
Yao Han melihat ada sekitar tiga puluh orang berbaju hitam yang menjadi pengacau di pesta pernikahan Chu Fu dan Jia Lin.
Seperti informasi yang dia dengar, pengacau yang datang ini semuanya kultivator dengan berbagai tingkat praktik. Kebanyakan dari mereka tampak seumuran dengannya.
Masih dengan memancarkan aura pembunuh, Yao Han mengamati pria paruh baya yang berteriak ke arahnya.
'Pondasi Fana tahap puncak...' Yao Han membaca tingkat praktik kultivasi pria tersebut.
"Jangan ikut campur urusan kalian?" Yao Han menyeringai, "Keluarga Chu dan Jia adalah kenalanku dan aku adalah tamu yang akan datang di pernikahan keluarga mereka. Lalu bagaimana aku tidak bisa ikut campur setelah kalian mengacau disini?"
Yao Han tidak takut dengan semua pengacau itu. Dia bisa mengatasi mereka semua. Hanya saja, dia mengkhawatirkan orang-orang yang tidak bersalah yang datang sebagai tamu.
Beberapa dari mereka sudah ada yang menjadi korban, sehingga hati kecil Yao Han mengatakan dirinya tidak bisa diam hanya melihat begitu saja.
"Kau kenalan mereka? Heh!" Pria paruh baya ini tersenyum mengejek, "Jangan jadi pahlawan kesiangan! Kau tidak mengerti alasan dibalik kedatangan kami disini!"
"Kepagian, kesiangan, atau kemalaman... memangnya aku peduli?! Kalian harus menerima balasan dari tindakan kalian!"
"Hmph, dasar anak muda sombong! Tidak mengetahui batas diri! Ini urusanku dengan keluarga Chu! Aku datang untuk membalaskan dendam atas kematian muridku!" Pria itu merasa unggul karena jumlah lebih banyak dan praktik yang berada di atas Yao Han.
Yao Han mengerutkan dahi, lalu terdengar suara teriakan seseorang yang tidak asing.
"Tabib Yao-! Tolong kami!"
Yao Han menoleh dan menemukan Chu Zi yang meringkuk ketakutan bersama dengan anggota keluarganya. Dia terlambat menyadari ada korban dari pihak keluarga Chu dan Jia.
Mata Yao Han melebar dan napasnya tertahan saat melihat tubuh Chu Fu tergeletak di lantai tanpa kepala, sementara kepalanya tidak jauh dari tubuhnya, serta Jia Lin yang sudah menjadi mayat dengan luka tusuk di dada.
"Kalian membunuh saudara Chu Fu dan nona Jia Lin?! Keterlaluan!"
Yao Han membuat segel tangan dengan cepat lalu kedua tangannya menyentuh lantai. Dalam dua hitungan, lantai di seluruh restoran bergetar dan muncul akar-akar panjang berduri yang segera melilit tubuh semua pengacau disana tanpa terkecuali.
Gerakan Yao Han yang cepat sampai mereka terlambat bereaksi dan menebak apa yang dilakukan Yao Han.
"Argh! Apa ini?!"
Jeritan kesakitan para pengacau terdengar. Duri-duri dari akar yang dimunculkan Yao Han menancap masuk ke dalam kulit mereka. Xu Yin terkejut dengan sihir unsur kayu yang dilepaskan Yao Han.
Akar-akar berduri pengikat ini membuat mereka yang berada di puncak Ranah Pondasi sekalipun kesulitan untuk meloloskan diri.
Setelah yakin bahwa tidak ada target yang lolos, Yao Han segera mendekati keluarga Chu.
"Tabib Yao... Tabib Yao..." Chu Zi dan yang lain ketakutan, wajah mereka pucat sekaligus basah karena air mata. Mereka baru saja kehilangan anggota keluarga dengan cara mengenaskan, "Anakku Fu'er..."
Yao Han mengepalkan tangannya erat-erat, ikut terpukul dengan perasaan kehilangan keluarga Chu. Dari pihak keluarga Jia sendiri, Jia Wu dan istrinya tergeletak di lantai, mati bersama dengan putri tunggal mereka, Jia Lin.
"Paman Chu, maaf aku datang terlambat..."
"Bukan salahmu, Tabib Yao..." Suara Chu Zi bergetar.
"Paman Chu, kita bisa bicarakan lebih jauh nanti. Aku harus membereskan biang masalah terlebih dahulu."
"Argh!"
"Saudara Chu Fang!" Yao Han mendekati Chu Fang dan ingin memeriksanya, tetapi lebih dahulu terdengar suara lantang dari si pria paruh baya pemimpin kelompok pengacau ini.
"Hahaha-! Bagus! Racunnya bereaksi dengan cepat!" Pria paruh baya itu tertawa seperti orang gila.
Satu hitungan berikutnya, dari Dimensi Pagoda Yutian berseru, "Han'er, dia terkena Racun Pelangi!" Yutian bisa tahu karena segera memeriksa tubuh Chu Fang menggunakan Indera Surgawi.
Jantung Yao Han nyaris copot. Racun Pelangi bukan racun biasa, melainkan salah satu racun mematikan dan termasuk racun kelas delapan.
Sama halnya dengan pil, racun juga memiliki kelas, satu sampai sepuluh. Racun kelas tertinggi mampu menewaskan kultivator Ranah Jiwa tahap puncak.
Untuk Racun Pelangi, meskipun 'hanya' racun kelas delapan, tetapi termasuk sepuluh racun paling mematikan dari Lembah Hati Racun karena efek yang ditimbulkannya.
Racun ini berasal dari Kalajengking Ekor Pelangi. Tubuhnya hitam, tetapi ujung sengatnya berwarna-warni seperti pelangi yang menyatu dengan sempurna. Ciri fisik Racun Pelangi mudah dikenali yaitu berupa cairan warna-warni, tanpa rasa atau bau.
Korban dari racun ini akan merasakan dua jenis rasa sakit sebelum mati dengan tubuh hancur seperti es meleleh. Pertama, sakit seperti ditusuk ribuan jarum diseluruh tubuh disertai rasa panas saat cuaca sedang dingin atau kedua, rasa dingin menusuk tulang saat cuaca sedang panas.
Entah kebetulan atau tidak, hari yang sudah beranjak malam saat itu sedang dingin dan sedikit mendung, membuat Chu Fang menjerit kesakitan bagai ditusuk ribuan jarum diikuti rasa panas yang menyengat.
"Racun Pelangi..." gumam Yao Han yang didengar Xu Yin, membuat mata gadis itu melebar kaget, "Berani sekali kau bermain-main dengan racun!" Yao Han menatap tajam penuh nafsu membunuh ke arah pria itu.
Dengan wajah meringis menahan sakit, pria itu tersenyum mengejek, "Lalu kenapa?! Kau tidak akan bisa menyembuhkannya! Itu adalah Racun Pelangi! Salah satu racun terganas yang pernah ada! Hahaha-! Ough..."
Ingin sekali memberikan sebuah tamparan pada pria itu, tetapi Yao Han menahan diri dan masih menyadari prioritas utamanya.
"Tabib Yao..." Chu Zi menggigil ketakutan dan panik. Dia sudah kehilangan putra keduanya, jangan sampai putra pertamanya ikut kehilangan nyawa.
"Tenang, Paman Chu, aku bisa mengatasinya."
"Kau bisa?!" Xu Yin bertanya kaget, "Kau punya penawarnya?"
"Ya, bisa. Aku tidak punya penawar sempurna, tetapi aku punya pil yang bisa meringankan kondisinya sementara waktu."
Yao Han memunculkan sebuah botol giok dan mengeluarkan isinya. Ada sebuah pil berwarna biru keunguan bersinar. Setelah berhasil menahan gerakan Chu Fang yang meronta-ronta, Yao Han memasukkan pil itu ke dalam mulutnya dan membantu mengalirkan Qi.
Dalam beberapa hitungan tarikan napas, Chu Fang tidak lagi menjerit dan tertidur dalam pangkuan istrinya yang menangis hebat.
"Apa?! Bagaimana bisa?! Kau-!" Pria paruh baya itu sangat terkejut melihat Yao Han bisa membuat kondisi Chu Fang menjadi lebih baik. Dia sangat yakin racun itu sulit diatasi oleh pil penawar sekalipun.
Yao Han berjalan mendekati pria itu sambil memancarkan aura pembunuh yang jauh lebih pekat dari sebelumnya.
PLAK!
Sebuah tamparan Yao Han berikan padanya sebelum bertanya dengan nada dingin.
"Darimana kau mendapatkan Racun Pelangi? Apa kau memiliki hubungan dengan Lembah Hati Racun?"
---