dasar tingkat sembilan dan belum membuka mata karena masih cukup banyak sisa Qi yang belum dia serap sepenuhnya. Dan setengah jam kemudian, Hua Feng membuka mata sambil tersenyum lebar.


"Sungguh tidak bisa dipercaya, praktikku sekarang sudah berada dipertengahan Ranah Dasar tingkat sembilan dan itu semua hanya dengan bantuan sebutir pil darimu, Adik Han."


"Selamat, Feng-gege." Yao Han ikut merasa senang dengan pencapaian teman masa kecilnya ini.


Hua Feng merasa begitu senang karena sudah menunggu berbulan-bulan untuk bisa menembus ke tingkat praktik yang lebih tinggi. Perasaannya begitu lega dan bahagia setelah berhasil melakukannya dalam waktu singkat. Dia merasa penantiannya yang cukup lama terbayar lunas dan tuntas.


Namun kesenangan Hua Feng sedikit teralihkan dengan rasa penasarannya yang tiba-tiba muncul. Dia sedikit ragu, tetapi memberanikan diri untuk bertanya.


"Adik Han, yang barusan kau lakukan tadi... kau membersihkan racun dalam tubuhku menggunakan Qi, bukan?"


"Benar."


"Sepengetahuanku, Alkemis sepertimu biasanya membersihkan racun dengan pil, tapi tindakanmu sebelumnya seperti Kultivator Racun. Apa kau termasuk salah satu diantara kultivator jenis ini?"


"Aku hanya bisa menjawab selama tinggal di Pulau Bulan Bintang, aku mempelajari Alkemi dan ilmu racun secara bersamaan. Ilmu racun membantuku memperkuat pendalaman ilmu Alkemi."


Hua Feng langsung mengerti Yao Han tidak ingin menjawab yang sebenarnya jadi dia berusaha mengalihkan pembicaraan. Namun sebelum dia buka suara, Yao Han menyodorkan sebuah slip giok.


"Kenapa kau memberikan ini?"


"Coba kau baca isi didalamnya."


Hua Feng membaca isi slip giok itu. Beberapa saat kemudian dia menemukan benda putih itu berisi tentang sebuah manual praktik, serta beberapa petunjuk untuk penguasaan sihir unsur api dan petir sederhana.


"Adik Han, ini..."


"Kau memiliki tiga unsur dalam akar rohmu dan kalau aku boleh berkata jujur, manual praktik yang kau gunakan selama ini tidak terlalu cocok untuk kombinasi tiga unsur yang kau miliki dan kualitasnya termasuk rendah. Jadi aku menyalinkan manual praktik dengan kombinasi unsur api dan petir saja. Meskipun harus mengabaikan unsur tanah, tetapi aku rasa praktikmu lebih lancar dengan manual praktik ini."


Hua Feng diam untuk mencerna ucapan Yao Han, "Jadi maksudmu adalah menyalinkan manual praktik yang kau miliki untuk aku pelajari? Termasuk petunjuk sihir unsur api dan petir ini?"


"Sederhananya seperti itu. Aku harap dengan ini perjalanan praktikmu jauh lebih lancar dari sebelumnya."


Manual praktik yang disalinkan Yao Han untuk Hua Feng tercatat dalam Kitab Bintang Surgawi, tetapi dia tidak bisa mengatakan rinciannya tentang manual praktik pemberian Bai Tian yang terkunci dalam pikirannya itu.


"A-Aku..." Hau Feng kesulitan berkata-kata, "Ucapan terima kasih saja tidak akan cukup untuk membalas semua kebaikanmu, Adik Han."


"Tolong jangan berkata seperti itu. Setelah ini, semakin rajinlah kau berlatih, Feng-gege."


"Oh, tentu saja. Aku berjanji akan berlatih lebih giat. Aku tidak akan membuatmu dan ayahku kecewa. Jika kita diberi kesempatan bertemu lagi dimasa depan, aku pastikan setidaknya kau melihatku sebagai salah kultivator Pondasi Bumi."


"Eh, apakah kau akan langsung pergi setelah ini?"


"Jika sesuai rencana, besok pagi aku akan melanjutkan perjalanan. Namun tadi sore saat tiba disini pertama kali, aku sudah membuat janji dengan Patriark Zi. Jadi aku harus tinggal disini selama beberapa hari."


"Wah, tidak mudah anggota sekte ini bertemu dengan Patriark, sementara kau bahkan sudah membuat janji dengan beliau. Boleh kutahu janji apa itu?"


"Bukan janji yang harus dirahasiakan. Patriark Zi mengatakan pihak sekte berencana membeli pil buatanku. Namun mereka harus menunggu karena persediaan pil milikku tidak banyak."


Mulut Hua Feng terbuka lebar, lalu menepuk-nepuk pundak Yao Han seolah merasa bangga, "Adik Han, tidak lama lagi kau akan menjadi pemuda kaya secara mendadak."


Sebenarnya Yao Han sudah menjadi pemuda kaya sejak mendapatkan hadiah dari Bing Houyi beberapa bulan lalu, tetapi jika Hua Feng mengetahui harta Yao Han yang sebenarnya, pemuda itu mungkin bisa langsung pingsan karena terlalu terkejut.


***


Setelah menyelesaikan urusan dengan Hua Feng, Yao Han tidak kembali ke ruangannya dan menghabiskan waktu dengan berbincang bersama Hua Feng. Mereka berbagi pengalaman selama tidak bertemu, meskipun lebih banyak Hua Feng yang bercerita.


Esok paginya, saat Yao Han kembali ke ruangannya ditemani Hua Feng, mereka menemukan Zi Dan sedang berjalan ke ruangan Yao Han berada.


"Tetua Zi." Yao Han dan Hua Feng memberi salam bersamaan.


"Ah, Saudara Yao, Hua Feng. Apakah urusan kalian sudah selesai?"


"Sudah, Tetua Zi. Sepertinya Anda berniat menemuiku, apakah tebakanku benar?"


Zi Dan tertawa pelan, "Tepat sekali, aku diminta menjemputmu menemui para petinggi sekte."


"Oh, apa ada sesuatu yang sangat penting?"


"Sebenarnya ini tentang permintaan yang diajukan Patriark kemarin sore."


"Baiklah, aku mengerti." Yao Han melirik Hua Feng yang segera mengerti apa yang akan diucapkannya, "Feng-gege, bisakah kau menunggu diruanganku sampai urusanku selesai?"


"Tentu."


Zi Dan berjalan beriringan dengan Yao Han menuju gedung petinggi sekte. Cukup banyak yang melihat ke arahnya sambil berbisik-bisik, tapi Yao Han mengabaikan mereka.


"Maaf jika sikap murid kami tidak sopan, Saudara Yao."


"Mereka tidak bersalah, jadi Anda tidak perlu meminta maaf. Lagipula itu sama sekali bukan masalah."


Zi Dan tersenyum tipis dan kagum dengan sikap Yao Han. Sejauh yang dia kenal, sosok yang memiliki latar belakang tinggi dan kuat seperti Yao Han akan bersikap arogan dan suka memperbesar masalah yang sangat kecil, serta merasa dirinya yang paling benar.


Sesampainya di gedung para petinggi sekte, Yao Han disambut hangat oleh Patriark, Tetua Agung, beberapa tetua penting sekte.


Sebelum mereka memberi salam, Yao Han mendahului mereka, "Salam pada Patriark dan pada tetua. Apakah ada yang bisa kubantu hari ini?"


---