
Terlepas dari sikap tak tahu malunya, Shen Qi mencoba menahan emosi agar tidak lepas kendali karena mendengar ucapan Bing Xinhai padanya. Dia mencoba mempertahankan senyumannya yang terlihat kaku.
"Aku tidak mengerti maksudmu, Saudara Bing."
"Aish..."
Bing Xinhai mendesah dan menghela napas panjang, merasa Shen Qi bukan hanya tidak tahu malu, tetapi juga memiliki sumbu otak yang pendek karena tidak bisa mencerna ucapannya yang sederhana. Dan disaat yang sama dia mengabaikan lirikan maut dari sepasang mata biru indah yang menyiratkan peringatan untuk diam dari sepupu cantiknya.
"Baiklah, aku akan langsung saja, Saudara Shen. Perlu kau tahu, jika kau menggoda Nona Huang, maka kau akan mendatangkan masalah untukmu karena mengundang amarah Senior Pilar Cahaya. Namun kalau kau menggoda sepupuku yang cantik ini, bukan hanya kau tetapi Sekte Pedang Suci secara keseluruhan yang akan mendapat masalah besar."
Shen Qi mengerutkan dahi dalam, reaksi yang kurang lebih sama ditunjukkan oleh muda mudi yang lain.
"Apa maksudmu, Saudara Bing? Apa kau bermaksud untuk mengancam kami?" Shen Qi merujuk pada dirinya sekaligus Sekte Pedang Suci.
"Mengancam? Tidak, lebih tepatnya aku memperingatkanmu..."
Bing Xueyu segera memahami maksud dibalik ucapan Bing Xinhai, tetapi terlambat menghentikan Bing Xinhai yang kembali melanjutkan ucapannya.
"Kalau kau terus saja menggoda sepupu cantikku ini, maka seseorang yang menjadi calon tunangannya akan marah besar."
Dua dari beberapa kata yang diucapkan Bing Xinhai barusan membuat semua orang terkejut. Mungkin hanya Shenghao dan Honghao yang reaksinya sedikit lebih tenang.
Perjodohan antara generasi muda dalam dunia kultivator bukanlah hal baru sehingga keduanya tidak terlalu terkejut. Namun keduanya penasaran dengan sosok yang disebut calon tunangan Bing Xueyu ini.
"C-calon tunangan? Apa aku salah dengar?" Shen Qi sangat kaget dan seolah tidak percaya dengan pendengarannya.
"Kau tidak salah dengar, Saudara Shen. Peri Es yang tidak lain adalah sepupuku yang cantik ini sudah memiliki calon tunangan. Ya, walaupun pertunangan sepupuku masih dalam tahap rencana yang sangat mentah."
Huang Mingzhu memberi selamat pada Bing Xueyu setelah tenang dari rasa terkejutnya. Ucapannya tulus dari hati, tetapi ditanggapi senyum canggung Bing Xueyu yang kehabisan kata-kata karena ulah sepupunya.
Gadis itu kemudian bertanya tentang sosok calon tunangan Bing Xueyu yang dijawab oleh Bing Xinhai.
"Kalian pasti pernah mendengar satu dua hal tentangnya. Dia berasal dari latar belakang terbesar dalam dunia kultivator Benua Bulan Biru. Namanya baru terkenal beberapa bulan terakhir ini." Bing Xinhai menjawab dengan memberikan teka-teki.
"Latar belakang terbesar dunia kultivator?" Ji Wentian mengelus dagunya. "Jika ada latar belakang yang lebih besar diatas sekte bintang sepuluh, itu sudah pasti Jagoan Empat Penjuru. Saat ini tersisa satu orang. Dia..." Ji Wentian tidak melanjutkan ucapannya, takut menyebutkan sebuah nama.
Bing Xinhai tertawa pelan pada Ji Wentian yang mencoba menebak-nebak.
"Kau benar, Saudari Ji. Calon tunangan sepupu cantikku ini adalah Saudara Yao atau Yao Han. Kalian asing dengan nama ini, tetapi dia adalah murid Senior Angin Timur yang juga dikenal sebagai Tabib Teratai Biru."
Suasana mendadak hening dan hampir semua orang merasa tubuh mereka menggigil saat nama 'Angin Timur' disebut. Namun itu hanya sebentar sebelum dipecahkan oleh gumaman dengan nada bergetar tak percaya.
"N-Nona Bing, k-kau... c-calon tunangan murid Senior... Angin Timur?"
Semuanya lebih terkejut dibandingkan sebelumnya. Terkejut karena mendengar kabar Bing Xueyu memiliki calon tunangan adalah satu hal, tetapi terkejut setelah mengetahui sosok calon tunangan Bing Xueyu adalah hal lain.
Selain Bing Xueyu dan Bing Xinhai, lainnya memasang wajah terkejut yang tidak bisa ditutupi. Shui Hua dan Shui Rong sudah mengetahui tentang informasi ini, tetapi mereka terkejut karena Bing Xinhai yang tidak menjaga ucapannya padahal sudah diberi peringatan agar kabar ini tidak tersebar luas.
Sekarang yang harus menahan emosinya berganti dari Shen Qi menjadi Bing Xueyu. Gadis cantik itu mengepalkan tangannya kuat dan berusaha agar wajahnya tidak memerah karena merasa marah, kesal, dan malu bersamaan.
Sepupu Peri Es itu bahkan dengan entengnya bercerita itu adalah rencana dari pamannya, Raja Es setelah pertemuan dengan Angin Timur dan muridnya beberapa bulan lalu sebelum kabar kembali munculnya Angin Timur terdengar luas ke seluruh Benua Bulan Biru.
"Walaupun Saudara Yao dan sepupuku belum pernah bertemu langsung, sepertinya rencana mentah akan menjadi matang tidak lama lagi." Bing Xinhai menyeringai senang, tidak mempedulikan tatapan tajam Bing Xueyu yang ingin mendaratkan sebuah pukulan keras.
Reaksi yang paling keras ditunjukkan perwakilan Sekte Teratai Putih. Shenghao dan Honghao tersedak dan terbatuk-batuk keras cukup lama. Barulah setelah cukup tenang, Shenghao memberikan tanggapan dengan wajah antusias.
"Saudari Bing ternyata calon tunangan Saudara Yao? Memang kabar yang sangat mengejutkan. Jika aku mengetahui ini sebelumnya, mungkin aku bisa memberi selamat pada Saudara Yao lalu setelahnya padamu."
Semua perhatian kini beralih pada Shenghao.
"Saudara Shenghao, maksudmu... Eh? Kenapa kau terdengar tidak asing dengan murid Senior Angin Timur?" Bing Xinhai bertanya penasaran, begitu juga dengan yang lain.
"Aku dan juniorku ini memang tidak asing dengan murid Senior Angin Timur. Jauh-jauh hari sebelum pertemuan ini, kami sempat bertemu dengan Saudara Yao dan berkelana bersama selama beberapa waktu bersamaan dengan kami yang menjalani sebuah misi dari Mahaguru Wu Bai."
"Oh, benarkah?!"
Bing Xinhai berseru senang, kemudian berdiri dan mengangkat kursinya sebelum berjalan penuh semangat menuju meja yang disediakan untuk Shenghao dan Honghao.
Bing Xueyu menutup sebagian wajahnya dengan sebelah tangan, merasa malu dengan tingkah Bing Xinhai.
"Saudari Bing, sepupumu membuat masalah untukmu. Apa kau perlu bantuanku untuk memberinya pelajaran agar dia jera?" Shui Hua bertanya pelan dengan nada agak menggoda. Dibalik topengnya, Shui Hua tersenyum lebar.
"Aish, tidak perlu. Cukup aku saja. Kupastikan dia akan mendapatkan balasan setimpal setelah pulang dari pertemuan ini," balas Bing Xueyu penuh tekad.
Sementara itu, Bing Xinhai duduk disamping Shenghao yang keheranan dengan tingkahnya.
"Saudara Shenghao, kabarnya Saudara Yao sedang berkelana di wilayah Negeri Hutan Hijau. Dalam perjalanan kemari, kuharap kami bisa bertemu dan bertukar beberapa kata dengannya, tetapi takdir berkata lain. Karena kau sudah pernah bertemu dan berkelana bersamanya, bisakah kau sedikit menceritakan tentang calon sepupu iparku itu?"
"Ehm, itu..."
Shenghao mendadak ragu bercerita melihat keantusiasan Bing Xinhai yang tidak biasa.